Wabup Gowa Sebut Kerukunan Umat Beragama jadi Pendorong Berhasilnya Pembangunan Daerah


GOWA, Suaratipikor.com  - Wakil Bupati Gowa Abd. Rauf Malaganni menghadiri langsung peresmian Gereja Toraja Lakipadada Sungguminasa yang berlokasi di Jalan Malino, Kelurahan Tompobalang, Kecamatan Somba Opu, Sabtu (31/8). 
Wabup Gowa mengatakan, pembinaan dan pembangunan pada bidang agama di wilayah Kabupaten Gowa mempunyai kedudukan dan peranan yang amat penting sebagai bagian integral dari upaya meletakkan landasan moral dan spiritual yang kokoh bagi keberhasilan pembangunan daerah hingga nasional. 

"Saya menyampaikan terimakasih kepada panitia pentabisan Gereja Toraja Lakipadada atas partisipasinya membantu pemerintah daerah dalam menjalankan program pembangunan khususnya dibidang keagamaan. Hal ini terlihat dengan bertambah baiknya sarana ibadah yang ada saat inu," katanya dalam sambutannya. 

Dengan hadirnya Gereja Toraja Lakipadada ini juga sebagai bukti bahwa di tengah-tengah masyarakat kita ini telah tercipta kerukunan antar umat beragama. Kerukunan ini pun pada akhirnya mampu mengatasi kehidupan dari pengaruh negatif era globalisasi dan pengaruhnya terhadap nilai-nilai agama dan kebudayaan yang semakin nyata tergesernya. 

"Partisipasi dan kebersamaan semua elemen masyarakat dalam pembinaan kehidupan beragama menjadi hal yang sangat signifikan perlu kita bangun. Adanya keterlibatan dan pemikiran dari seluruh umat beragama tentunya akan mengarah pada arah perubahan yang positif dan tidak menyimpang dari ajaran yang ada serta budaya bangsa dan lokal kita," terangnya. 

Lanjutnya, pemerintah daerah pun sangat mengharapkan peranan dan bantuan seluruh umat beragama, tokoh dan pemuka agama, hingga tokoh masyarakat dalam memberikan kontribusi dan partisipasi aktif serta nyata dalam mengatasi berbagai krisis tantangan yang dihadapi di era modern sekarang ini. 

"Kami pun sangat berharap semua pihak mampu menjaga ketenangan dan kejernihan berpikir maupun bertindak, sehingga kita tidak dengan mudahnya terpecah belah. Seperti terpancing dengan isu-isu yang menghasut masyarakat. Kita harus bisa mengatasi dan memandang persoalan seperti ini dengan sangat bijaksana," ujarnya. 

Dengan hadirnya Gereja Toraja Lakipadada ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para jemaat serta tak lupa untuk dipelihara dengan sebaik-baiknya agar dapat digunakan pada jangan waktu yang lebih panjang. 

Dalam kesempatan tersebut Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga menambahkan, antara pejabat pemerintahan baik itu Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama dan masyarakat harus ada kerja sama yg baik sehingga tercipta suasana yang aman dan nyaman. 

"Kita juga harus bisa berkoordinasi apabila ada suatu masalah yang terjadi agar bisa diselesaikan bersama-sama pula," tegasnya. 

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Dandim 1408 Gowa Letkol Arh Muh. Suaib, Ketua BPS Gereja Toraja Pdt. Musa Salusu, M.Th dan para undangan lainnya. (CH)

Editor : Andi Aswin Maramat.

Bupati Gowa Apresiasi Langkah Polres Gowa Beserta Jajaran Menghidupkan Kembali Saka Bhayangkara


GOWA, Suaratipikor.com - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kabupaten Gowa mengukuhkan pengurus Satuan Karya Pramuka (Saka) Bhayangkara masa bakti 2019-2024 di halaman Kantor Polres Gowa, Sabtu (31/8). 
Adnan mengaku, sangat mengapresiasi langkah Polres Gowa beserta jajaran menghidupkan kembali saka bhayangkara ini, apalagi diketahui telah vakum kurang lebih enam tahun lamanya. 

" Saka Bhayangkara ini merupakan wadah pembinaan-pembinaan dalam membentuk karakter anak-anak, sehingga kami sangat berterimakasih karena mau mengaktifkan kembali saka ini," ungkapnya.

Olehnya dirinya berharap dengan dikuhkannya pengurus baru ini bisa menjadi wadah bagi anak, guna menyalurkan minat dan mengembangkan bakat yang dimilikinya.

" Semoga anak yang mau belajar disini bisa menjadi pemimpin masa depan dan membawa Kabupaten Gowa lebih baik dan makin sejahtera di masa yang akan datang," harap orang nomor satu di Gowa itu.

Sementara itu Kapolres Gowa, AKBP Shinto Silitonga mengungkapkan pihaknya akan lebih intens melakukan pembinaan terhadap adik-adik pramuka, baik tingkat SMP maupun SMA di seluruh Kabupaten Gowa, seiring dengan pengukuhan yang telah dilaksanakan.

" Tentunya pembinaan yang akan dilakukan ini selaras dengan ikrar yang telah dibacakan, sebagai wujud tanggung jawab, kami Polres Gowa melalui Saka Bhayangkara untuk ikut mendorong anak-anak generasi muda untuk mencapai masa depannya," tegasnya.

Adapun pengurus yang dikukuhkan yakni Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga sebagai Ketua Majelis Pembimbing Saka Bhayangkara Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gowa, Wakapolres Gowa Kompol Muh. Fajri Mustafa sebagai Wakil Ketua,  Kabag Sumda Kompol Nursiah Abdullah sebagai Sekertaris, Kasi Keu Iptu Zaenal Arifin sebagai Bendahara, serta 13 orang pengurus lainnya.

Selain itu, Kasat Binmas Polres Gowa Akp Robert Naro sebagai Pimpinan Saka Bhayangkara Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gowa masa bakti 2019-2024 bersama segenap pengurus lainnya.

Sekadar diketahui pengukuhan ini turut dihadiri Sekda Gowa yang juga Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Gowa, Muchlis, Dandim 1409 Gowa Letkol Arh Muh Suaib, dan Kepala SKPD lingkup Pemkab Gowa, jajaran Kapolsek, dan anak Saka Bhayangkara binaan Polres Gowa. (Hms)

Editor : Andi Aswin Maramat

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai Ikuti Benchmark ke Bali


BALI, Suaratipikor.com -  Dalam rangka pengembangan Desa wisata dan optimalisasi bumdes, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sinjai mengikuti benchmark ke Bali.

Kegiatan ini diinisiasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Perwakilan Sulampua. Kegiatan ini juga diikuti oleh Biro Ekonomi Provinsi Sulawesi Selatan, Bank Sulselbar, Bank Indonesia, Kadis PMD Provinsi Sulsel, Kadis Pariwisata Sulsel, Asisten II Setprov Sulsel, Asisten II Setdakab Sinjai, Sekretaris Dinas Pariwisata dan kebudayaan Sinjai, Kabid Pengembangan Pemasaran Pariwisata Sinjai,  Kabag Ekonomi Setdakab Sinjai, Pemerintah Kabupaten Maros dan Pemerintah Kabupaten Toraja Utara.

Acara penerimaan berlangsung Sabtu 30 Agustus 2019 di Aula Pemprov Bali dan diterima oleh Asisten II Setprov Bali. 

Asisten II yang mewakili Sekda Provinsi Bali I Dewa Putu Sunarta menyampaikan terima kasih atas kunjungannya dalam rangka benchmark ke Desa Wisata di Bali. 

"Sejak 2013 Pemprov Bali telah mencanangkan Program 100 Desa  Wisata. Keterlibatan Bumdes yang bersinergi dengan Desa Adat telah menjadikan Desa wisata tersebut mampu berkontribusi bagi pemberdayaan masyarakat", Jelasnya. 

Setelah penerimaan dilanjutkan dengan kunjungan ke Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli. Penglipuran merupakan Desa terbersih di dunia dan telah mampu menghasilkan pendapatan sebesar Rp. 2 Milyar dari pengelolaan desa wisata tersebut.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, Andi Mangatakan Kabupaten Sinjai yang saat ini sedang giat-giatnya mengelola desa wisata ke depannya, sangat optimis mampu menjadikan sektor pariwisata menjadi salah satu sumber pendapatan utama daerah ini. Terdapat beberapa Desa yang saat ini sangat berpotensi antara lain Desa Bonto Tengnga, Desa Tongke-Tongke, Desa Pulau Persatuan dan Desa Barania. 

Diharapkan kepala desa yang lain juga bisa lebih berinovasi untuk menjadikan desanya sebagai desa wisata yang akan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. (*)


Laporan : M.Rasyid,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Berikut Kunjungan Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai Bersama Rombongan


SINJAI , Suaratipikor.com - Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai Ny. Yovita Sebpril Sesa bersama pengurus bhayangkari cabang menyempatkan waktunya membesuk orang tua anggota bhayangkari yang sedang sakit yakni orang tua Ny. Jum Agus Sofyan, yang sedang terbaring sakit dirumah sakit umum kabupaten sinjai. Sabtu (31/8/2019).

Pada saat kunjungan, Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai
bersama dan rombongan memberikan semangat serta dukungan moril, dengan harapan agar tabah menjalani.

Selain itu, Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai juga memberikan bantuan berupa tali asih / dana sedikit membantu selama perawatan dirumah sakit, yang merupakan wujud kepedulian dan kebersamaan sebagai keluarga besar Polres Sinjai.

Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai Ny. Yovita Sebpril Sesa menuturkan bahwa kita berikan dukungan moril agar tabah dalam menjalaninya, karna sesungguhnya sakit ataupun musibah yang kita alami itu juga merupakan ujian dari Tuhan Yang Maha Kuasa agar tetap semangat dan mudah-mudahan cepat diberi kesembuhan dan dapat kembali beraktifitas seperti biasanya. (*)

Laporan : M.Rasyid,
Editor : M.Rusdi,DM.

Ketua Bhayangkari Cabang Sinjai Serahkan Akte Kelahiran Anak, Dalam Rangka HUT HKGB Ke- 67 Tahun 2019


SINJAI, Suaratipikor.com - Bertempat diruang aula parama satwika Mapolres Sinjai, ketua bhayangkari cabang sinjai Ny. Yovita Sebpril Sesa, didampingi wakil ketua bhayangkari dan para pengurus bhayangkari cabang sinjai menyerahkan akte kelahiran anak. Sabtu (31/8/2019).

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan kadisdukcapil kab. sinjai dalam rangka menyambut hari ulang tahun Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke- 67 tahun 2019 dan sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang belum memiliki akte kelahiran anak dan kegiatan tersebut juga
mendukung program pemerintah di bidang kependudukan dan catatan sipil serta kedekatan Polri dengan masyarakat.

Ketua bhayangkari cabang sinjai Ny. Yovita Sebpril Sesa, mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka menyambut hari ulang tahun Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke- 67 tahun 2019 dan turut membantu program pemerintah dalam pencatatan data penduduk khususnya bagi anak - anak dan untuk membantu melindungi identitas dari anak yang bersangkutan, dari tindak kekerasan.

Dan akte kelahiran sangat penting sebagai identitas diri dan merupakan hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, dengan adanya program pemberian akte kelahiran secara gratis, bisa membantu masyarakat yang belum memiliki akte kelahiran bagi anak kab. sinjai. ujarnya. (*)

Laporan : M.Rasyid,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Bupati Wajo Mengambil Sumpah Pengurus Karang Taruna Masa Bakti 2019-2024


WAJO, Suaratipikor.com - Pelantikan dan pengukuhan pengurus Karang Taruna Kabupaten Wajo, masa bakti 2019-2024 dirangkaikan dengan rapat kerja mewujudkan warga karang taruna yang berjiwa Smart, Sosial, Mandiri, Amanah, Responsif dan Terampil di ruang pola Kantor Bupati Wajo, Jumat 30 Agustus 2019.
Laporan ketua panitia Karang Taruna Kabupaten Wajo yang menyampaikan beberapa hal dalam laporannya yang terkait pelantikan sekaligus rapat kerja ini, bagaimana setelah pelantikan ada kontribusi nantinya, juga sekaligus berterima kasih kepada ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang telah berkesempatan hadir dalam pelantikan ini.

Selanjutnya mengatakan kalau organisasi kepemudaan di Wajo sekarang ini sudah besar dan bagaimana nantinya bisa memotivasi dan berinovasi, juga pada kesempatan hari ini hadir dari Anggota DPRD Kabupaten Wajo dan Anggota DPRD terpilih di periode tahun ini, juga dari Perangkat Daerah Kabupaten Wajo, Polres Wajo, Kodim 1406 serta dari unsur organisasi kepemudaan yang juga turut hadir dalam acara ini.

Selanjutnya dibacakan formasi kepengurusan Karang Taruna Kabupaten Wajo oleh Sekretaris Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan, mulai dari unsur pimpinan yang diketuai oleh Abdurrahim S.STP juga dari unsur Sekretaris, Bendahara dan ketua dari masing-masing Pokja serta anggotanya.

Acara dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus Karang Taruna oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si yang didampingi oleh Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE, bersama dengan Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan.

Bupati Wajo mengambil sumpah pengurus Karang Taruna Kabupaten Wajo periode kepengurusan 2019-2024 dengan hikmat dan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara oleh Bupati Wajo, Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan dan Ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo yang baru saja dilantik.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bendera Panji Karang Taruna dari ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan Kepada Bupati Wajo dan selanjutnya dari Bupati Wajo menyerahkan kepada ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo yang baru saja dilantik pada hari ini.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo yang baru saja diambil sumpahnya Abd. Rahim S.STP, dimana dia memperkenalkan pengurus Karang Taruna dari Provinsi Sulawesi Selatan mulai dari ketua sampai ke pengurus yang sempat hadir pada saat itu.

Dan dilanjutkan dengan mengatakan kalau seluruh Perangkat Daerah yang ada di Kabupaten Wajo menjadi pembina teknis di Karang Taruna Kabupaten Wajo dan mengatakan,  bagaimana struktur yang besar ini, diharapkan nantinya bisa masuk di 14 Kecamatan , masuk sampai ke desa-desa bahkan sampai ke pelosoknya untuk bisa berkiprah di sana nantinya.

Dan ucapan terima kasih kepada Bupati Wajo, Wakil Bupati Wajo, Ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan, Perangkat Daerah dan kepada seluruh pengurus Karang Taruna yang baru saja dilantik.

Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang mengatakan, kalau untuk pertama kalinya dia mengikuti pelantikan pengurus Karang Taruna yang terbesar yang pernah ada di Provinsi Sulawesi Selatan, dan ini juga merupakan bukti, kalau Bupatinya adalah sosok yang berjiwa muda serta potensial yang pernah ada, dan dia tidak akan pernah meragukan Karang Taruna Kabupaten Wajo, serta mengharapkan supaya tidak ada konflik interest di dalamnya karena Karang Taruna ini di dukung sepenuhnya oleh Bupati Wajo.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Wajo yang mengucapkan selamat datang kepada pengurus Karang Taruna dari Provinsi Sulawesi Selatan di Bumi Lamadukelleng.

Sekaligus memperkenalkan sosok dari ketua Karang Taruna Kabupaten Wajo ini, sebagai orang yang bisa nantinya memimpin Karang Taruna, karena dia mempunyai rekam jejak yang bagus, pernah menjadi ketua Kepmawa di masa kuliah dulu di tanah Jawa tepatnya di Yogyakarta.

Diharapkan nantinya Karang Taruna Kabupaten Wajo bisa mengawal program-program pemerintahan dalam beberapa program yang menjadi program unggulan, terkait mencetak 10.000 wirausahawan baru dengan program ini dimana Kabupaten Wajo ditunjuk oleh kemenpora RI sebagai percontohan yang ada di Indonesia.

Bisa mensuport dan mengawal program enterpreneurship ini agar bisa benar-benar hadir di Wajo, agar bisa mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran yang ada di Wajo, dan itu bisa dikawal dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai ke tingkat Desa, sehingga program unggulan ini bisa terlaksana dengan baik.

Juga terkait program bantuan kepada rumah tangga miskin, sebanyak 3.200 rumah tangga miskin dengan bantuan berupa ayam kampung super yang dilengkapi dengan kandangnya dan kalau ini bisa di kawal sampai tingkat Desa ini bisa menjadi spirit dan semangat, sehingga bisa terangkat kehidupan masyarakat, dari kehidupan mereka dari rumah tangga miskin bisa menjadi Sejahtera, sehingga bisa berinovasi dan akan support mereka.

'Program integrated farming system sudah kita siapkan kawasan di uraiyan, untuk ditempati pelatihan kepada petani-petani kita, untuk mendapatkan keahlian, sebuah kawasan kita sulap yang terintegrasi mulai dari pertanian perikanan dan peternakannya," Dr. H. Amran Mahmud menjelaskan.

Juga dikatakan kalau ada program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, program kesejahteraan masyarakat  dari Perangkat Daerah, misalnya dari Koperasi, Tenaga Kerja dan Sosial bagi adik-adik yang mau bersungguh-sungguh dan ingin mensejahterakan kehidupannya.

"Kami sangat berharap kepada pengurus Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan untuk terus membina pengurus yang baru saja dilantik, pengurus Karang Taruna di Kabupaten Wajo, juga dengan program persuteraan kita, yang didukung oleh Bapak Gubernur, di mana program persuteraan ini bisa dikawal oleh Karang Taruna Kabupaten Wajo dan akhirnya ucapan terima kasih kami atas kesempatan dari pengurus Karang Taruna Provinsi  Sulawesi Selatan yang sempat hadir pada pelantikan pada hari ini," harap Bupati Wajo diakhir sambutannya.

Dilanjutkan acara dengan penyerahan cenderamata dari Bupati Wajo bersama ketua tim penggerak PKK Kabupaten Wajo kepada pengurus Karang Taruna Provinsi Sulawesi Selatan secara simbolik kepada Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara dan seluruh anggota karang taruna Provinsi Sulawesi Selatan yang hadir pada hari ini.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Wakil Bupati Wajo Hadiri Pelepasan Tim Surveior Re - Akreditasi Puskesmas Salewangeng


WAJO, Suaratipikor.com — Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE, hadiri pelepasan tim surveior Re- Akreditasi di Puskesmas Salewangeng sore hari ini, Jumat 30 Agustus 2019. Kegiatan ini merupakan salah satu persyaratan yang harus dipenuhi setiap Puskesmas untuk bisa kerjasama dengan BPJS seperti yang telah dilaksanakan pada Puskesmas Salewangeng.
Dalam sambutannya Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE, menyampaikan ucapan terima kasih atas pelaksanaan Re Akreditasi, Pemerintah Kabupaten Wajo berkomitmen dalam pelayanan kesehatan. "Agar betul betul mengutamakan pelayanan pada masyarakat, sesuai program kerja nyata saat ini," ungkap H. Amran, SE.

Re Akreditasi Puskesmas Salewangeng dilaksanakan selama  3 hari dan pelepasan Tim pada tanggal 30 Agustus 2019 di halaman Puskesmas Salewangeng.

Saat ini Puskesmas Salewangeng telah meraih tingkat "Madya" dan mudah mudahan bisa naik menjadi Paripurna." Harap Wakil Bupati Wajo.

"Setelah melalui Re Akreditasi ini tentunya banyak saran dan masukan, kita akan Akomodir secara bertahap, sehingga kedepan Puskesmas Salewangeng menjadi percontohan bagi Puskesmas lainnya." H. Amran, SE menambahkan diakhir sambutannya.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Bupati Wajo Menjadi Khatib Shalat Jumat, Ini yang Dibahas


WAJO, Suaratipikor.com — Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si, Jumat 30 Agustus 2019 menjadi khatib Shalat Jumat, setelah serangkaian kegiatannya yang dilaksanakan hari ini, termasuk sehabis melayat dan juga mengadakan wawancara tingkat pimpinan dalam acara Re Akreditasi Puskesmas Salewangeng dari akreditasi Madya menuju Paripurna.

Dalam khutbahnya pada hari ini menyampaikan bahwa 1 Muharam atau tahun baru Hijriyah, telah digambarkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dalam melakukan sebuah perubahan dari semua aspek kehidupan.

Dr. H. Amran Mahmud menyampaikan kalau Beliau berhijrah secara fisik dari Mekah ke Madinah merubah Yatsrib menjadi kota Madinah, menjadi kota peradaban, kota perubahan dengan berbagai sifat-sifat kejadian yang ada dan ketika beliau hadir ini bisa mempersatukan kaum Muhajirin dan kaum Anshar pada saat itu, semua suku-suku merasa terlindungi bahkan Islam pun merasa aman.

"Rasulullah merasa gelisah bila ada salah satu suku atau kaum yang merasa tersisihkan, dimana dinamika yang ada semuanya pada saat itu merasa aman dan terayomi dengan kehadiran Rasulullah di Madinah," katanya dalam Khutbah hari ini.

Lebih lanjut dikatakan bahwa dengan akselerasi percepatan perubahan perilaku masyarakat, sehingga dengan momentum ini mewarnai dan memaknai Tahun baru Hijriyah sebagai Tahun baru Islam.

"Kita jadikan sebagai momentum peradaban dari sesuatu yang baik menjadi lebih baik lagi agar bisa bermakna, agar bisa mendapat ridho Allah SWT, ini bentuk spirit untuk memasuki Tahun baru Islam," harapnya.

Lebih lanjut dengan mengatakan kalau melalui Tahun baru Hijriah ini, apa yang bisa dikerjakan dan apa yang bisa dilakukan perubahan-perubahan, apa yang bisa dilakukan dari tahun-tahun sebelumnya menjadi lebih baik dan semua yang  dilakukan akan dimintai pertanggungjawaban dari Allah SWT di akhirat kemudian.

"Agar semua pengorbanan kita, baik waktu, tenaga dan pikiran semua bermakna dan bernilai ibadah di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, inilah peradaban yang ingin kita lakukan, mengajak kita intropeksi diri, bermuhasabah dan sudah sejauh mana yang kita lakukan dan kita kerjakan, kualitas ibadah kita apa sudah ada perubahan dari kekhusuan jangan sampai seperti itu itu saja," kata Dr. H. Amran Mahmud.

"Olehnya itu, melalui momentum ini mari melakukan perbaikan dan evaluasi diri kita, juga terkait shalat kita, apa sudah bisa merubah pribadi kita, Apakah shalat itu sudah bisa membentengi kita, serta memfilter, mari lakukan perubahan dari diri masing masing, sehingga bisa bermakna dihadapan Allah SWT, luruskan niat kita untuk memasuki Tahun baru Hijriyah ini," katanya diakhir khutbah hari ini.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Dandim 1412 Turun Langsung Memadamkan Titik Api


KOLAKA, Suaratipikor.com - Cuaca panas sejak beberapa hari terakhir di Wilayah Kodim 1412/Kolaka menyebabkan munculnya titik api hingga menimbulkan kebakaran lahan. gambut yang berada di 3 Desa Wilayah Kecamatan Lalolae, Kebupaten Kolaka Timur yang terdiri dari Desa Keisio,Desa Lalosingi dan Desa Wesalo , Jumat (30/08/2019). 

Lahan gambut yang dikenal sangat mudah terbakar kalau sudah kering. Apalagi,saat ini sudah masuk musim kemarau kering. ditambah hembusan angin kencang, bara api akan cepat meluas  Lahan yang kelihatannya sudah padam bisa berkobar lagi karena dasar gambut biasanya masih menyimpan bara api.

Akibat kejadian ini, Dandim 1412/Kolaka Letkol Kav. Ir. Amran Wahid, S.T., M.M turun langsung dan memimpin kelokasi kebakaran bersama personel Koramil 1412-01/Tirawuta beserta Pemda Koltim, PT. Antam, Manggala Agni, Bidang Perlindungan Hutan Provinsi dan KPH (Kesatuan Perlindungan Hutan) memadamkan titik api. 

Semuanya dikerahkan supaya kebakaran bisa dicegah tambah meluas,apalagi lokasinya adalah lahan gambut. Akan tetapi dengan keterbatasan peralatan pemadam dan akses sumber air yang cukup jauh dari lokasi kebakaran membuat petugas gabungan sangat kewalahan serta kesulitan dalam melakukan pemadaman....Ungkap Dandim di sela-sela kegiatan pemadaman api. 

Orang nomor satu di Satuan Kodim 1412/Kolaka ini, berharap agar kejadian di Kab. Kolaka Timur ini menjadi contoh serta pengalaman bagi Koramil lain yang ada di jajaran Kodim 1412/Kolaka untuk senantiasa waspada dan lebih aktif dalam mencegah dengan mensosialisakan bahaya dan dampak dari kebakaran hutan dan lahan kepada seluruh masyarakat .

Dan salah satu upaya Dandim dalam mensosialisasikan masalah Karhutla di wilayah dengan memerintahkan kepada seluruh Danramil untuk memasang baliho himbauan dalam mencegah Karhutla di beberapa titik strategis di wilayah koramilnya masing-masing. Dengan di pasangnya baliho tersebut di beberapa titik minimal dapat meminimalisir terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kodim 1412/Kolaka...Katanya. (*)

Laporan : Peltu Naharuddin,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Berikut Kegiatan Wawancara Lintas Sektor yang Dilaksanakan di Puskesmas Salewangeng di Hadiri Bupati Wajo


WAJO, Suaratipikor.com — Wawancara Lintas Sektor dan wawancara tingkat Pimpinan dalam rangka akreditasi di Puskesmas Salewangeng dari tingkat Madya menuju Paripurna, Jumat 30 Agustus 2019.
Wawancara Lintas sektor yang dilaksanakan di Puskesmas Salewangeng dari Kapolsek tempe yang memberikan tanggapannya tentang penyuluhan mengenai nafzah atau penggunaan obat-obat terlarang dan memberikan pelayanan kesehatan terkait korban kekerasan juga tentang penegakan hukum di lapangan dan melakukan acara lokmin.

Dari tim selanjutnya yang mengatakan dari 24.000 warga yang terdaftar di Kecamatan Tempe, ada beberapa yang belum terdaftar BPJS, Jadi diharapkan Camat dan Lurah bisa mensosialisasikan warganya supaya dapat mengarahkan warganya untuk memasukkan di Puskesmas masing-masing.

Camat Tempe menyatakan bersedia untuk mendukung program di Puskesmas Salewangeng, sehingga dapat meningkatkan pelayanan Kesehatan di masyarakat Kecamatan Tempe, demikian juga dari Koramil Tempe yang juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk memberikan penjelasan penjelasan, serta dari tim penggerak PKK dari Kecamatan Tempe yang memberikan penjelasan kepada tim pada hari ini.

Selanjutnya Abdul Kadar, SKM., M.Kes, sebagai ketua tim bertanya kepada Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin A, S.Sos., M.M. yang ditanyakan mengenai kebijakan sumber daya manusia terkait ketenagaan, dimana tenaga sukarela tidak boleh diberi tanggung jawab sama dengan ASN yang seharusnya misal apoteker yang dua orang harus di tanggungjawab oleh seorang ASN dan mestinya harus didukung oleh regulasi yang ada.

Dari Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin A, S.Sos., M.M yang menyatakan kalau dari sisi ketenagaan yang belum terpenuhi, namun untuk meningkatkan kualitas pelayanan termasuk ketepatan pelayanan dari semua aspek pelayanan, jadi kebijakannya adalah bagaimana menjadi penanggung jawab atau Pokja yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Tenaga honorer ini adalah Suporting, jadi tim pendamping. Jadi apapun yang dilakukan oleh tenaga pendamping harus konsultasi dengan ASN yang diberikan tugas dan tanggung jawab seperti yang dikatakan oleh ketua tim, bahwa ini merupakan erat kaitanya dengan yang dilakukan, apabila berkaitan dengan masalah hukum kemudian terkait kode etik, ini semuanya adalah tanggung jawab ASN yang diberikan tanggung jawab dan tenaga kontrak adalah tenaga Suporting yang melakukan tindakan di bawah kewenangan yang diberikan tanggung jawab oleh ASN dari sisi Ketenagaan.

Selanjutnya tim melanjutkan wawancara tingkat pimpinan Kepada Bupati Wajo yang isinya bahwa, selama ada akreditasi yang dia kunjungi di acara semacam lintas sektor ini, barusan hadir Bupati bersama dengan Sekdanya lengkap.

Dalam wawancara tingkat pimpinan yang dipimpin oleh surveyor tingkat administrasi menyatakan, ini dukungan dari atas 100%, juga mempertanyakan kalibrasi alat kesehatan yang dalam setahun sekali harus diadakan,  karena ditakutkan diagnosa bisa salah karena bisa saja tertukar hasil diagnosisnya ketika tidak ada kalibrasi dan itu mutlak bagi Puskesmas Kota yang berstandarisasi.

Juga mengenai struktur dan terkait pemakaian Ambulance yang memang tidak boleh dipakai untuk mengangkut mayat dan memang harus ada mobil khusus untuk itu, karna ini terkait masalah kesehatan, juga yang lainnya misalnya terkait di UGD yang dipertanyakan. juga dari sisi ketenagaan, utamanya SDM.

Bupati Wajo ketika menjawab pertanyaan dari tim menyatakan bahwa dari jajaran Pemerintah Kabupaten Wajo, menyampaikan apresiasi yang tinggi dan ucapan terima kasih atas masukan masukannya yang cukup objektif, sangat menjadi standar dari layanan Kesehatan.

"Kami tentunya dari Pemerintah Kabupaten Wajo dalam moment baik ini, karena kami memang mempersiapkan untuk anggaran 2020, dan apa yang digambarkan cukup urgent dan inilah yang selama ini kami wanti-wanti untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat Kabupaten Wajo," ungkap Bupati Wajo.

Dan dikatakan kalau layanan yang terbaik itu ada tiga hal menurutnya yang pertama bagaimana layanan bisa cepat, kedua layanan mudah, sehingga masyarakat merasa dimudahkan dalam layanan mereka dan yang ketiga terkait kelengkapan sarana dan prasarana yang memadai yang memiliki standar akreditasi.

"Inilah tujuan akreditasi ini, harus jadi pegangan kita dan apa yang jadi temuan dan sumbang saran dari tim survei itu baik sekali, lakukan sesuai dengan aturan yang ada, terkait ketenagaan kita kualifikasi dan ditingkatkan, evaluasi, serta perseorangannya dan supaya terus mengingatkan kepada kami supaya kita terus di dalam koridor yang diharapkan, kita anggarkan secara bertahap apa yang bisa terkait kalibrasi alat kesehatan kita," harap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

"Jangan sampai  lain yang dibutuhkan, lain yang dibeli, bagi kami sangat merespon, dan Insya Allah kita jadikan prioritas dan perhatian, ini sesuai dengan visi misi kami, diantaranya pelayanan kesehatan, bagaimana hadirkan masyarakat yang sehat ini tentu semua terkait sarana dan prasarana, juga terkait ruang layanan kita, penataannya, masalah ramah anak semua harus jadi perhatian kita semua, mohon terus bimbingannya dari tim dan atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo bila ada hal-hal yang tidak berkenan kepada tim surveyor mohon dimaafkan," Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si, menambahkan.

Kemudian dari Ketua Tim Abdul Kadar, SKM., M.Kes, mengatakan, kalau dari tim mengharapkan agar semua Kabupaten yang disurvei nantinya, kiranya Bupatinya sama dengan Bupati Wajo, karena mereka merasa terlindungi terutama dari keamanan, bagi mereka.

"Mudah mudahan Bupati Wajo diberikan Rahmat dan Hidayah untuk membangun Wajo kedepannya lebih baik lagi," ungkap Ketua Tim pada hari ini. (*)

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : M.Rusdi,DM.

Resahkan Warga, Spesialis Maling Helm Di Parkiran Diamankan Resmob Polres Sinjai


SINJAI, Suaratipikor.com —  Seorang pria inisial WY (26), yang diduga keras sebagai spesialis pelaku pencurian Helm di area parkir kendaraan roda dua. Terpaksa harus berurusan dengan aparat Kepolisian dari Polres Sinjai, setelah aksinya dapat dibongkar petugas.

WY, yang diketahui berprofesi sebagai pengangguran dan berasal dari Kecamatan Bulupoddo - Sinjai tersebut, hanya mampu tertunduk lesu tak berdaya, ketika digelandang petugas kepolisian menuju dinginnya Hotel Prodeo (bui) Polres Sinjai.

Kapolres Sinjai, AKBP Sebpril Sesa, SIK, membenarkan bahwa pihaknya berhasil mengamankan seorang terduga kuat sebagai spesialis pelaku pencurian Helm (WY), yang meresahkan masyarakat di wilayah hukumnya.

"Jum'at (30/8), Unit Resmob Polres Sinjai dipimpin langsung Kanit Resmob, Ipda Sangkala, SH, melakukan penangkapan terhadap pelaku pencurian pria inisial WY (26) asal Dusun barang, Desa Lamatti Riattang, Kecamatan Bulupoddo, Sinjai," ujarnya 

Menurut perwira menengah Polri Alumnus Akademi Kepolisian tahun 1998 itu, penangkapan pelaku (WY) berawal dari unit Resmob yang mendapatkan informasi bahwa pelaku pencurian yang terjadi di depan RSUD Sinjai, depan puskesmas Balangnipa, Indomaret Tangka, Indomaret Lappa dan depan Polres Sinjai, sedang berada di kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara.

"Berbekal informasi tersebut, team langsung bergerak dan melakukan penangkapan terhadap Pelaku berikut barang bukti (BB) yang turut di amankan dari pelaku diantaranya, 3 (tiga) buah helm KYT (hasil curian). 20 (dua puluh) bungkus rokok (hasil curian). 2 (dua) bungkus so good (hasil curian). 4 (empat) botol farfum (hasil curian). 1 (satu) bungkus gula (hasil curian)," bebernya, lengkap.

"Termasuk, 1 lembar baju kaos warna merah  1 buah jaket warna abu-abu silver  1 Lembar celana panjang warna coklat. 1 buah tas warna hitam. 1 pasang sepatu merek nike warna abu-abu. 1 (satu) unit motor yamaha xride warna hitam DD 6640 BV (motor yang digunakan). Uang pecahan Rp.50.000 2 lembar (hasil jual helm). uang pecahan Rp.10.000 ada 2 lembar dan 1 lembar uang Rp.2.000  (hasil jual helm)," katanya, menambahkan.

Sementara itu, Kanit Resmob Polres Sinjai, Ipda Sangkala, SH, menjelaskan, dari hasil Introgasi pihaknya terhadap pelaku WY, Pelaku mengakui bahwa Ia telah melakukan pencurian Helm sebanyak 37 (tiga puluh tujuh) kali dengan lokasi atau tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda-beda tempat.

"Dari pengakuan Pelaku telah melakukan pencurian di depan rumah sakit sebanyak 15 kali. Depan puskesmas sebanyak 12 kali. Depan Polres Sinjai 1 kali. Depan sekolah SMK 9 kali. Selain dari Helm, pelaku juga mengakui bahwa Ia melakukan pencurian rokok di toko dan parfum di Indomaret. Selanjutnya, Pelaku di amankan di Polres Sinjai, guna proses hukum lebih lanjut," pungkasnya. (*)

Laporan : M.Rasyid,
Editor : M.Rusdi,DM / Aswin.

Ini Pesan Ketum DPP GoWa-MO di Malam Karontigi Adik Perempuannya


MAKASSAR, Suaratipikor.com  —  Dwi Nurmayanti Djaenaf  adalah anak ke-7 dari 9 bersaudara, dan merupakan adik kandung dari Ketua Umum DPP GoWa-MO, Syafriadi Djaenaf. Wanita milenial ini dilamar pujaan hatinya, Siapa lelaki beruntung itu, ialah Ashar Maulana Dacing, SH.

Dwi Nurmayanti Djaenaf, merupakan suatu pribadi yang rajin dan ulet, mulai dari kanak-kanak sampai dewasa. Masa sekolah, dimulai SD sampai tamat Perguruan Tinggi (Sarjana Hukum) dilewatinya tanpa hambatan, bahkan prestasi sekolah termasuk rangking 1, 2 atau 3 selalu diraihnya.

Dirinya adalah sosok yang paling dekat (sangat akrab) dengan Syafriadi Djaenaf Daeng Mangka, sejak keduanya masih anak-anak sampai hari ini.

Dwi adalah sosok perempuan yang selalu aktif, penuh ide dan gagasan serta senantiasa memanage ide dan gagasannya, lalu menghadirkannya dalam bentuk tindak nyata atau karya nyata. Hal inilah yang mengantarkannya untuk duduk sebagai pemilik (owner) perusahaan T-PUK

Dwi, yang tergolong wanita mandiri dan karier ini akan melepas masa lajangnya di usia 24 tahun, yang merupakan usia yang sudah matang  untuk membina rumah tangga. Malam ini (30/9), adalah "Malam Korongtigi atau Malam Mappaccing", lalu esok pagi (31/8) adalah hari akad nikahnya.

Sebagai wanita milenial atau wanita jaman now, dia terbilang sukses di usia muda, selain sebagai Owner T-PUK kosmetik juga bergabung pada Managemen LJK Skin Care yang konsen pada produk kesehatan kulit. Meskipun masih muda tapi sudah memiliki usaha kos yang cukup besar dibilangan Pampang, Makassar.

Tak hanya orangtua, tapi seorang kakak pasti juga merasa bahagia melepaskan adik perempuannya menikah.

Saudara perempuan yang sangat dekat dengan Ketua Umum DPP GoWa-MO ini adalah Dwi, yang akan menikah ini. Syafriadi Djaenaf mengatakan, dirinya sangat berat melepaskan adiknya untuk menikah.

"Sebenarnya sangat berat hati ini untuk berjauhan dengan adikku ini. Tapi di sisi lain, saya juga harus memikirkan dan memberikan kesempatan pada dirinya untuk meraih masa depan dan kebahagiaannya bersama pujaan hatinya," jelas Daeng Mangka, sapaan akrab Ketua Umum DPP GoWa-MO

Sebagai seorang kakak, Dg Mangka (panggilan khas Makassar) ternyata juga memberikan sebuah pesan untuk sang adik yang akan segera mengakhiri masa lajang.

"Sebagai kakak yang senantiasa mengharapkan adiknya bahagia bersama suaminya, maka saya menitipkan pesan untuk selalu menjaga keutuhan rumah tangganya, selalu mengedepankan saling pengertian dan jaga kehormatan suami," tutur Syafriadi Djaenaf. (GoWa-MO)

Editor : Andi Aswin Maramat.

Usai Menerima Kunjungan Kadis Kominfo, Ketua IWO Soppeng Berikan Penjelasan Pada Awak Media


SOPPENG, Suaratipikor.com - Selesai menerima kunjungan Drs Sarianto Kepala Dinas Komunikasidan Informatika (KOMINFO) Kabupaten Soppeng, Andi Mull Makmun (A2M) memberikan keterangannya kepada awak media ,Jum'at (30/8/19).

"Selaku Ketua IWO Soppeng, tentunya hal utama yang harus saya lakukan adalah menjadikan IWO sebagai salah satu organisasi Wartawan yang berdedikasi baik serta memiliki kredibel yang di akui di publik," kata Andi Mul.

Selain itu, lanjut Andi Mul, bahwa selaku pimpinan IWO Soppeng, tentunya sangat berharap semua anggota IWO Soppeng untuk senantiasa berupaya melakukan perbaikan dan peningkatan profesi sebagai Wartawan, terus berbenah karena In Sya Allah kedepan IWO Soppeng akan dilakukan peningkatan Kompetensi melaui Uji Kompetensi Wartawan, dan ini sudah kami sampaikan ke IWO Pusat dan Provinsi, jelas Andi Mul.

Untuk di ketahui, Ikatan Wartawan Online (IWO) Soppeng dibawah pimpinan Andi Mull Makmun (Andi Mul-Red) baru setahun berada di Kabupaten Soppeng sudah mampu menunjukkan eksistensi juga makin eksis berkarya, hal itu karena dalam menjalankan visi dan misinya senantiasa mementingkan kebersamaan dalam menjalankan aktivitasnya sehingga tak satupun anggotanya merasa di kucilkan dan angota yang bergabung semakin bertambah banyak .(IWO)

Editor : Aswin

Jumat Berkah, Enrekang Police Care Beri Bantuan Al-Quran untuk TPA Ar Rahman


ENREKANG, Suaratipikor.com - Enrekang Police Care (EPC) memberikan bantuan Berupa Al-Qur'an dan alas Baca Al-Qur'an untuk TPA di lingkungan Langgogo, Kelurahan Lewaja, Kec. Enrekang. Jumat (30/8/19)
Kegiatan Enrekang Police Care dipimpin langsung Oleh Ka SPKT Polres Enrekang IPDA Ahmad Muhtar beserta Tim EPC Polres Enrekang dan di hadiri oleh Kapolsek Enrekang, Lurah lewaja serta Masyarakat setempat.

Bantuan berupa Al-Quran, Alas baca Al-Qur'an dan Uang santunan diserahkan langsung oleh Ipda Ahmad Muhtar yang diterima oleh Bilal masjid Ar Rahman Langgogo yang di peruntukka Untuk anak2 TPA di Masjid tersebut.

Ipda Ahmad Muhtar mengatakan, Kita berbagi Al-Quran ini agar Anak-anak yang menuntut ilmu agama di TPA Ar Rahman ini bisa membaca, menghafal dan mengamalkan isi Al-Quran.

“Sekaligus ini juga sebagai bentuk kepedulian Polres Enrekang untuk menjalin hubungan dan kedekatan dengan masyarakat,” Ungkap Kapolres Enrekang AKBP. Ibrahim Aji

Sementara itu Lurah Lewaja mengapresiasi bantuan Al-Quran dari Kepolisian khususnya Polres Enrekang yang sangat Peduli. Menurutnya itu bagian penting sebagai aparat yang mengayomi masyarakat. (*)

Laporan : Mansyur Nanno,
Editor : M.Rusfi,DM.

Ini Penjelasan LSM MAPANKAN Terkait Kontruksi Proyek Pedestarian Gowa


GOWA, Suaratipikor.com — Ketua LSM MAPANKAN Gowa (Masyarakat Pemantau Anggaran dan Kinerja Aparatur Negara) Fajar Fajhri, kembali memaparkan progres hasil pengawasan dan pemantauannya pada Pekerjaan [proyek] pembangunan atau penataan pedestrian dalam Kota Sungguminasa terkait kualitas dan mutu kontruksi pekerjaan. Jumat, (30/8) Siang tadi di Mesjid Agung Syekh Yusuf, jalan Mesjid Raya Sungguminasa.

Sebelumnya lembaga ini memaparkan hasil pengawasan dan pemantauannya  terhadap proyek ini terkait kurangnya penyerapan anggaran dan lambatnya pekerjaan akibat kurangnya menggunakan tenaga tukang.

"Pembesian tulangan beton yang tidak sesuai kontruksi pada tekhnik kontruksi pembesian tulangan, seperti pada titik depan kantor Bappeda Gowa dimana antara tulangan balok ke tulangan melintang tidak saling mengikat sepertinya dipasang begitu saja tanpa dasar kontruksi besi tulangan,"papar Fajar

Menurut Fajar, itu bisa saja mengakibatkan kontruksi tulangan tersebut tidak dapat menahan lambaian beton. Akhirnya bisa mengakibatkan beton amblas karena tulangan besi tidak saling mengikat. Apalagi jarak behel yang tidak teratur atau tidak tetap tetap ukuran jaraknya.

Kami harapkan jumlah tulangan yang  tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang dan direncanakan berdasarkan  asumsi  bahwa  kedua  material  bekerja  bersama-sama dalam  menahan  gaya  yang bekerja. 

"Pengawas dan PPK harus perhatikan kontruksi pekerjaannya agar sesuai dengan harapan kita semua dan hasilnya awet di manfaatkan masyarakat Gowa,"harapnya.

Ia melanjutkan, pada penggunaan kualitas atau mutu beton untuk struktur juga harus diperhatikan, pada kualitas beton yang di gunakan FC 19,3 MPA sesuai nota pesanan yang kami temukan sepertinya tidak dilakukan pengambilan uji silinder atau uji slime sebelumnya untuk menentukan mutu beton tersebut. Jangan keluar dari Mold (acuan untuk pelaksanaan pengecoran beton)

Pada pengambilan uji slime yang kami pantau dimana pengambilan sampel kubus itu berada di posisi beton K225. Sementara pesanan keduanya itu memakai FC 19,3. Kalau pengambilan pengecoran menggunakan FC 19,3  harus dilakukan uji silinder atau uji slime setiap dump truck molen membawa campuran beton ke In Situ sebelum tumpah.

Tambahan selanjutnya, Pengawas dan PPK seharusnya memperhatikan  pemasangan Poer. Ada beberapa titik kami pantau tidak dilakukan penggalian poer langsung dipasang begitu saja

Semoga pemaparan hasil pemantauan dan pengawasan kami ini bermanfaat dan diperhatikan agar tidak menjadi temuan dan masalah kedepannya dan demi kepentingan bersama untuk kabupaten Gowa yang berkemajuan,"tutup Fajar (*)

Sumber : Syafriadi Djaenaf Dg Mangka,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Persit KCK Cab XLIV Dim 1420 Gelar Jum'at Berkah Berbagi


SIDRAP, Suaratipikor.com -  Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLIV Kodim 1420 Sidrap, menggelar kegiatan Jum'at Berkah Berbagi kepada  masyarakat di Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap, Jum'at (30/08/2019) pagi.

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Persit KCK Cab XLIV Dim 1420 tersebut merupakan pencanangan dari Ketua Umum Persit KCK (Ibu Hetty Andika Perkasa) yang dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia.

Saat ditemui, Ketua Persit KCK Cab XLIV Dim 1420 Sidrap mengatakan, pada hari ini kami melakukan kegiatan Jum'at berkah berbagi oleh Ibu Hetty Andika Perkasa bersama kami Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XLIV Dim 1420.

" Kegiatan ini bertujuan untuk berbagi kepada masyarakat di Kabupaten Sidrap terutama kaum duafa, anak terlantar, panti asuhan, para pemulung serta saudara kita warga kurang mampu,"Ujarnya

Ditambahkannya, Kami berharap semoga dengan adanya kegiatan ini, sedikit banyaknya bisa membawa berkah untuk para saudara-saudara kita.

Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh Danramil 1420-03, Kapten Inf Sukardi, Wakil Ketua Persit KCK Cab XLIV Dim 1420, Ny. Sudirman.SS, Personel Kodim 1420 Sidrap serta para ibu Pengurus Persit KCK Cab XLIV Dim 1420. (*)

Laporan : Serka Irwan,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Rentetan Kasus Korupsi Kacang Kedelai Gowa Kembali di Sidangkan


GOWA, Suratipikor.com - Sempat heboh lalu menghilang, Kasus Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bansos pengadaan bibit kedelai tahun 2015 kembali bergulir.

Kasus yang menjerat Kepala Dinas Pertanian Gowa, Zulkarnain mendekam dibalik jeruji besi itu kini kembali bergulir di Kejaksaan Negeri Sungguminasa Gowa.

Kasus bansos pengadaan bibit kedelai tahun 2015 melibatkan tiga orang staf Dinas Pertanian Kabupaten Gowa, masing-masing berinisial, MS, BB, dan T. Dari hasil audit BPKP,  kerugian negara mencapai Rp3.436.844.800 miliar.

Namun, berdasarkan informasi yang dihimpun Group Wartawan Media Online (GoWa-MO), dalam Kasus tersebut, ada empat Kepala Cabang Dinas (Kacadis) yang ditengarai masalah hukumnya tidak ditindak-lanjuti oleh pihak Kejaksaan Negeri Sungguminasa, Kabupaten Gowa. 

Pihak kepolisian dalam hal ini Polres Gowa sudah lama melimpahkan dengan status P21 tahap 2 namun berapa bulan lamanya tak kunjung dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan.

Empat (4) Kacadis tersebut yakni Kacadis Pertanian Kecamatan Bajeng, Kacadis Kecamatan Bajeng Barat, Kacadis Kecamatan Bontonompo Selatan dan Kacadis Parigi.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Sungguminasa, Herawati mengungkapkan bahwa semenjak dirinya dirinya menjabat Kasipidsus di Kejaksaan Negeri Sungguminasa. Ia langsung melakukan pelunasan tunggakan-tunggakan kasus yang belum diselesaikan.

"Tunggakan yang saya maksud, pertama, dua kepala desa yang dilanjutkan proses penyelesaian kasus hukumnya. Kedua, adalah empat Kacadis pertanian, yang telah empat bulan persidangannya berlangsung," ungkap Kasipidsus, Herawati di ruang kerjanya, Kamis (29/8) kemarin.

Diungkapkannya, bahwa sejak awal duduk di jabatan ini, dirinya langsung melimpahkan semua persoalan hukum yang tertunggak atau tertunda.

"Semua persoalan hukum, telah saya limpahkan ke pengadilan, termasuk di dalamnya persoalan hukum dari empat Kacadis pertanian yang sekarang ini telah masuk bulan ke-4 sidangnya. Jadi sama sekali tidak benar, bila ada kabar diluaran bahwa empat Kacadis ini tidak lanjut kasus hukumnya," tandas Herawati. (*)

Sumber : Syafriadi Djaenaf Dg Mangka,
Editor : Andi Aswin Maramat.

DPD PPNI Kabupaten Sinjai Gelar Rakerda, Ini yang di Bahas


SINJAI, Suaratipikor.com - Dewan Pengurus Daerah  Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI)  Kabupaten Sinjai menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilaksanakan di Lantai 2 Gedung Pertemuan RSUD Sinjai. Jumat (30/08).
Rakerda PPNI Sinjai mengangkat tema “Dengan Rakerda PPNI Kabupaten Sinjai Menuju Eksistensi Perawat di Era Revolusi Industri 4.0”  Kegiatan ini diikuti 197 orang yang terdiri dari pengurus wilayah, pengurus Daerah dan pengurus Komisariat PPNI Sinjai. 

Acara Rakerda ini dibuka  Bupati Sinjai yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Sinjai dr. A. Suryanto Asapa dan dihadiri oleh Direktur RSUD Sinjai dr. H. Amaluddin, para pengurus PPNI dan undangan lainnya.

Ketua DPD PPNI Sinjai A. Ariani Djalil dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakerda ini diharapkan dapat melahirkan sebuah program yang bisa bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Sinjai sehingga mampu mendukung segala program dan kegiatan pemerintah dalam mewujudkan visi misi Pemerintah Kabupaten Sinjai.

Wakil Ketua Bidang Diklat DPW PPNI Sulsel Hamzah Tasa berharap Agar dalam rakerda ini dapat Menghasilkan program yang membawa profesi ini kedepan jauh lebih baik.

“Kami harapkan kegiatan yang akan dihasilkan dapat dievaluasi setiap tahun sehingga kedepan program itu tidak hanya sekedar menjadi salah satu narasi akan tetapi ada nilai tambah terhadap perkembangan program kerjanya, ” katanya.

Sementara itu,  Kadis Kesehatan Sinjai dr. Andi Suryanto Asapa menyampaikan bahwa organisasi perawat ini diharapkan memiliki program yang implementasinya memberikan kontribusi terhadap pemerintah khususnya dalam pelayanan kesehatan.

“Kami berharap PPNI dapat memberikan kontribusi positif dan berpartisipasi aktif dalam mendukung pembangunan sehingga tercapai kehidupan masyarakat yang sejahtera,” Jelasnya. (*)

Laporan : M.Rasyid,
Editor : Andi Aswin Maula Maramat.

Persiapan Pemkab Sinjai Ikut Pada Even TTG Akan Menampilkan Satu Alat Penyulingan Sampah Plastik Jadi BBM


SINJAI, Suaratipikor.com  - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Sinjai,  Yuhadi Samad berharap agar pagelaran Teknologi Tepat Guna (TTG) yang akan di adakan di Provinsi Bengkulu 21-25 September mendatang dapat dijadikan momentum bagi Kabupaten Sinjai untuk menggerakan ekonomi kerakyatan. Pasalnya, hasil karya masyarakat Sinjai diharapkan mampu membangkitkan ekonomi masyarakat khususnya di pedesaan. Ini tidak terlepas dari arahan bapak Bupati Sinjai,  A Seto Gadista Asapa yang tentunya searah dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Sinjai. 
Menurut Yuhadi, persiapan Kabupaten Sinjai ikut pada even tahunan ini menampilkan satu alat penyulingan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Alat ini merupakan buah tangan pemuda Desa Pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah di bawah asuhan Sirman, S. Sos. 

"Berdasarkan hasil rapat di tingkat provinsi Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu untuk Kabupaten Sinjai alat penyulingan sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) di dorong untuk masuk bursa pada ajang tekhnologi tepat guna di Bengkulu. Alat milik pengelola BUMDes Pattongko, Kecamatan Sinjai Tengah, ini pun telah di uji coba, Kamis 29 Aguatus kemarin di halaman Kantor Desa Pattongko" kata Yuhadi di balik telepon, Jumat (30/8).

Terobosan baru Pemerintah Kabupaten Sinjai sebagai peserta Teknologi Tepat Guna (TTG) tingkat Nasional ke XXI Tahun ini di Provinsi Bengkulu bukan sekedar isapan jempol. Dari hasil penyulingan sampah plastiknya bisa menghasilkan 3 jenis bahan bakar minyak sekaligus. 
"Hasilnya mencengangkan, dari 3 Kilogram bahan baku sampah plastik yang dimasukkan ke alat penyulingan generasi ketiga tersebut, mampu menghasilkan 2 setengah botol BBM yang terbagi jenis solar 1 botol, minyak tanah 1 botol dan bensin 1/2 botol," ungkap Yuhadi.

Sekretaris Dinas PMD, Haeruddin pun merasa kagum atas kreatifitas yang di ciptakan oleh pemuda Pattongko. "Ini peluang besar untuk mengenalkan dan memasarkan hasil karya masyarakat Sinjai sehingga kedepan hasil produksi yang dihasilkan alat penyulingan lebih baik lagi. Dalam waktu dekat alatnya akan kita bawa ke Makassar untuk di kirim ke Bengkulu karena kita juga sudah memesan satu Boot untuk Sinjai di TTG nanti” tandas Haeruddin. 

Selain Kabupaten Sinjai,  enam kabupaten/kota yang mewakili Sulawesi Selatan pada pelaksanaan TTG tahun 2019 masing-masing Kota Makassar,  Kabupaten Pinrang,  Kabupaten Kep. Selayar,  Kabupaten Maros, Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Luwu Timur. (*)

Laporan : Muh Rasyid,
Editor : Andi Aswin Maramat.