Tim Bravo Sinergi Eco Racing Silahturahmi ke Sekretariat GoWa-MO


GOWA, Suaratipikor.com — Tim Bravo Sinergi Eco Racing bersilahturahmi ke sekretariat Group Wartawan Media Online "GoWa-MO" sekaligus mengajak wartawan dan pengurus yang bergabung untuk bersinergi. Rombongan disambut langsung ketua umum DPP, Syafriadi Djaenaf. Senin malam, (30/9/2019) di Sekretariat GoWa-MO Cafe Jaman Now Jalan Tumanurung Raya No B 28 Sungguminasa.

Turut hadir mendampingi Ricky Rianto Waketum Bidang Usaha, Kerjasama dan Keuangan dan Wahyunita Waketum Bidang OKK. Dalam sambutannya "Pak Ketua" (sapaan akrab) mengatakan semua sinergi dan peluang usaha kami selalu sambut dengan baik penuh semangat untuk kelangsungan hidup organisasi dan kesejahteraan pengurus termasuk wartawan.

Kami akan membantu mengkampanyekan dan mempromosikan produk yang sangat bermanfaat ini, apalagi untuk mampu Mengurangi emisi gas CO (carbon monoksida) dan abu knalpot,"ungkapnya

Lanjut jelasnya, dampak dari polusi udara yang lebih jelas berdampak pada kesehatan mahluk hidup khususnya manusia, berdampak hujan asam, efek rumah kaca, kerusakan lapisan ozon yang berdampak buruk pada makhulik hidup dan lingkungan.

Sudah saatnya jurnalis ikut berpartisipasi untuk mengurangi pencemaran udara, kita sebagai jurnalis tanpa disadari sebagai penyumbang polusi udara dalam beraktivitas sehari hari kita," pungkas Syafriadi

Top Leader Tim Bravo Sinergi Eco Racing, Mark Gosal mengatakan Eco Racing sebuah temuan produk inovasi yang bermanfaat berbentuk tablet memiliki zat yang mempunyai fungsi bisa melindungi mesin kendaraan anda, meningkatkan nilai Oktan ( Research Octan Number) Bahan Bakar mesin kendaraan, menghemat penggunaan bahan bakar (BBM) serta menghilangkan polusi CO hingga 0%.

" Dirinya menambahkan selain itu Eco Racing sebagai penghemat BBM karena memiliki zat aditif yang memiliki berfungsi untuk melindungi mesin kendaraan, dengan meningkatkan Oktan/RON( Research Octan Number) Bahan Bakar Minyak, sehingga bisa menghemat penggunaan bahan bakar (BBM) serta menghilangkan polusi CO hingga 100%. Produk eco racing ini bisa digunakan untuk kendaraan motor, mobil, truk, bus dan genset danbisa juga digunakan untuk semua jenis mesin yang menggunakan bahan bakar bensin ataupun solar," jelas Mark

Sekedar diketahui Eco Racing bukan hanya sebagai peningkat RON, Eco Racing mampu menyelaraskan MON (Motor Octane Number) agar performa dari kendaraan dapat maksimal. Dilengkapi dengan additif, Eco Racing juga mampu mereduksi, mencegah kerak pada mesin dan saluran bahan bakar, serta mengurangi residu emisi.

Dengan menggunakan PENGHEMAT BBM ECO RACING ini pembakaran akan lebih sempurna. Jika pembakaran sudah sempurna artinya semua bensin (dalam bentuk uap) dalam tabung komparesi terbakar semua sehingga menambah dorongan yang lebih. Dengan Penghemat BBM Eco Racing maka bensin menjadi lebih murni. Eco racing dapat melunturkan kerak kerak melalui udara pembuangan. Menutup pori pori Blok mesin yang terkikis akibat kinerja piston yang tidak stabil. Selain itu, produk eco racing membuat lapisan flin di blok mesin dan piston. Ini merupakan cara kerja eco racing supaya mesin terlindungi. (Syd)

Editor : Andi Aswin,MM.

Acara Pengukuhan & Pembekalan PPKD Digelar di Hotel Sermani


WAJO, Suaratipikor.com — Acara pengukuhan dan pembekalan Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) pelaksanaan pemilihan Kepala Desa serentak gelombang ketiga dalam Daerah Kabupaten Wajo tahun 2019 berlangsung di Hotel Sermani, Senin 30 September 2019.
Hadir dalam kesempatan ini Bupati Wajo beserta Forkompinda Kabupaten Wajo, Kepala Dinas PMD, dari OPD Kabupaten Wajo, Camat, Kepala Desa serta para panitia pemilihan Kepala Desa sebanyak 65 orang.

Dalam laporan pelaksanaan kegiatan oleh Kadis PMD Syamsul Bahri, S.IP., M.Si menyampaikan bahwa pada saat ini  Wajo sedang menghadapi pemilihan Kepala Desa serentak gelombang 3 tahun 2019, setelah gelombang pertama tahun 2015 sebanyak 108 Desa, Tahun 2017 sebagai gelombang kedua sebanyak 26 desa dan pada tahun ini berada di tahap gelombang 3 sebanyak 13 desa dari 7 Kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo.

"Insya Allah jadwal dan tahapan sudah ditetapkan melalui peraturan Bupati dan SK Bupati dan juga sudah  dilaporkan kepada Bapak Kapolres, Dandim 1406 Wajo terkait pendaftaran bakal calon, dan akan dimulai tanggal 2 Oktober 2019 dan selama  terproses dalam tahapan tahapan selanjutnya dan Insya Allah akan berada pada hari pemungutan suara dijadwalkan pada 4 Desember tahun 2019," ungkap Kepala Dinas PMD.

Dan dikatakan bahwa mudah mudahan jadwal tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar, sesuai dengan harapan kita bersama, dari 13 desa yang melaksanakan pemilihan terdiri dari 5 orang panitia pemilihan kepala desa di setiap desanya, dan hari ini sebanyak 65 panitia pemilihan Kepala Desa yang akan dikukuhkan oleh Bupati Wajo.

"Dan sekaligus kami akan meminta petunjuk dari  Bupati serta Forkopimda Kabupaten Wajo untuk kelancaran pelaksanaan pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Wajo tahun 2019, mulai dari tahap persiapan, pendaftaran bakal calon sampai pelaksanaan pada hari h-nya nanti," Syamsul Bahri, S.IP., M.Si menambahkan.

Pilkades serentak gelombang ketiga akan diikuti oleh 13 desa pada 7 Kecamatan, sebagai berikut;

Kecamatan Bola;
1. Desa pasir putih
2. Desa Balielo
3. Desa ujung Tanah
4. Desa Manurung

Kecamatan Pammana;
5. Desa Tadangpalie
6. Desa Tobatang
7. Desa Pallawarukka
8. Desa Lempa

9. Desa Alausalo (Kec. Gilireng).
10. Desa Pattirolokka (Kec. Keera).
11. Desa Tosora (Kec. Majauleng).
12  Desa Pasaka (Kec. Sabbangparu).
13. Desa Lamarua (Kec. Takalalla).

Sambutan Bupati Wajo Dr. H.Amrah Mahmud, S.Sos., M.Si menyampaikan bahwa Desa adalah miniatur negara, didalamnya terwadahi segala aspek kehidupan berbangsa dan bernegara yang dikelola dalam tatanan adat istiadat, kearifan lokal maupun pemerintahan desa.

Lebih lanjut dikatakan kalau Hakekatnya Demokrasi di tingkat Desa dapat terlihat dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa, di mana semua komponen masyarakat terlibat didalamnya, sesuai peran dan fungsinya masing-masing, keterlibatan tersebut mencerminkan adanya kesadaran warga masyarakat di desa dalam menentukan pemimpin mereka.

"Sebagai pemimpin penyelenggaraan pemerintahan di Desa, Kepala Desa merupakan pengambil keputusan, sekaligus penanggung jawab setiap kebijakan yang diambil dan dilaksanakan oleh Pemerintah Desa" ungkap Bupati Wajo.

"Oleh karena itu sesungguhnya Kepala Desa mengemban tanggung jawab yang tidak ringan dalam rangka penyelenggaraan Pemerintah Desa, Kepala Desa harus mampu menjawab tantangan pembangunan yang semakin Kompleks, serta mampu menempatkan diri di atas semua kepentingan masyarakat desa, lebih membangun serta memajukan desa dan warganya," Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. menambahkan.

Dikatakan kalau di Tahun 2019 ini, akan dilaksanakan pemilihan Kepala Desa serentak pada 13 Desa yang tersebar di 7 kecamatan, untuk mensukseskan kegiatan ini, tentunya dibutuhkan dukungan dan partisipasi dari semua pihak termasuk kinerja dari para panitia di tingkat desa.

Lebih lanjut dikatakan kalau kegiatan pembekalan bagi panitia pemilihan kepala Desa ini, sangat penting agar nantinya para panitia dapat mengerti dan memahami tugasnya sehingga Pilkades serentak yang akan diselenggarakan pada tahun 2019 ini, dapat berjalan demokratis, aman, jujur dan adil serta terhindar dari kesalahan dan praktek kecurangan.

"Pada kesempatan ini kami mengharapkan perhatian saudara, pada panitia pemilihan kepala desa untuk bersifat netral, tidak memihak kepada salah satu calon, bekerja secara profesional dan sungguh-sungguh serta penuh tanggung jawab sesuai ketentuan dan aturan yang berlaku, selanjutnya kepada Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait, Camat dan Kepala Desa, pejabat kepala desa dan BPD untuk senantiasa mengawasi dan memfasilitasi pelaksanaan setiap tahapan pemilihan kepala Desa serentak ini," harap Bupati Wajo.

Selanjutnya dilanjutkan dengan acara penyumpahan serta pengukuhan kepada 65 anggota panitia pemilihan Kepala Desa serentak gelombang ketiga oleh Bupati Wajo.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin,MM.

Diskominfo- SP Terus Genjok Tatakelola Sistem Pemerintahan Berbasis Eletronik SPBE


MAKASSAR, Suaratipikor.com — Tatakelola sistem pemerintahan berbasis eletronik SPBE terus digenjok diskominfo- SP dengan melakukan rapat kordinasi dengan tim evaluator mandiri SPBE 2019  dan menghadirkan  seluruh sekretaris dinas lingkup OPD pemrov Sulawesi Selatan-bertempat di ruang command center kantor Gubernur sulsel pada hari senin tanggal 30/09/19.
Kadis Kominfo- Sp Provinsi Sulawesi Selatan  Andi Hasdullah mengatakan bahwa tahun 2019 KemenpanRB memberi kesempatan kepada daerah untuk melakukan evaluasi secara mandiri terkait tingkat kematangan SPBE disemua level pemerintahan- dan selanjutnya hasil evaluasi indeks SPBE tersebut dilaporkan paling lambat akhir oktober 2019 yang dilengkapi data dokumen pendukung- lalu kemudian verifikasi dokumen oleh tim evaluator kemenpanRB untuk mendapatkan finalisasi hasil indek SPBE sulsel tahun 2019- 

Rakor hari ini memang strategis karena langsung kita hadirkan para sekdis untuk  melakukan fungsi kordinasi dalam pengembangan tatakelola teknologi informasi TIK masing- masing OPD nya- peran dan fungsi sentral sekdis opd ini akan terus dikuatkan dalam mengkordinasikan, mengembangkan dan mengontrol tatakelola TIK opd dan juga termasuk mensupporting data dan dokumen yang diperlukan untuk evaluasi mandiri SPBE tahun 2019.

Ditambahkan bahwa nilai SPBE sulsel tahun 2018 itu nilainya Cukup tahun ini target kita Baik bahkan kalau bisa Sangat Baik karena memang sudah banyak progres kita terkait pengembangan SPBE baik pada domain kebijakan SPBE, tatakelola SPBE maupun layanan SPBE- 

Tim evaluator mandiri indeks SPBE 2019 yang diketuai langsung kadis kominfo- Sp hasdullah menyebutkan bahwa tim ini akan merampungkan tugasnya bulan oktober sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan- urai hasdullah. (Diskominfo-SP Sulsel)

Editor : Andi Aswin,MM.

Ini Sambutan Bupati Wajo Saat Serahkan Mobil Operasional Sampah


WAJO, Suaratipikor.com - Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menyerahkan Mobil operasional sampah kepada Camat Tanasitolo di halaman Kantor Bupati Wajo, Senin 30 September 2019.
Mobil sampah ini merupakan mobil operasional yang nantinya diperuntukkan kepada Pemerintah dan masyarakat Kecamatan Tanasitolo untuk dipergunakan dalam pengelolaan persampahan di Kecamatan tersebut

Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si dalam sambutannya ketika menyerahkan mobil operasional ini menyatakan bahwa, Alhamdulillah pada hari ini akan menyerahkan Mobil operasional kepada Pemerintah Kecamatan Tanasitolo.

"Tentu kita berharap, agar pengelolaan ini termanage dengan baik, dan kita serahkan sepenuhnya kepada Kecamatan Tanasitolo, mungkin pak Camat sudah bisa mengatur denga baik operasionalnya, BBM nya, begitu juga dengan ketenagaannya serta operasionalnya dan kebetulan Tanasitolo masih dekat dengan TPA kita , jadi saya kira supaya kita juga tidak ada beban besar untuk bangun TPA dulu, dan TPA nya tetap disini saja dulu," harap Bupati Wajo.

"Kita inginkan agar nanti keberadaan sampah-sampah utamanya di pinggir jalan, utamanya di jalan poros yang "Duppa Mata" , kami harapkan untuk bisa terkelola dengan baik oleh jajaran Kecamatan Tanasitolo," Bupati Wajo menambahkan.

Dan menyampaikan kalau Insya Allah, akan terus berkoordinasi, bagaimana juga nanti akan menghadirkan program-program pengelolaan sampah dan seterusnya,

"Mari kita bersama-sama menyerahkan Mobil operasional ini dengan harapan, dapat dilaksanakan dengan baik, ini salah satu cara untuk menjaga keindahan dan kebersihan daerah kita dan mengawal program Wajo Mapaccing," jelas Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Bupati Wajo juga  mengharapkan kepada Camat Tanasitolo untuk membuat program-program kebawah, kepada seluruh lingkungan, desa-desa, Masjid-Masjid serta fasilitas umum untuk dilombakan saja setiap saat, dan tidak usah ada waktu penilaiannya.

Dan dikatakan kalau nanti waktu tertentu saja ketika ada moment acaranya Pak Camat diumumkan, misal lomba Masjid, lomba kebersihan Masjid, pada saat ada acara di Kecamatan langsung saja umumkan dan berikan penghargaan, yang ini tentu akan betul-betul menjaga kebersihannya, misalnya antar sekolah ada moment pendidikan laksanakan di situ penilaian tanpa diketahui.

"Jadi selalu ada penilaian-penilaian dilakukan Pak Camat, buat tim nantinya, koordinasi dengan DLHD, itu yang kita harapkan supaya ada kesadaran masyarakat, jangan nanti ada penilaian baru mau melaksanakan pembersihan, tapi bagaimana kesadaran masyarakat ini tertata dengan baik, bahwa ini memang merupakan kewajiban kita bersama,"ungkap Bupati Wajo diakhir arahannya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Wajo Andi Muh. Baso Iqbal, S.T., M.Si sebagai Leading Sektor dalam acara ini menyampaikan bahwa terkait penyerahan Mobil operasional pengangkut sampah pada hari ini, 

"Alhamdulillah hari ini kita mengadakan acara penyerahan secara simbolis, Mobil penanganan sampah di Kecamatan Tanasitolo satu unit, kami berharap dengan penyerahan Mobil ini, pelayanan Sampah di Kecamatan Tanasitolo dapat berjalan maksimal," ungkapnya.

Camat Tanasitolo Andi Hasanuddin, S.IP menyampaikan harapannya dengan adanya penyerahan Mobil sampah oleh Bapak Bupati Wajo,

"Alhamdulillah, Insya Allah ke depannya nanti untuk proses persampahan di Tanasitolo Mungkin sudah agak lumayan, dibanding sebelum-sebelumnya karena sebelumnya kami menggunakan mobil pick up Kijang, kalau pakai mobil kecil, tentu belum maksimal, dan dengan adanya Mobil ini, kami usahakan untuk memaksimalkan pengolahan sampah di wilayah Tanasitolo," harap Andi Hasanuddin, S.IP. (*)

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin, MM.

Kapolsek Mattiro bulu & Kepala Desa Padakkalawa Jalin Sinergitas Tentang Kantibmas



PINRANG, Suaratipikor.com - Polsek Mattiro Bulu jalin sinergitas dengan Aparat Desa tentang persoalan bhabinkantibmas di wilayah hukum Polsek Mattiro Bulu, Senin 30/9/2019.

Kapolsek Mattiro Bulu M. Anwar bersama anggota polsek bertandan ke Kantor Desa Padakkalawa, Haltersebut di sambut oleh Kepala Desa Padakkalawa Haedar Ahmad bersama stafnya.

Dalam kunjungannya Kapolsek Mattiro Bulu M.Anwar menanyakan terkait Bhabinkantibmas di Wilayah Desa Padakkalawa.  

Kepala Desa Padakkalawa dalam laporannya kepada Kapolsek Mattiro Bulu terkait kondisi kantibmas di Desa Padakkalawa, bahwa kondisi kantibmas khusus Padakkalawa ada sedikit yang perlu di sikapi terkait sudah adanya 3 unit sepada motor yang telah hilang di desa padakkalawa, Jelasnya. (*)

Laporan : Arfandi, 
Editor : M.Rusdi, DM.

Persit Kartika Chanra Kirana Koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin Dapat Apresiasi dari Danrem 141/Tp


BONE, Suaratipikor.com - Persit kartika chanra kirana koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Lomba Baris- Berbaris tingkat SMP/SMA Se- Kec. Cina Kab. Bone di SMA 18 Cina Desa Tanete Harapan Kec. Cina Kab. Bone dlm rangka memperingati HUT TNI ke 74 tahun 2019 di Wil.  Korem 141/Tp. Kegiatan dibuka oleh Danrem 141/Tp Kolonel Inf Suwarno, S.A.P.
Adapun sambutan danrem 141/Tp Kol. Inf Suwarno,S.A.P. Pada pembukaan lomba baris berbaris SMP dan SMA Sederajat dalam rangka memperingati HUT Ke-74 TNI Hasanuddin saya memberikan apresiasi positif kepada persit kartika chanra kirana koorcab Rem 141 PD XIV/Hasanuddin atas prakarsanya menyelenggarakan lomba baris berbaris tingkat SMP dan SMA, karena manfaatnya sangat besar sbagai wahana untuk menempa generasi muda agar memiliki  karakter, disiplin dan mental yg kuat serta senantiasa taat aturan maupun asas yg kelak akan bermamfaat kesuksesan melanjutkan perjuangan bangsa. 

Mengingat manfaat dari kegiatan lomba ini sangat besar, saya menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh peserta atas partisipasi ada keikut sertaanya dalam pelaksanaan lomba baris berbaris ini, junjung tinggi sportivitas dan kerja sama yg baik antar peserta guna mewujudkan soliditas dan kebersamaan jadi prakarsa untuk menguatkan solidaritas sesama anak bangsa sehingga kelak menjadi duta kedisiplinan dalam menanamkan rasa cinta terhadap negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) 

Adapun yang meraih juara 1 (satu)  SMP Negeri 2 Cina. 
Juara 2 (Dua) SMA Negeri 18 Cina (PKS).
Juara 3 (Tiga) SMA Negeri 18 Cina (Pramuka). 

Turut Hadir pada kegiatan tersebut:
Danrem 141/Tp Kol. Inf Suwarno,S.A.P.
Kasrem 141/Tp Letkol Inf Bobbie Triyantho S.I.P
Para Dan/Kabalak Rem 141/Tp
Para Kasi/Pasi Korem 141/Tp
Kepsek SMA 18 Drs Muh Syahril
DZr SMA/SMP Se-Kab. Cina
Ketua Persit KCK Koorcab rem 141 PD XIV/Hasanuddin Ny Heny Suwarno. (*)

Laporan : Serka Nursaeni,
Editor : Andi Aswin, MM.

26 Tenant Pasar Rewa Mengikuti Testfood Session 2


GOWA, Suaratipikor.com  - Pihak Pasar Rewa A'Kio Ri GoWa-MO kembali mengundang penyewa tenant (Merchant) melaksanakan kegiatan Testfood session 2 di Cafe Jaman Now. Minggu, (29/9) siang ini.
Kegiatan Testfood session 2 ini dengan mengundang 26 penyewa yakni Tenant Deka D Cafe, Sate Taichan & Drink, Kedai Talent, Something Sweet, Pesona, Alpokat Kocok Mantul, Noora's, Biuss, Sebat's Sans, Ramen Mas Choy, Al Fathir Cafe, Kedai Ku, Makan - Makan, Bakso Goreng Baper, Kopi Tiga, Fleksibel, Hoffe X Telur Gulung _ Kids, Kopi Seru, Gold Cafe, Alfa Cafe, Sate Taichan Senayan, Bebs Coffe, Kedai Agapi, Cafe Ela, Natural Cafe, Asri Cafe

Owner Pasar Rewa A'Kio Ri GoWa-MO, Syafriadi Djaenaf mengatakan sebelumnya pada session pertama kita telah melakukan Testfood 18 tenant. Tujuan Testfood ini dilakukan agar setiap menu dapat disesuaikan dengan standarisasi harga dari pihak Manajemen Pasar Rewa A'Kio Ri GoWa-MO .

" Kita harus sesuaikan Pricing atau penyesuaian harga menu, Packaging atau cara penyajian dan cita rasa dari makanan tersebut. Penekanan profesionalisme managemen Pasar Rewa terhadap penyewa tenant demi kepentingan bersama kedepannya agar lebih baik dari tempat sejenisnya.

Lanjut tambahnya, pricing ini sangat penting diterapkan dengan menggunakan standar harga didaerah ini dan sekitarnya,"jelas daeng Mangka (sapaan akrab)

Kegiatan Testfood ini sangat penting dilakukan untuk membantu penyewa tenant dalam hal pendaftaran dan pengambilan gambar untuk dikerjasamakan dengan pihak go-jek secara online.

Selain itu kegiatan testfood ini sekaligus kita lakukan pendataan nama tenant, tujuannya untuk pembuatan neonbox yang di fasilitasi oleh pihak Go-food dengan ukuran 2 x 1 Meter,"tutupnya. (GoWa-MO)

Editor : Andi Aswin, MM.

Satgas TMMD 106 Sosialisasi Cegah Tangkal Radikalisme, Berikut Penjelasannya


SOPPENG, Suaratipikor.com - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 TA. 2019 Kodim 1423 bekerjasama,Kominfo dan Kehumasan Pemkab Soppeng, melaksanakan Sosialisasi Penguatan nilai-nilai Pancasila dalam rangka cegah tangkal radikalisme / separatisme kepada Warga masyarakat Desa Panincong Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng di lapangan Andi Besse, Sabtu (28/9/2019) 

Dandim Soppeng Kolonel Inf. Fajar Catur Prasetyo menjelaskan, kegiatan ini adalah kegiatan TMMD non fisik dalam penguatan SDM tangguh bagi masyarakat dan anak anak kita, guna dapat 
Sebagai generasi penerus bangsa ini.

Lanjut kata Dandim Sosialisasi Penguatan nilai nilai Pancasila ini agar kiranya sedini mungkin ditanamkan pemahaman dalam dalam rangka Cegah Tangkal Radikalisme Separatisme, jauhi Narkoba, tawuran, bulying dan hal hal negatif lainnya agar jiwa dan raga sehat siap menyongsong masa depan, tukasnya

Kegiatan ini dihadiri Oleh Bupati Soppeng H. Andi Kaswadi Razak, dan Forkopimda dan jajaran Kodim 1423 Kabupaten Soppeng.(*)

Sumber : IWO Soppeng, 
Editor :Andi Aswin, MM.

Pemkab Serahkan Dana Hibah, Ini Penjelasan Bupati Gowa


GOWA, Suaratipikor.com —  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyerahkan dana hibah masing-masing sebesar Rp12.018.430.000 kepada Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gowa dan Rp60.006.006.031 kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa. 

Masing-masing dana hibah yang diserahkan dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan dan pengawasan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 mendatang di wilayah Kabupaten Gowa. 

Penyerahan dana hibah tersebut dilakukan langsung Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan kepada Ketua Bawaslu Gowa Samsuar Saleh dan Ketua KPU Gowa Muhtar Muis pada Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) Pemkab Gowa dengan Bawaslu dan KPU Kabupaten Gowa di Baruga Tinggi Mae, Rumah Jabatan Bupati Gowa, Minggu (29/9). 

Bupati Adnan mengatakan, penyerahan dana hibah ini setelah dilakukannya pembahasan dan ekspose secara bersama-sama antara Bawaslu, KPU dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) sehingga ditemukan anggaran yang disepakati dalam rangka menyelenggarakan pilkada di Kabupaten Gowa. Dana hibah tersebut tercantum dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2020.

"Dengan anggaran ini kita harapkan dapat digunakan sesuai aturannya, sehingga penyelenggara pilkada di tahun mendatang bisa berjalan dengan baik. Bahkan menjadi contoh dmenjadi contoh bagi kabupaten/kota di Sulawesi Selatan," katanya. 

Menurutnya, suksesnya pelaksanaan pilkada bergantung pada bagaimana penyelenggaraan itu berjalan dengan baik dan lancar serta sesuai dengan kaidah dan aturan yang ada. 

Sebab, penyelenggaraan yang baik akan melahirkan proses pemilihan yang baik dan pemilihan yang baik akan menciptakan kepemimpinan yang baik, termasuk di Kabupaten Gowa. 

"Saya juga berharap terjalin koordinasi yang baik antara Bawaslu, KPU bersama pemerintah daerah. Sehingga betul-betul kita bisa menjalankan pemilihan kepala daerah di Gowa dengan lancar, aman dan damai," ujarnya. 

Bupati Adnan menegaskan, kesuksesan Pilkada bukan ditentukan pada berapa banyaknya anggaran yang diberikan kepada masing-masing penyelenggara. Tapi suksesnya penyelenggaraan pilkada bergantung dari sumber daya manusianya, bagaimana mereka menjalankan sesuai peran dan fungsinya. 

"Dengan anggaran ini kita juga bisa meningkatkan pencegahan-pencegahan melalui sosialisasi agar tidak terjadi praktek-praktek penyelenggaraan yang tidak sesuai prosedur dan aturannya," tegasnya. 

Dengan adanya anggaran ini pula mampu meningkatkan partisipasi pemilih pada 2020 mendatang. Pasalnya salah satu ukuran keberhasilan pemilu dilihat dari besarnya angka partisipasi pemilihnya. 

Terpisah, Ketua Bawaslu Gowa Samsuar Saleh mengungkapkan, penyerahan dana hibah ini berdasarkan peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) 54 dan Keputusan Bawaslu RI tentang kebutuhan dana pengawasan pada Pilkada 2020. 

Anggaran hibah ini akan digunakan sepenuhnya untuk tahapan pengawasan pada proses Pilkada 2020 nanti. 

"Dana ini akan kita maksimalkan untuk mengawal jalannya pemilihan Bupati Gowa tahun mendatang," ungkapnya. 

Adapun penggunaannya untuk menyukseskan seluruh sosialisasi tahapan pengawasan yang diselenggarakan Bawaslu Gowa. Ada tujuh tahapan pengawasan yang akan dilakukan mulai dari pengawasan verifikasi faktual, pengawasan daftar pemilihan tetap, pengawasan saat proses kampanye hingga lainnya. 

Misalnya, untuk tahun ini pengawasan akan lebih difokuskan kepada aparatur sipil negara (ASN) di wilayah Kabupaten Gowa, tujuannya agar mereka tidak terlibat banyak pada proses pilkada nantinya. 

Sementara, Ketua KPU Gowa Muhtar Muis menyampaikan apresiasinya atas penyerahan dana hibah ini dalam rangka menyukseskan proses Pilkada di Kabupaten Gowa tahun mendatang. 

"Kita bersyukur telah melakukan penandatanganan penyerahan hibah ini, apalagi penandatanganan ini lebih cepat dari deadline yang disepakati yakni 1 Oktober 2019 mendatang," ujarnya. 

Ia pun mengapresiasi atas dana yang diberikan karena telah sesuai dengan kebutuhan proses Pilkada di Kabupaten Gowa atau tidak jauh berbeda dari permohonan yang diserahkan KPU Gowa. 

"Dana ini akan kami gunakan seefektif dan se efesien mungkin untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada," katanya. 

Anggaran ini akan digunakan untuk seluruh kebutuhan dan tahapan pilkada yang sesuai mekanismenya. Dengan anggaran ini pula ditargetkan dapat meningkatkan angka partisipasi pemilih yang merupakan harapan utama Bupati Gowa pada proses Pilkada nantinya. 

"Kita akan berupaya untuk dapat menggenjot partisipasi pemilih dengan menambah kreasi-kreasi sosialisasi nantinya. Kita targetkan partisipasi pemilih pada pilkada nanti bisa lebih besar dari proses pemilu atau paling tidak lebih tinggi dari target nasional yakni 77,5 persen, " tegasnya. 

Muhtar menjelaskan, terkait tahapan pelaksanaan pilkada telah dilaunching sejak 23 September 2019 lalu secara nasional. Sementara di Kabupaten Gowa akan dimulai dengan proses sosialisasi untuk pengajuan bakal calon perseorangan pada pertengahan Oktober 2019 mendatang. 

Lanjutnya, sementara proses pendaftaran calon perseorangan akan dilakukan pada Desember 2019, sedangkan pendaftaran calon secara resmi akan dilakukan pada Juni 2020 mendatang. (CH)

Editor : Andi Aswin,MM.

Bupati Wajo Hadiri Acara World Pharmacists Day 2019 di Lapangan Merdeka Sengkang, Ini Kegiatannya


WAJO, Suaratipikor.com — Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) pengurus cabang Wajo mengadakan acara World Pharmacist Day 2019 bekerjasama dengan Persatua Ahli Farmasi Indonesia yang diadakan di Lapangan Merdeka Sengkang, Minggu 29 September 2019.

Dengan mengambil tema Pharmacist of Wajo Ensure Save And Effective Medicine For All, adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan berupa Senam Dagusibu, pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, donor darah, penyuluhan Dagusibu, Games berhadiah dan lomba foto Booth.

Dagusibu itu sendiri merupakan kepanjangan dari dapatkan artinya Belilah obat di tempat yang paling terjamin yaitu di apotek karena penyimpanan obat di apotek lebih terjamin sehingga obat sampai ke tangan pasien dalam kondisi baik, Gunakan artinya gunakan obat dengan benar penggunaan obat harus sesuai dengan aturan yang tertera pada wadah atau etiket, obat antibiotik harus dihabiskan atau dikonsumsi sampai habis.

Simpan artinya menyimpan obat dengan benar sesuai dengan petunjuk pemakaian yang ada dalam kemasan dan Buang yang artinya bila obat kadaluarsa atau rusak, maka obat tidak boleh diminum, untuk itu obat perlu dibuang dan jangan buang sembarangan.

Dalam kegiatan ini Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos.,M.Si  juga nampak larut  bersama dengan masyarakatnya, dia mengikuti senam serta kegiatan lainnya dan foto bersama dengan masyarakat yang tumpah ruah di lapangan Merdeka Sengkang pada hari ini.

Ini sangat diapresiasi oleh masyarakat kota Sengkang yang juga kebetulan hadir pada hari ini, banyak dari mereka secara spontan untuk melakukan foto bersama dengan Bupati Wajo, kegiatan ini sendiri sangat menarik perhatian karena banyak juga masyarakat yang dapat memeriksakan kesehatannya secara gratis pada hari ini, mulai pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol dan lain sebagainya

Ketua Ikatan Apoteker Indonesia Rahma Mustarin yang merupakan Ketua PC Ikatan Apoteker Indonesia ( IAI )  pengurus cabang Wajo menjelaskan bahwa hari ini adalah World pharmacist Day 2019, ini dalam rangka memperingati hari apoteker sedunia, ada pemberian SKP,  pengabdian apoteker kepada masyarakat.

"Di acara Car freeday ini, kita melaksanakan acara penyuluhan Dagusibu yaitu gerakan keluarga sadar obat (GKSO), jadi ada disini Dapatkah obat, Gunakan obat, Simpan obat dan Buang obat secara baik dan benar, dari kegiatan ini ada beberapa kegiatan yaitu Senam Dagusibu, Pemeriksaan gratis gula darah dan kolesterol ada pemeriksaan tensimeter darah dan lomba foto booth jadi masyarakat kita perkenalkan profesi kami, juga nantinya di Instagram dan tentunya ada games berhadiah," kata Rahma Mustarin.

Bupati Wajo Dr H. Amran Mahmud S.Sos., M.Si ketika kami konfirmasi di akhir acara menyampaikan bahwa,

"Alhamdulillah kita menghadiri acara ini, dalam rangka World Pharmacist Day 2019, kita laksanakan dan kita apresiasi kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh Ikatan Apoteker Indonesia, diantaranya kegiatan Baksos yang dilakukan Ikatan Apoteker Indonesia, ini yang tentu menjadi bagian penting di dalam masyarakat, di dalam mengawal masyarakat di dalam memberikan edukasi tentang bagaimana cara penggunaan obat yang baik, agar tidak salah prosedur dan tidak salah menggunakan, hingga betul-betul bisa menjadi edukasi kepada masyarakat kita," ucap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

Dan dikatakan kalau kegiatan ini di tiap minggunya terkait acara carfreeday, dia berharap ini terus digiatkan karena bagaimanapun juga sehat itu adalah penting atau utama, sehingga harus ada media, ada tempat sekaligus referensi dan tempat silaturahim sekaligus bisa untuk penyegaran.

"Kita berharap masyarakat bisa membudayakan, bisa menjaga kedisiplinan berolahraga agar tetap terjaga kesehatannya," harap Bupati Wajo.

Hadir diacara ini Sri Muntani Ketua PAFI Persatuan Ahli Parmasi Indonesia yang juga aktif memberikan games games berhadiah kepada peserta dan masyarakat yang hadir dengan memberikan pertanyaan serta bisa mendapatkan hadiah tentunya kalau jawabannya benar.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Daci Dais.

Satlantas Polres Pinrang Sabet Tiga Juara Sekaligus dapat Penghargaan


PINRANG, Suaratipikor.com — Satuan lalulintas Polres Pinrang kembali menyabet tiga juara sekaligus, pada HUT Lalulintas yang ke 64. Kasat lantas polres pinrang AKP. Religia Faradikta. SIk yang menerima langsung piagam juara di Mall GTC tempat acara berlangsung, sabtu 28/9/2019.
AKP.Religia Faradikta.SIk mengatakan pada keterangannya bahwa ini berkat hasil kerja keras para rekan-rekan Satlantas Polres Pinrang dan motivasi untuk lebih berkinerja lebih baik lagi, Ujar AKP. Religia Faradikta.
   
Penyerahan piagam tersebut diberikan langsung oleh Kapolda Sulsel yang di wakili oleh AKBP. Aries Syahabudin serta di saksikan oleh PJU Ditlantas dan para pengunjung Mall GTC serta tamu undangan saat itu (Arfandi/Munir)

Editor : Andi Aswin,MM.

Breeder Serama Gowa Gelar Kontes Ayam Serama di Cafe Jaman Now


GOWA, Suaratipikor.com - Ratusan ayam bertubuh mini akan adu kecantikan mengikuti Kontes Nasional Kesenian dan Kecantikan Ayam Serama BSG Cup II dengan tema Bersama Berserama Bersaudara di Butta Bersejarah Gowa, bertempat di Cafe Jaman Now Jalan Tumanurung Raya No B 28 Sungguminasa pada Minggu, 6 Oktober 2019.

Kali ini Breeder Serama Gowa ( BSG) menggandeng Group Wartawan Media Online "GoWa-MO" sebagai media sponsor dan Cafe Jaman Now menggelar kontes seni dan kecantikan ayam Serama Tingkat Nasional dimana sebelumnya telah melaksanakan kontes Regional. Acara semacam ini rutin digelar tahunan oleh komunitas pelestari dan pecinta ayam serama di Sulawesi Selatan.

Ketua Breeder Serama Gowa, Edy mengatakan Kontes Nasional Kesenian dan Kecantikan Ayam Serama BSG Cup II BOTB diikuti sebanyak 150 peserta dari berbagai Provinsi, diantaranya Provinsi Gorontalo, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

Dirinya menjelaskan, panitia pelaksana Kontes Nasional Kesenian dan Kecantikan Ayam Serama BSG Cup II BOTB mendatangkan juri dari Jakarta (Arifin), Bali (Yudy) dan Makassar (Irsal) untuk penilaian peserta kontes,"pungkasnya di Sekretariat GoWa-MO Jalan Tumanurung Raya No B 28 Cafe Jaman Now.

Sementara itu ketua panitia pelaksana, Tyo, mengatakan kontes ini bagian dari penjaringan ayam serama dari peserta tingkat nasional. Menurutnya, BSG menyeleksi ayam pemenang dari kontes ini, sebelum diikutkan ke level internasional Asean

Kontes ini berdasarkan 11 kategori penilaian, yakni kedudukan, dada, galak/keceriaan, body sayap, ekor, balung, bulu, kaki, warna dan ciri-ciri,"jelasnya

Menurut dia, kriteria penilaian dari kontes ayam serama meliputi gaya dan aksesoris, kelincahan (galak/keceriaan), kebersihan (bulu), dan goyangan jengger (balung) ayam serama. Semakin indah goyangan jenggernya, maka semakin tinggi penilaian dari dewan juri.

Dia menjelaskan, kategori lomba dibagi 2 kategori yaitu Kelas Reguler dan Kelas Bintang, dimana setiap kategori ada tiga juara. Kelas Reguler meliputi Anakan Jantan A dan B , Anakan Betina A dan B, Betina Remaja, Betina Dewasa, Jantan Remaja, Jantan Muda, Jantan Dewasa A, Jantan Dewasa B, Jantan Tanpa Lawu dan Eksebisi 

Kemudian Kelas Bintang meliputi Laga Bintang Cilik, Laga Bintang Betina dan Laga Bintang Jantan

Juara Kelas Reguler dan Kelas Bintang akan diseleksi untuk mengikuti Kelas Best Category dengan kategori Best Of Chick (BOC), Best Of Female (BOF) dan Best Of The Best (BOTB).

Untuk mendapati goyangan ayam yang indah, ayam harus dibikin rileks. "Bisa saja ketika sendiri ayam itu bisa dengan indah menggoyangkan jenggernya. Tetapi ketika dihadapkan dengan lawan yang lain, dia ciut, diam saja dan minder tanpa ekspresi. Ini dinamakan shocking animal dan tidak jarang terjadi ayam jatuh mental,"jelas Tyo. (Syd)

Editor : Andi Aswin,MM.

Ini Sambutan Ketua Pusdiklatcab Wajo Saat Gelar Upacara Pembukaan Karang Pamitran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Tahun 2019


WAJO, Suaratipikor.com - Upacara pembukaan Karang Pamitran Kwartir cabang gerakan Pramuka Wajo tahun 2019  yang dilaksanakan di Atakkae, Sabtu 28 September 2019.
Dalam laporan Ketua Pusdiklatcab Wajo Dr.Jamal Kadar, M.Si tentang pelaksanaan Karang Pamitran 2019 mengatakan bahwa dengan semangat Karang Pamitran yang merupakan pertemuan pembina Pramuka untuk mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan serta meningkatkan pengetahuan dan pengalaman ini merupakan wujud penyelenggaraan tukar pikiran dalam rangka membina peserta didik dengan menggunakan pendekatan metode kepramukaan.

Disampaikan juga kalau tugas pokok dari Kepramukaan adalah menyelenggarakan pendidikan bagi anak-anak dan pemuda pemuda Indonesia yang berakhlak mulia, dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar metode Kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keberadaan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia.

Dan dikatakan kalau pelaksanaannya dimulai tanggal 27 September 2019 s.d. 30 September 2019 dengan peserta dari Pembina putra dan putri dari masing-masing Gugus Depan yang berpangkalan pada satuan pendidikan Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dengan jumlah peserta sebanyak 785 orang.

Dalam sambutan Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. dalam acara Karang Pamitran 2019 menyampaikan bahwa
sebagaimana amanat undang-undang nomor 12 tahun 2010 tentang gerakan Pramuka

Dikatakan kalau Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman bertakwa berakhlak mulia, berjiwa Patriot, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dan menjaga serta membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia mengamalkan Pancasila serta melestarikan lingkungan hidup.

"Pramuka yang kini berusia 58 tahun tentu tidak sama suasana dan kondisinya ketika dilahirkan, oleh karena itu perlu diciptakan gerakan Pramuka yang baru, diminati kaum muda. Pramuka tidak lagi terkesan kuno dalam era komunikasi digital dewasa ini karena hampir setiap orang bahkan peserta didik memiliki alat komunikasi berupa handphone bakal smartphone," jelas Bupati Wajo.

"Sebagai seorang anggota Pramuka kita tidak perlu minder dan takut, karena kita adalah praja muda karana yang memiliki budi pekerti yang luhur, menjunjung tinggi budaya warisan bangsa serta memiliki kecakapan hidup dan daya saing, oleh karna itu ada yang perlu kita persiapkan sejak dini diantaranya sikap mental, kedua ilmu pengetahuan dan tekhnologi ketiga adalah kreativitas dalam seni," Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menambahkan.

Dikatakan kalau melalui kegiatan Karang Pamitran Tahun 2019 ini, di samping merupakan pelaksanaan program kerja pengurus Kwartir cabang gerakan pramuka, juga bertujuan untuk membina dan meningkatkan kemampuan, pengetahuan, keterampilan serta menambah dan mempererat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan bagi para pembina Pramuka.

Dalam sambutan ini disampaikan beberapa pesan dan harapan kepada Pembina Pramuka diantaranya.

Pertama jadilah pembina Pramuka yang memiliki mental kepribadian yang kuat, semangat pantang menyerah, disiplin, inovatif dan senantiasa bekerja keras.

Kedua mantapkan nilai-nilai Pancasila, Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka dalam diri peserta didik, agar menjadi manusia Indonesia bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Ketiga banggalah menjadi pembina Pramuka dan banggalah dalam mendidik Tunas Muda generasi emas Indonesia.

Keempat satukan hati dan perbuatan dalam menempuh jalan kehidupan, serta meraih cita-cita di masa depan, kedepankan idealisme, kerja keras, kejujuran dan martabat sebagai seorang Pramuka Sejati.

Kelima mencermati dinamika kebangsaan di televisi dan berbagai pesan-pesan di media sosial, bahkan menjadi gejolak terjadi di daerah-daerah,

"Saya berharap di Kabupaten Wajo Insya Allah tetap kondusif, tetap penuh kekompakan dan kebersamaan, kita mengambil peran bersama, bahkan kita juga melihat gerakan-gerakan anak kita untuk berdemo dan sebagainya, kita selalu kedepankan nilai-nilai kearifan lokal norma-norma agama, kita langsung yang terdepan untuk selalu membimbing dan mengarahkan anak kita, agar tidak nantinya menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan, apalagi ada momen-momen yang akan kita jaga bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," harap Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

"Untuk Itu saya berharap kepada bapak dan ibu dalam dalam momentum yang baik ini, mari kita dengan penuh kebersamaan untuk memantau secara langsung, di mana ada hal atau potensi, mohon supaya segera dikomunikasikan agar kita mengambil langkah langkah strategis agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan terjadi di daerah kita di Wajo," Bupati Wajo menambahkan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan acara tradisi Pusdiklat Lamadukelleng diantaranya berupa penyerahan Pataka Pusdiklatcab Lamadukelleng dari Bupati Wajo selaku ketua Kwartir Cabang Wajo, dengan menyerahkan Pataka Pusdiklatcab Wajo kepada Ketua Kwarcab untuk selanjutnya diserahkan kepada Kapusdiklat Cabang Wajo.

Berikutnya sandi Pusdiklat Lammadukelleng dan penancapan Pusaka Pusdiklatcab Lamadukelleng serta penyematan atribut aparat perkemahan oleh Bupati Wajo 

Diakhir acara Bupati Wajo meninjau langsung tempat-tempat dari perkemahan dari para peserta yang ada di Atakkae. (*)

Sumber :Humas Pemkab Wajo, 
Editor : Andi Aswin, MM.

Wisata Belanja Sutera di Stand Pameran Karang Taruna Wajo d Sidrap


SIDRAP, Suaratipikor.com — Jumat (27/9/19) Kontingen Karang Taruna Kab.Wajo meriahkan Kegiatan Studi Karya Bakti Karang Taruna (SKBKT) dan Bulan Bakti Karang Taruna (BBKT) dengan menggelar pameran Sutera khas Kab.Wajo yang dikenal dengan Kota Sutera.
Kegiatan Tahunan SKBKT dan BBKT yang  pada tahun 2019 di laksanakan di Kab.Sidrap di meriahkan oleh 24 Kabupaten/Kota termasuk kabupaten Wajo yang turut serta dengan menurunkan 202 pengurus.

Pada hari pembukaan kegiatan 26/9/2019 Kabupaten Wajo mengikuti Deville dengan Konsep Metamorfosis Kain Sutera dengan Barisan depan bernuansa kebudayaan lokal Wajo ditunjukkan dengan Tarian Pajaga Gilireng di iringi pasukan gendang dan Angngaru dengan makna Bersumpah setia dan komitmen. Kemudian disusul barisan Maskot Metamorfosis Karang Taruna yakni kupu-kupu dan Kepompong (kokon) yang kemudian dipintal menjadi sutera.

Barisan Deville dipimpin langsung Ketua Karang Taruna Kab.Wajo, Abd.Rahim,S.TP didampingin unsur pimpinan dan pengurus Kabupaten hingga perwakilan kecamatan.

Abd Rahim, saat penyerahan simbolis kain sutera hasil kerajinan warga karang taruna Wajo mengungkap bahwa Staf Ahli yang Mewakil Gubernur mengucapkan Terima kasih dan Salam Hangat kepada pak Bupati Wajo.

"Salam ka sama Bupatita nah ndi," kata staf ahli gubernur usai pengalungan kain sutera.

Salah satu Lomba pada Acara SKBKT dan BBKT ke 59 adalah Kreasi Stand Pameran Potensi Daerah dan Kreatifitas Warga Karang Taruna antar Kabupaten.

Stand Pameran Karang Taruna Kab.Wajo yang bertema Wisata Belanja Sutera dan Wisata Danau Tempe pada Malam ke 2 Jumat, 27/9/2019 terlihat padat ramai dikunjungi pengunjung yang ingin berbelanja Sutera dan foto-foto di alat-alat tangkap para Nelayan Danau tempe yang dipajang.

"Alhamdulillah stand pameran kita ramai dikunjungi warga Sidrap dan kabupaten lain yang ingin belanja kain sutera, baik kain atau pakaian jadi, juga foto-foto," ujar Amran Sekretaris Karang Taruna Kab.Wajo yang sibuk mempromosikan suteranya kepada pengunjung

"Masyarakat senang berkunjung ke stand kami, selain diterima dengan ramah, konsep stand pameran juga sangat baik dan cocok untuk sekedar foto-foto demikian juga untuk berbelanja sutera," tutup Amran

Sekedar diketahui bahwa Kegiatan SKBKT dan BBKT berlangsung tanggal 26 hingga 29 September 2019.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin,MM.

Kekerasan Terhadap Jurnalis Harus di Hentikan, Ini Kata Ketum GoWa-MO



GOWA, Suaratipikor.com - Hari ini aksi menolak RUU KPK dan RKUHP bukan saja datang dari kelompok mahasiswa Makassar namun kelompok mahasiswa di kabupaten Gowa akan turun ke jalan. Ratusan massa akan berkumpul dibatas kota Makassar - Gowa. Bagi pengguna jalan diharapkan menghindari melewati jalur ini setelah sholat Jumat.

Tidak hanya dari kelompok mahasiswa, beberapa organisasi jurnalis juga akan turun kejalan melakukan aksi solidaritas. Mereka menamakan diri Jurnalis Anti Kekerasan. Aksi mereka dalam bentuk aksi solidaritas atas pemukulan dan penganiayaan jurnalis oleh oknum polisi beberapa hari lalu.

Ketua Umum GoWa-MO, Syafriadi Djaenaf mengatakan kekerasan terhadap jurnalis harus di hentikan, aksi ini hanya prakondisi untuk menuntut kepada Kapolrestabes Makasar agar segera memproses hukum oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap Muhammad Darwin Fathir jurnalis Antara, Saiful jurnalis Inikata.com (Sultra), dan Ishak Pasabuan jurnalis Makassar Today. Jumat, (27/9) di Sekretariat GoWa-MO jalan Tumanurung Raya No B 28 Pandang Pandang Sungguminasa.

" Semua orang sama Dimata hukum, jangan karena pelaku pemukulan se-profesi sehingga Kapolrestabes Makassar tidak menindak lanjuti tindak pidana penganiayaan ini. Kapolrestabes Makassar dan Kapolsek Panakkukang pasti tahu karena dalam dokumentasi video yang beredar sangat jelas berada ditempat,"tegas "Pak Ketua"

Lanjut jelasnya, kegiatan kami di lapangan seharusnya dilindungi pihak kepolisian, jurnalis dalam menjalankan aktifitasnya mempertaruhkan nyawa juga jadi selayaknya dilindungi bukan dipukuli. Aksi solidaritas ini di dukung juga oleh Ormas dan LSM sebagai mitra kami. Diantaranya Laskar Merah Putih (LMP) Mada Sulsel.

Jadi aksi hari ini hanya prakondisi, kami akan turun kejalan dengan kekuatan penuh dan tidak akan berhenti sampai pelaku pemukulan diproses hukum. Apa salahnya jurnalis mengingatkan oknum polisi untuk tidak melakukan tindakan pemukulan berlebihan terhadap demonstran ? Apakah itu bukan suatu yang bernilai kebajikan dan berprikemanusiaan ? Kami melakukan peliputan aksi agar dapat menginformasikan kepada masyarakat luas fakta yang sebenarnya.

Ingat, Polisi menjadi Sipil bersenjata karena perjuangan dan pengorbanan Media dan Mahasiswa, inikah balasan buat kami,"tutup Daeng Mangka (sapaan akrab).

Sumber : GoWa-MO,
Editor : Andi Aswin,MM

Rektor Unismuh Bersama Praktisi Bisnis Unismuh Makassar Berkunjung ke Wajo, Ini Agendanya


WAJO, Suaratipikor.com — Rektor Universitas Muhammadiyah bersama rombongan berkunjung ke Wajo untuk menindaklanjuti MoU yang telah ditandatangani bersama Pemerintah Kabupaten Wajo beberapa waktu yang lalu, kegiatan ini dilaksanakan di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Wajo Kamis, 26 September 2019.
Sambutan penerimaan oleh Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menjelaskan bahwa kunjungan kerja Rektor Unismuh Makassar terkait tindak lanjut dengan MoU Pemerintah Kabupaten Wajo dengan Unismuh yang sudah ditandatangani beberapa waktu lalu saat wisuda di Unismuh.

"Kita berharap nota kesepahaman ini ditindaklanjuti dengan berbagai perjanjian kerjasama lebih komplit, lebih bersinergi dengan melakukan percepatan pembangunan yang sekaligus tentunya Unismuh lebih mendorong program-program pengabdiannya kepada masyarakat," kata Bupati Wajo.

"Alhamdulillah sudah banyak ide-ide yang ingin kita rumuskan, untuk bisa menjadi tindak lanjut dalam bentuk perjanjian kerjasama, dalam program enterpreneurship, dan kebetulan dari 25 program kami salah satunya adalah mencetak 10.000 enterpreneurship, yang sementara yang digaungkan ini, dan kemenpora Republik Indonesia sudah menjadikan Wajo sebagai Icon dan sebagai pilot project di Indonesia Timur dan dijadikan percontohan di Sulawesi," tambah Bupati Wajo.

Dan dikatakan kalau ini juga Konek dengan program Kemenpora Republik Indonesia yang ingin mencetak sejuta interpreneurship dan ini bersambut dengan baik.

Lebih lanjut dikatakan kalau juga punya program Integratif Farming Sistem atau pertanian terpadu dengan 3 potensi utama diantaranya pertanian dimana ada tanaman pangan dan perkebunan, kedua Potensi perikanan dengan punya Danau Tempe dan 27 danau-danau kecil, punya laut sepanjang 103 km dan yang ketiga peternakan dengan ingin menjadikan Wajo sebagai salah satu solusi impor daging bangsa dengan kerjasama dengan Unismuh UGM dan ini akan dimassifkan.

"Ini akan menjadi pusat tempat pembelajaran para kelompok-kelompok tani kita, agar dirubah mindshetnya, sehingga ada tambahan pendapatan bisa menjadikan home industri, bisa menjadi pusat oleh-oleh di mana bumdes bumdes bisa juga diberdayakan," terang Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

"Saya kira semua ini bisa di backup oleh Perguruan tinggi, saya yakin bisa terdorong dengan cepat, di mana pilar pilar pembangunan ini bisa berkolaborasi dengan baik semua bersinergi antara masyarakat, Pemerintah, Perguruan tinggi dan Dunia usaha yang ujungnya untuk kesejahteraan masyarakat Wajo," Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si. menambahkan.

Dan dikatakan kalau atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kesungguhan keseriusan Bapak Rektor Unismuh Makassar yang menindaklanjuti dalam bentuk kunjungan kerja dan sekaligus akan mendiskusikan apa yang bisa diwujudkan beberapa waktu yang lalu dengan berkunjung ke pabrik pengolahan jagung di Limbung Unismuh Makassar.

"Kita ingin melindungi petani petani kita di Wajo dari mafia-mafia atau spekulan yang bisa merusak harga, makanya kami programkan program Resi gudang, tujuannya untuk melindungi harga-harga produk dari petani petani kita, dimana ketika tiba panen raya akan ada permainan harga kalau Pemerintah hadir dengan Resi gudangnya sehingga ini bisa melindungi harga dari petani-petani kita nantinya," tegas Bupati Wajo.

Sementara itu pemaparan dan sekaligus sambutan dari Rektor Unismuh Makassar Prof. Dr. H. Rahman Rahim, SE., M.M. yang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Wajo atas kesempatan untuk memaparkan kali ini, berkaitan dengan posisi Unismuh Makasaar terkait kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Wajo.

"Wajo dikenal sebagai pengusaha dan rata-rata sukses di kampung orang dan kami apresiasi Kepada Bupati wajo yang kemarin mengadakan tudang sipulung dengan mengajak orang Wajo kembali ke kampung halaman untuk membangun Wajo," ungkap Rektor Unismuh Makaasar.

Bupati Wajo dengan gagasannya yang begitu banyak untuk membangun daerahnya, membangun masyarakatnya, sehingga kita terpanggil semua untuk ikut bersama dalam proses ini," Rektor Unismuh Makassar menambahkan.

Juga lebih lanjut digambarkan selayang pandang mengenai Unismuh atau Universitas Muhammadiyah Makassar bahwa Unismuh disamping sebagai gedung untuk pembelajaran juga sebagai program enterpreneurship kepada anak anak disana, karena sudah diterapkan kepada anak-anak mahasiswa di sana mulai dari perputaran ekonomi dan lainnya.

"Di Unismuh bukan hanya tatataran teori saja, tapi langsung juga terapan, bagaimana mengajarkan berbisnis kepada anak kita, mulai dari peternakan ayam, penanaman jagung rebus pengolahannya, juga dengan penjualan di kios kios," ungkap Prof. Dr. H. Rahman Rahim, SE., M.M.

"Ini kenapa kami buka semua, agar ini konek dengan apa yang diprogramkan oleh Bupati Wajo, terkait programnya dengan akan mencetak 10.000 enterpreneurship di Wajo, sehingga kami sampaikan kalau di Unismuh bukan hanya tatanan teori tapi sekaligus juga terapan melatih Mahasiswa, melatih masyarakat demikian juga institusinya sehingga hari ini kami bawa semua praktisi bisnis kami ke Kabupaten Wajo untuk bagaimana kita mendukung program Bupati Wajo," Rektor Unismuh menambahkan.

Dan dijelaskan kalau Program 10.000 Enterpreneurship bukan hanya sebagai tataran teori dan berita saja, tetapi betul-betul nantinya diterapkan dan diaplikasikan supaya nantinya Bupati Wajo bisa membuktikan semua gagasannya Insya Allah, kata dia.

"Kami kemarin juga sudah kerjasama dengan Hamburg Jerman terkait pelatihan entrepreneurship dan itu selama 5 tahun dalam Alhamdulillah, sekarang telah berhasil," jelas Prof. Dr. H. Rahman Rahim, SE., M.M.

Dan disampaikan kalau kelebihan ketika Bupati kita ini memiliki jiwa entrepreneurship maka juga akan menciptakan enterprenueship baru yang merupakan jiwa penuh kreativitas dan tak Kenal lelah, ungkap dia.

Dalam pemaparan ini juga dijelaskan program program studi yang ada di Unismuh utamanya program pertanian yang akan terkoneksi langsung dengan program pemerintah Kabupaten Wajo.

Kemudian lanjut dengan pemaparan dari Idham Halid yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi dan bisnis Universitas Muhammadiyah yang memaparkan tindak lanjut antara Unismuh dengan Pemerintah Kabupaten Wajo dengan menampilkan program enterpreneurship enterpreneurship di Kabupaten Wajo.

Juga dijelaskan sampai ke kegiatan ekonomi, bagaimana kegiatan ekonomi bisa sampai ke desa-desa dengan memberdayakan Bumdes yang nantinya bisa tercipta entrepreneurship handal di Kabupaten Wajo.

"Bagaimana menciptakan pertumbuhan ekonomi di Wajo sampai dengan 7% dan pernah kita tahu kalau Wajo pernah mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 9% , sehingga juga perputaran ekonomi jangan hanya bergerak di kota tetapi juga di pedesaan," jelasnya.

Kemudian dari Kepala Bappeda Kabupaten Wajo A.P. Rukka, S.IP., M.Si sebagai moderator dalam acara tanya jawab interkatif yang merupakan tindak lanjut Kerjasama Pemerintah Kabupaten Wajo dengan Unismuh Makassar.

"Kita sudah menangkap bagaimana kemampuan Unismuh Makassar dalam mengelola potensi-potensi daerah yang ada di Kabupaten Wajo nantinya, tentu juga ini merupakan tindak lanjut dari MoU yang sangat penting," terangnya.

"Kita di Wajo bagaimana untuk menangkap peluang ini, memanfaatkan kesempatan ini dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita," Kepala Bappeda Wajo menambahkan.

Diakhir acara memberikan kesempatan kepada OPD dan peserta yang hadir untuk adakan acara tanya jawab secara interaktif dengan Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sumber :  Humas Pemkab Wajo,
Editor : Daci Dais.