Bupati Wajo : Semoga Andy Muhammad Fadly Juara 1 di Final ARRC 2019 Besok


WAJO, Suaratipikor.com -- Strategi apik, bawa Fadly meraih kemenangan di balapan pertama AP250 ARRC Thailand. (TWMR)

Balapan pertama ARRC Thailand kelas Asia Production 250 (AP250) di sirkuit Buriram (30/11) menjadi pembuktian bagi dua pembalap Indonesia. 

Mereka adalah Irfan Ardiansyah (Astra Honda Racing Team) dan Andy Muhammad Fadly (Manual Tech KYT Kawasaki Racing). 

Keduanya sama-sama memuncakki klasemen sementara dengan point persis 176. Balapan pertama ini adalah kesempatan bagi mereka untuk membuka jarak dan membuka kans untuk jadi juara Asia kelas seperempat liter. 

Andy Muhammad Fadly langsung merangsek ke posisi ketiga pada lap pertama. Nasib sial menimpa pembalap Indonesia lainnya, M. Faerozi dari Yamaha Racing Indonesia. 

Irfan dan Fadly juga sama-sama terkena 1.000 rpm pembatasan mesin. 

Yang membuat Andy Muhammad Fadly kesulitan untuk mendahului pada trek lurus. 
Ia selalu kalah pada batas kecepatan maksimal dibandingkan para rivalnya, meskipun selalu apik dalam mendahului dari sisi dalam. 

Di lap ke-8, Fadly masih berkutat di lima besar dan Irfan mulai masuk ke posisi 10. Cukup apik bagi Irfan, ia tidak ingin kehilangan point begitu banyak untuk balapan pertama ini. 

Memasuki lap terakhir, Fadly mulai berada di tiga besar. Ia bersaing dengan Muklada Sarapuech (AP Honda Racing Thailand) dan juga Rafid Topan Sucipto (Bike Corner SYS KYT Racing Team). 

Fadly mendapatkan perlawanan kuat dari Awhin Sanjaya (Astra Honda Racing Team) untuk podium terakhir. 

Namun di tikungan terakhir, ia berhasil mendahului dari sisi dalam Awhin Sanjaya dan Muklada Sarapuech sekaligus dan ambil alih podium pertama. 

Podium pertama ini membuka jarak 13 point dari Irfan Ardiansyah yang berhasil finis di posisi 5. 

Bupati Wajo Dr. H.Amran Mahmud, S.Sos., M.Si mengucapkan selamat kepada Andy Muhammad Fadly yang merupakan Pembalap Manual Tech KYT Kawasaki Racing Putra Asli Wajo.

"Alhamdulillah dengan mendapatkan podium pertama pada Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 kelas AP250cc race pertama di Sirkuit Internasional Chang, Buriram Thailand hari ini," kata Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si.

"Harapan kami semoga bisa menjadi Juara  1 di final ARRC 2019 besok," tambah Bupati Wajo.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Daci Dais.

Sangat Butuhkan Terpal Plastik, Begini Kata Ketua IP3A Kampili


GOWA, Suaratipikor.com -- Ketua Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Daerah Kampili Kecamatan Pallangga sangat membutuhkan Terpal Plastik Untuk menutup tanggul sungai pada bendung 

Hal ini di benarkan ketua IP3A Kampili, Muh Jamil mengatakan saat ini para petani sudah memasuki masa tanam pertama hingga untuk mengantisipasi terjadinya gagal panen maka para petani sangat berharap adanya terpal plastik untuk menutup air tanggul yang jebol 

" Kami mewakili petani berharap Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSJ) segera menyiapkan terpal plastik untuk menutup air yang jebol sebelum hujan melanda, karena para petani terancam gagal panen," Ujarnya 

Sambung Ia juga menuturkan kiranya pihak BBWSJ agar menyediakan terpal plastik sebanyak 16 bal untuk menutup sementara celah atau pori pori yang ada

Menurut laporan dari juru induk Limbung dari 6 M3 air yang ada di sungai jeneberang hanya 1 M3 yang bisa masuk ke intake bendung dan selebihnya terbuang kembali ke sungai lama

" Petani mengharapkan adanya bantuan tersebut agar segera turun tangan menghadapi masalah yang ada," Harapnya 

Ia juga membeberkan bahwa sudah membuat surat permohonan terpal plastik untuk menutup tanggul sungai lama pada bendung Kampili yang ditujukan ke kepala BBWSJ

" Berdasarkan hasil keputusan rapat komisi irigasi untuk musim tanam 1 pada hari jumat tanggal 27/11/2019 yang mengharapkan jadwal hambur dilaksanakan tanggal 15-20 November 2019, kami sudah membuat surat dan secara lisan yang disetujui kepala dinas PUPR Gowa agar secepatnya pihak BBWSJ segera bertindak," Jelasnya 

Diketahui bersama hingga saat ini hujan yang diharapkan turun pada pertengahan bulan November 2019 belum juga turun sehingga sangat diharapkan air yang masih tersedia dan tertampung di waduk bili-bili bisa dialirkan untuk menyelamatkan bibit padi petani akan tetapi karena perbaikan tanggul sungai lama yang sekarang akan diberikan lapisan geotekstil baru sebahagian kecil yang tertutupi sehingga pori-pori timbunan tanah dan bronjong sebagai perkuatan tanggul sementara belum mampu mengarahkan keseluruhan air sungai masuk ke saluran pengambilan (Intake).

Sumber : GoWa-MO,
Editor : Syafriadi Djaenaf.

Reuni Temu Kangen Alumni SMPN 3 Pangsid


SIDRAP, Suaratipikor.com -- Alumni Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Pangsid (Pangkajene Sidrap) angkatan 1992 Reuni Temu Kangen di Jalan Lanto Dg. Pasewang tepatnya di Pelataran Penginapan Ganggawa Kabupaten Sidenreng Rappang, para alumninya menggelar reuni bersama. Reuni yang dikemas temu kangen sesama mantan korps putih biru ini dilakukan oleh angkatan tahun 1992 SMPN 3 Pangsid (Pangkajene Sidrap) ini. Jum'at (29/11/2019).

Sedikitnya, puluhan Alumni hadir dalam acara temu kangen yang diprakarsai oleh Muh. Ali Jinnah Usman Balo.

Menurut Muh. Ali Jinnah Usman Balo yang juga sebagai Wakil Ketua I Lembaga Komando Pemberantasan Korupsi (Lembaga- KPK) PIMDA Kab. Sidenreng Rappang saat kami Konfirmasi melalui via selulernya beberapa jam yang lalu "Pertemuan ini merupakan jalinan ukhuwah silahturahim agar komunikasi rekan-rekan alumni tidak terputus, dimana alumni yang sempat hadir yaitu datang dari beberapa Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan diantaranya Sidrap, Parepare, selain itu ada juga yang berasal dari Provinsi lain diantaranya Kendari Sulawesi Tenggara" ungkap salah satu Alumni 1992 SMPN 3 Pangsid yakni Muh. Ali Jinnah Usman Balo, disela-sela acara reunian tersebut sesaat lalu.

Dalam suasana kekeluargaan itu, banyak kenangan direview saat masih menggunakan seragam putih biru 27 tahun silam.

"Pokoknya nostalgia waktu masih sekolah begitu indah untuk dikenang. Banyak kesan manis waktu sekolah dulu. Serasa pengen memutar ulang kembali jaman sekolah kita dulu," kenang .

Lanjut Muh. Ali Jinnah Usman Balo " kegiatan ini merupakan reuni  temu kangen yang Perdana diadakan oleh alumni angkatan tahun 1992 SMPN 3 Pangsid (Pangkajene Sidrap) dan untuk pembentukan Panitia untuk reuni temu kangen yang akan diadakan selanjutnya akan kami agendakan selanjutnya, dimana kalender tahunan yang akan diadakan pertemuan setidak-tidaknya sekali dalam 2 tahun."

"Insyaallah, kami sudah sepakat untuk melakukan pertemuan alumni setidaknya setelah lebaran Idul Fitri atau sekali dalam 2 kalender, dan diantara para Alumni selanjutnya kami akan agendakan untuk pemilihan Ketua Panitia untuk reuni temu kangen yang akan datang, mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan dan umur yang panjang agar dapat berjumpa di reuni yang akan datang, amin " ucap Muh. Ali Jinnah Usman Balo.(*)

Penulis : Mulyadi,
Editor : Herwandy Baharuddin, SH, CPLC.

IJAS Kecam Pelarangan Wartawan Mengambil Gambar Saat Proses Pelipatan Kertas Suara untuk Pilkades di Selayar

                     
                                     
SELAYAR, Suaratipikor.com -- Ketua Ikatan Jurnalis Selayar (IJAS) Arsil Ihsan, melalui siaran pers IJAS, pada Sabtu, 30 Nopember 2019, pukul. 14.00 Wita, menyesalkan adanya berita pelarangan pengambilan gambar untuk kebutuhan pemberitaan tahapan Pilkades Serentak 2019 di Kabupaten Kepulauan Selayar. 

Berdasarkan keterangan wartawan, Rizal, Ia dilarang melakukan pengambilan gambar proses pelipatan surat suara yang dilaksanakan di kompleks kantor Bupati Kepulauan Selayar pada Sabtu (30/11).

Buntut dari kejadian pelarangan tersebut, Wartawan Rizal kehilangan momen pengambilan gambar serta terganggu tugas jurnalis yang di emban.

Berdasarkan kronologis diatas, Ketua IJAS menilai bahwa telah terjadi penghalangan kerja jurnalistik di kantor pemerintah yang merupakan ruang publik yang bisa diakses oleh semua orang termasuk oleh jurnalis dan media.

Tindakan semacam itu tak sejalan dengan Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers yang menyatakan, "Untuk menjamin kemerdekaan Pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh dan menyebarkan gagasan dan informasi.”

Bahkan pelarangan liputan semacam ini bisa diancam pidana, seperti yang tertuang dalam Pasal 18 ayat 1 UU Pers, yang menyatakan, "Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta".

Selain itu panitia Pilkades Selayar dinilai tidak adil, karena sebelumnya tidak pernah ada larangan hal serupa, bahkan masyarakat umum pun bebas mengambil gambar atau swafoto di lokasi seperti saat pelipatan surat suara pemilu di ruang pola oleh KPUD Selayar.

Ketua IJAS Selayar, meminta kepada Bupati selaku penanggung jawab Pemerintah di Kabupaten Kepulauan Selayar untuk memberi peringatan serta menindak tegas atas perlakukan  jajarannya kepada wartawan saat meliput kegiatan pembangunan dan politik pemerintahan di Kabupaten Kepulauan Selayar. (IJAS)

Editor : M.Rusdi,DM

Pemkab Wajo Peringati HUT Korpri ke - 48 Tahun 2019


WAJO, Suaratipikor.com -- Kegiatan Upacara Bendera dalam rangka memperingati HUT Korpri ke - 48 tahun 2019 dengan tema "Berkarya, Melayani dan menyatukan Bangsa". Jum'at  29 November 2019, di lapangan Kantor Bupati Wajo.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara H. Amran, SE,  Komandan Upacara Uzytawan Kabid Sat Pol PP Wajo, Paup adalah Andi Darmawangsa Kadis Pariwisata Kab. Wajo, Pengibar Bendera anggota Sat Pol PP Kabupaten Wajo dan pengucap UUD 1945 dan Panca Prasetya Korpri adalah anggota ASN Dinas Pariwisata Kabupaten Wajo.

Di Hari Ulang Tahun ke 48 KORPRI Wakil Bupati Wajo H. Amran, SE, membacakan amanat seragam dari Ir. Joko Widodo Presiden RI yang menyampaikan bahwa, selaku Presiden Republik lndonesia dan Penasihat Nasional KORPRI, dia mengucapkan selamat Ulang Tahun kepada seluruh anggota KORPRI dimanapun saudara berada, baik yang ada di tanah air maupun di seluruh Perwakilan Republik lndonesia di Luar Negeri.

"Saat ini, kita berada di dunia yang berubah dengan cepat, yang sangat berbeda dengan dua puluh, tiga puluh atau empat puluh tahun yang lalu. Revolusi industri jilid ke-4 telah mendisrupsi segala lini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tapi juga dalam cara mengelola pemerintahan," ucap H. Amran, SE.

"Karena itu, saya mengajak seluruh anggota KORPRI untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama, tidak ada lagi kerja linear, dan tidak ada lagi kerja rutinitas Birokrasi harus berubah," Wakil Bupati Wajo menambahkan.

Dan dikatakam kalau harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan, oleh karena itu orientasi birokrasi harus betul-betul berubah, bukan lagi berorientasi pada prosedur, tapi lebih berorientasi pada hasil nyata. 

Juga disampaikan bahwa panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi. Bahkan saya sudah minta eselon 3 dan 4 untuk ditiadakan, sehingga pengambil keputusan bisa lebih cepat, hal yang pahit harus dilakukan.

"Karena di era persaingan antarnegara yang semakin sengit seperti saat ini jika kita lambat, kita pasti tertinggal. Karena itu ukurannya adalah bukan lebih baik dari sebelumnya tapi lebih baik dari negara lain yang menjadi saingan kita," jelas H. Amran, SE.

"Kita harus optimis menatap masa depan, kita harus percaya diri menghadapi tantangan kompetisi global, kita harus yakin menjadi salah satu negara terkuat di dunia yang menjadi negara pemenang," Wakil Bupati Wajo menambahkan.

Dan dijelaskan kalau kuncinya adalah dia mau bersatu persatuan dan kesatuan adalah pengikat untuk menuju lndonesia maju. Tanpa persatuan, kemajemukan negara, tidak akan pernah menjadi energi kolektif untuk mencapai kemajuan, tanpa persatuan, akan menjadi negara yang lemah dan pecundang.

"Karena itu, saya mengajak pada seluruh anggota KORPRI yang tersebar di seluruh lndonesia menjadi garda terdepan dalam merajut persatuan, menjaga tali persaudaraan sebagai satu saudara se-bangsa dan se-tanah air," tutup H. Amran, SE.

Hadir dalam Upacara HUT KORPRI ke 48 ini
H. Amran, SE, H. Andi Muh. Alauddin Palaguna, S.Sos Ketua DPRD Wajo, Mayor Inf. Drs. Baso Ratulangi Kasdim 1406/Wajo,
Kompol Sukmana, S.Ik Wakapolres Wajo, Hj. Heriyah, S.H., MH Ketua Pengadilan Agama Wajo, Unsur Ketua/Kepala SKPD Kab. Wajo
Para Camat se Kab. Wajo, Para Kepala Bidang dan Kasi jajaran Instansi Pemerintahan Kabupaten Wajo, serta segenap tamu undangan yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Daci Dais.

Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, Berikut Sambutan Bupati Wajo


WAJO, Suaratipikor.com -- Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW tingkat Kabupaten Wajo dilaksanakan di Masjid Agung Ummul Qura Kabupaten Wajo, Jumat 29 November 2019.
Di awal acara Maulid diawali dengan lantunan ayat suci Alquran, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua panitia yang menyampaikan bahwa kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan program kerja PHBI untuk merayakan hari-hari besar Islam, dan salah satu tujuannya untuk meningkatkan volume kegiatan kegiatan keagamaan di Kabupaten Wajo.

Dalam tujuan berikutnya adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, dan berharap dapat hikmah maulid dari penceramah yang akan didengarkan nantinya, dan ucapan terima kasih atas partisipasinya dari semua yang terlibat dalam acara ini, semoga bernilai ibadah dan ini merupakan wujud kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Acara dilanjutkan dengan Dzikir dan Shalawat oleh Habib Mahmud bin Umar Al Hamid dan tak ketinggalan dengan tabuhan marawisnya.

Dilanjutkan dengan sambutan dari Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud yang menyampaikan bahwa Maulid Nabi besar Muhammad SAW tingkat Kabupaten Wajo dilaksanakan pada hari ini dan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada PHBI sebagai pelaksana kegiatan ini, semoga tetap eksis dalam hari-hari besar Islam lainnya.

"Kita berharap ada hikmah yang dapat dibawa pulang nantinya dan ini juga untuk meningkatkan kualitas hidup kita, acara ini juga bertujuan untuk membangun keumatan, untuk memajukan ahlak generasi kita," harap Bupati Wajo.

Juga dikatakan kalau bagaimana program Gemantik digerakkan secara massif yang bukan hanya bertujuan untuk memperindah bangunan Masjid, tapi tujuan sebenarnya adalah untuk memakmurkan Masjid itu sendiri. 

"Alhamdulillah santri-santri serta Hafidz Hafidz sekarang sudah cukup banyak di Wajo, mari kita bahu-membahu mengakselerasinya, sebanyak 617 Masjid di Kabupaten Wajo, bukan hanya harus bagus secara fisik tapi mesti ada TPA, Madrasah Diniyah Awaliyah dan Tahfidz Qurannya dan sekarang ini sudah banyak titik-titik yang melaksanakan program Tahfidz Quran tersebut tentunya kita sudah berbenah secara dini untuk menghadapi tantangan kedepan dari generasi muda kita," ungkap Dr. H. Amran Mahmud.

Juga dijelaskan tentang kekawatiran untuk meninggalkan generasi yang lemah, sehingga dengan gerakan bersama ini dia optimis tingkatkan sumber daya manusia generasi-generasi muda di Wajo.

"Mudah mudahan kita dapat mencapai visi Pemerintah yang amanah, Wajo yang maju dan sejahtera, maju akhlaknya, maju budi pekertinya dari generasi-generasi kita kedepan," harap Bupati Wajo di akhir sambutannya.

Selanjutnya pembawaan hikmah Maulid oleh
Prof. Dr  H. Arifuddin Ahmad, M. Ag yang merupakan Guru Besar UIN Alauddin Makassar yang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan kegembiraan atas kelahiran Rasulullah.

Diceritakan kalau Rasulullah lahir di sekitar Ka'bah, sehingga paman, nenek serta orang terdekatnya gembira dan melakukan tawaf. dan juga disampaikan sejarah daripada Al Barzanji yang menggambarkan tentang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Juga digambarkan bahwa pluralitas yang ada diantara masyarakat dan keanekaragamannya dengan mencontohkan warna warni pada telur atau berbagai macam telur yang dibuat untuk acara ini, sehingga jika disatukan dalam sebuah wadah maka itu akan indah kelihatannya, maka demikian juga ibaratnya dengan kita semua, kata dia.

"Beliau patut dicontoh dan diteladani karna merupakan teladan terbaik, dan apakah kita sudah benar-benar maksimal meneladani Rasulullah, dimana akhlak terpuji bersatu pada diri Rasulullah," katanya

Juga disampaikan akhlak Rasulullah dalam pergaulan, dimana dia tidak membeda bedakan siapapun, baik muslim maupun bukan muslim, dia menginginkan Islam menjadi Rahmatan lil Alamin, sehingga melalui momen ini, intinya bagaimana kegiatan umat untuk dibangkitkan

"Program Masjid Cantik yang diprogramkan Bupati Wajo merupakan contoh dari warisan Rasulullah, dan sudah cocok dengan program dari Bapak Bupati, karena adanya pewarisan Alquran dan hadis, yaitu dengan penghafal penghafal Alquran yang ada pada program Tahfidz Alquran di Wajo," jelas Prof. Dr  H. Arifuddin Ahmad, M. Ag.

Juga dikatakan kalau Gerakan Masjid Cantik yang diprogramkan dari Bupati Wajo dimana Masjid-Masjid yang dia perhatikan sudah bagus, sehingga juga nantinya bisa menarik jamaah masuk ke Masjid karena inti dari Gerakan Masjid Cantik adalah untuk memakmurkan Masjid.

"Syukur dengan program Bupati Wajo yang membesarkan Islam di Wajo, Mari kita bersatu padu apapun peran kita, sekecil apapun yang kita kerjakan, dan ini sudah sesuai dengan akhlak Rasulullah, mari kita saling mendukung dan salah satu fungsi dari gerakan Masjid Cantik, supaya masyarakat Wajo tetap baik aqidahnya," harap Prof. Dr  H. Arifuddin Ahmad, M. Ag diakhir ceramahnya.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Daci Dais.

PT Wika Lapor ke Gubernur Progres Proyek Bandara Sultan Hasanuddin


MAKASSAR, Suaratipikor.com -  Pimpinan PT. Wijaya Karya (Wika) Tbk, Dony Hardono Budiman, melaporkan, progres pembangunan proyek Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin kepada Gubernur Sulsel, Prof H M Nurdin Abdullah, di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jendral Sudirman Makassar, Jumat 29 November 2019. 

Doni memaparkan, pembangunan terminal, gedung parkir dan jalan layang penghubung antara tempat parkir menuju terminal utama, keseluruhan sudah mencapai 25,34 persen. VIP room Emmy Saelan milik Pemprov Sulsel memiliki luas area kurang lebih 350 meter persegi, sedangkan untuk rencana pembangunan VVIP yang baru ini selain luasnya 214 meter persegi, nantinya akan memiliki jalur khusus atau akses perkantoran dari PT. Angkasa Pura. 


"Sementara untuk ruang tunggunya, menggunakan desain moderen dan langsung bisa menyaksikan kedatangan pesawat dari kaca ruang tunggu," paparnya. 


Di tempat yang sama, GM Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Wahyudin, menjelaskan, pembangunan bandara ini sekaligus akan memindahkan ruangan VVIP milik Pemprov Sulsel di posisi terminal selatan.


"Kita rencana akan memindahkan ruangan VVIP Pemprov ke terminal baru. Jadi nanti kita dari pihak bandara yang akan bikinkan semua ruang VVIP Room untuk Pemprov," kata Wahyudin.


Sementara, Gubernur Sulsel, Prof H M Nurdin Abdullah, mengatakan, semua hasil presentasi, baik dari PT. Wika maupun GM Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, semuanya sudah bagus. Iapun menanyakan kepada PT. Wika dan pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, apakah ada kendala selama pekerjaan berlangsung. 


Diketahui, ruang lingkup pekerjaan pembangunan Bandar Udara Internasional Hasanuddin ini terdiri dari revitalisasi terminal eksistensi luas 51.005 meter persegi, terminal utama luas 95.450 meter persegi, jembatan penghubung luas 4.502 meter persegi, dan gedung parkir utara 29.253 meter persegi. 


Sementara, untuk terminal selatan luas 19.550 meter persegi, halaman landscape luas 205.092 meter persegi yang merupakan mekanikal elektrikal elektronika bandara. dan untuk fly over serta ground road luas 105.551 meter persegi. Dan ekedar informasi, pekerja di proyek tersebut 1.330 orang. (*)


Jumat, 29 November 2019

Humas Pemprov Sulsel.
Editor : A2W.

Berhasil Kembangkan SDM, Gubernur Sulsel Sabet Paramakarya 2019


JAKARTA, Suaratipikor.com - Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah, menerima Anugerah Paramakarya 2019, yang diserahkan Wakil Presiden RI, Prof KH Ma'ruf Amin, di Istana Wakil Presiden, Kamis 28 November 2019.

Penghargaan ini, menurut Ma'ruf Amin, merupakan sebuah prestasi di bidang pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia. Khususnya pada level produktivitas tenaga kerja.

Paramakarya diberikan kepada sebuah perusahaan yang dinilai mampu meningkatkan produktivitasnya selama tiga tahun berturut-turut.

Ma'ruf Amin meminta kepada penerima anugerah Paramakarya agar terus meningkatkan inovasi untuk dijadikan sebagai contoh di wilatah masing-masing.

Sementara, Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah, menilai, anugerah Paramakarya yang diterimanya menjadi motivasi kepada pengusaha untuk terus mengembangkan kreativitas dan inovasi.

"Ini sesuai dengan visi dan misi pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin tentang pengembangan sumber daya manusia," ujarnya. (*)

Kamis, 28 November 2019
Humas Pemprov Sulsel.
Editor : Syafriadi Djaenaf.

Hirup Udra Bebas, Terdakwa Kasus Korupsi Tujuh Puskesmas di Kabupaten Wajo


WAJO, Suaratipikor.com -- Setelah ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo selama beberapa bulan, H.Huslan yaitu Terdakwa kasus korupsi tujuh Puskesmas di Kabupaten Wajo akhirnya bisa menghirup udara bebas pada tanggal 29 November 2019.

Huslan dikeluarkan demi hukum berdasarkan Berita Acara Pengeluaran Tahanan Demi Hukum Nomor: W23.PAS1.PK.01.01.01-4703. Berita acara yang ditandatangani oleh Kepala Lapas Kelas I Ujung Pandang Robianto.

Sebelumnya selain H.Huslan sebagai PPK ada beberapa orang terdakwa tersebut yakni, Ilhamsyah yang merupakan konsultan, Rahmat Razak sebagai kontraktor, Amran sebagai PPTK, dan Saharuddin sebagai kontraktor.

Ketua Tim Kuasa Hukum H.Huslan yaitu Rahman Peddu, S.Pd.,SH yang biasa disapa Rahman Peddu menyatakan "Klien kami dibebaskan karena masa penahanan sudah berakhir. Walau begitu, proses hukum terhadap klien kami masih tetap berjalan. Klien kami tetap harus menjalankan sejumlah agenda persidangan yang saat ini masih berlangsung, minggu depan agendanya pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum," jelasnya.

Begitu pula menurut salah satu Anggota Tim Kuasa Hukum H.Huslan yaitu Herwandy Baharuddin, SH saat kami Konfirmasi melalui via selulernya beberapa jam yang lalu "Bahwa selain H.Huslan keempat orang dari tahanan Kejari Wajo lainnya juga resmi dibebaskan pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas 1 Ujung Pandang tempat mereka ditahan, Mereka dikeluarkan demi hukum karena masa penahanan sudah berakhir." Ucapnya.

Lanjut Herwandy "Kami sangat mengapresiasi pihak Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas 1 Ujung Pandang karena telah mengeluarkan klien kami dari tahanan, hal ini sejalan dengan Pasal 6 ayat (3) Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 24 Tahun 2011 tentang Pengeluaran Tahanan Demi Hukum, berbunyi: 
"Kepala Rutan atau Kepala Lapas wajib mengeluarkan Tahanan demi hukum yang telah habis Masa Penahanannya atau habis masa perpanjangan penahanannya". Pungkasnya. (Red)

Ratusan Anggota PGRI se-Kabupaten Gowa Hadiri Peringatan HUT Korpri ke- 48


GOWA, Suaratipikor.com --Wakil Bupati Gowa, Abd Rauf Malaganni bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Peringatan HUT Korpri ke-48, yang dirangkaikan HUT PGRI ke-74 dan Hari Guru Nasional Tahun 2019, di Halaman Kantor Bupati Gowa, Jum'at (29/11).

Upacara yang diikuti ratusan anggota PGRI se-Kabupaten Gowa, pimpinan SKPD serta para PNS lingkup Pemkab Gowa ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, H Muchlis dan Ketua PGRI Kabupaten Gowa, H Abbas Alauddin.

Dalam sambutannya, Abd Rauf mengatakan, Hut Korpri yang mengangkat tema 'Berkarya, Melayani dan Menyatukan Bangsa' menyiratkan bahwa, semakin ke depan harapan masyarakat terhadap kualitas layanan publik akan semakin tinggi. 

Untuk memenuhi harapan masyarakat ini, setiap anggota Korpri harus memiliki
karakter dasar sebagai birokrasi yang melayani, serta berkarya bagi bangsa dan negara secara profesional. Apalagi dengan teknologi yang semakin canggih yang memaksa cara bekerja kita harus berubah. 

" Kita tidak boleh lagi menyelesaikan masalah saat ini dengan cara-cara masa lalu. Masalah saat ini harus kita selesaikan dengan cara-cara kekinian yang lebih cepat, lebih efisien dan lebih memberikan dampak luas dan berjangka panjang," katanya.

Sejak pertama kali berdiri, korpri sebagai satu-satunya wadah bagi pegawai untuk terus berupaya dalam meneguhkan fungsinya. Sebagai perekat dan pemersatu bangsa Korpri dituntut berkomitmen tegak lurus terhadap kepentingan bangsa dan negara.

" Korpri harus siap bertransformasi, menjadi bagian integral dari pemerintahan yang berperan menjaga kode etik dan standar profesi. Juga memberikan perlindungan hukum serta meningkatkan kepedulian sosial dan lingkungan," ungkap Rauf.

Agar Indonesia bisa menjadi bangsa pemenang dalam kompetisi global, maka rakyat membutuhkan anggota korpri yang disiplin, bertanggung jawab dan berorientasi kerja.

Olehnya itu, korpri diharapkan meninggalkan pola pikir masa lalu yang egosentral, mental priyai, mental penguasa, mental koruptif yang hanya mampu terpaku pada formalitas belaka.

" Fokuskan energi pada intisari dari pelayanan publik, yakni dengan memberikan pelayanan terbaik kepada rakyat sekaligus menjadi bagian dari solusi bangsa dengan terus melakukan inovasi-inovasi yang dapat mempercepat laju pembangunan nasional, " tambah mantan Asisten Pemerintahan dan Kesra ini

Sementara kepada guru-guru yang ada di Kabupaten Gowa, profesi kalian adalah sebuah profesi yang melibatkan hati dan perasaan dalam bentuk keikhlasan. Bekerja tanpa pamrih, membentuk watak dan kepribadian peserta didik ya g nantinya akan menjadi penerus bangsa dan negara.

" Ditangan bapak ibu masa delan bangsa kita tergenggam. Bapak ibu adalah inisiator, inspirator dan juga motivator yang handal dalam membentuk sumber daya manusia yang berkemajuan dan berdaya saing tinggi. Ibarat cermin, bapak ibu guru adalah cermin masa depan bangsa ini," ujarnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi kepada para guru di Indonesia, terkhusus yang ada di Kabupaten Gowa, atas segala keikhlasan dan tanggung jawab yang diemban dalam mencetak generasi milenial yang beretika dan berbudi pekerti luhur. (Vh)

Editor : A2W.

Guru Berprestasi di Gowa Diberikan Penghargaan Medali dan Piagam Oleh Pemkab


GOWA, Suaratipikor.com — Guru  Kabupaten Gowa yang berprestasi mendapatkan apresiasi dari Pemkab Gowa. Mereka berprestasi dalam ajang Pekan Olah Raga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan.

Pemberian penghargaan berupa medali dan Piagam diserahkan oleh Wakil Bupati Gowa, H. Abd Rauf Malaganni. Berlangsung dalam peringatan Hari Korpri ke-48 Tahun, dirangkaikan dengan peringatan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-74 Tahun dan Hari Guru Nasional 2019.

Penerima penghargaan yakni Rahmatiah peraih medali emas pada lomba Kreativitas Guru jenjang TK, Hasan Basri peraih medali emas pada lomba MTQ, dan Satriani peraih medali emas pada lomba Tari Tunggal.

Kemudian, Nur Azizah Syarif peraih medali perak pada lomba kreativitas Guru jenjang SD, Khaeruddin peraih medali perunggu lomba mendongeng, tim putra dan tim putri lomba tenis meja yang telah meraih medali perak.

Selain itu, piagam penghargaan juga diberikan kepada 29 Guru penulis jurnal karaeng Pattingalloang tingkat Kabupaten Gowa.

Abd Rauf menyampaikan bahwa medali dan penghargaan yang diberikan hari ini merupakan wujud apresiasi pemerintah atas prestasi para guru-guru yang telah berhasil mengharumkan nama Kabupaten Gowa di tingkat Provinsi.

" Ini adalah bentuk kepedulian dan support pemerintah daerah atas prestasi yang membanggakan kami. Semoga ditahun-tahun berikut prestasinya dapat ditingkatkan lagi, sehingga PGRI Gowa dapat terus berjaya dalam ajang-ajang berikutnya," pungkas Wabup Gowa. (VH)

Editor : A2W.

Latihan Gabungan PMR Tingkat Madya dan Wira se Kab.Wajo Tahun 2019


WAJO, Suaratipikor.com -- Upacara pembukaan latihan gabungan PMR tingkat Madya dan Wira se Kabupaten Wajo Tahun 2019 di rumah adat Atakkae, Kamis 28 November 2019.
Di awal acara dengan pengucapan prinsip dasar gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, dan dilanjutkan dengan pembacaan Tribakti Palang Merah Remaja,

Laporan Ketua Panitia pelaksana latihan gabungan PMR Madya dan Wira se Kabupaten Wajo yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada peserta latihan gabungan PMR Wira dan Madya se Kabupaten Wajo yang nantinya bukan hanya menjadi wahana silaturahim antar anggota PMR, tetapi juga menjadi proses penyatuan persepsi dalam meningkatkan keterampilan, kualitas dan lainnya.

Latihan gabungan ini bersepakat mengangkat tema "Mewujudkan generasi cerdas dan ceria, menuju Indonesia tangguh" yang pada dasarnya masih dengan tema Harlah PMI ke 74 tahun 2019 yaitu "Kita Kuat Indonesia tangguh".

Dikatakan kalau kekuatan fasilitator sebanyak 16 orang yang didampingi oleh panitia masing-masing 2 orang panitia, yang akan mencurahkan segenap ilmu sesuai spesialisasi masing-masing.

Pada kegiatan ini dikemas dalam bentuk in dan out yaitu indoor berbentuk life skill station dan outdoor yaitu praktek pertolongan pertama dan simulasi bencana, ditambah satu forum pemersatu PMR Madya dan Wira, yang diberi nama forum remaja Palang Merah Indonesia yang disingkat Forpis.

Dilanjutkan dengan amanat dari Pembina upacara sekaligus membuka secara resmi latihan gabungan PMR Madya dan Wira se Kabupaten Wajo tahun 2019, dalam hal ini oleh Bupati Wajo yang juga sekaligus sebagai Ketua PMI Kabupaten Wajo.

Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menyampaikan kalau bergabung dalam PMI tentunya ingin mendapatkan amal amal jariyah, membantu saudara-saudara kita, membantu kemanusiaan dan membantu kebencanaan.

"Tentu harapan besar kita melalui latihan gabungan ini, akan betul-betul mempersiapkan diri menjadi tenaga Palang Merah Remaja yang memiliki sumber daya, kompetensi, keahlian, kecakapan, kegesitan, kepekaan, kreativitas, Inovasi dan yang paling penting adalah inisiatif," jelas Dr. H. Amran Mahmud.

"Kalau kita sudah punya kepekaan, sudah punya soft skill, peka dalam lingkungan kemasyarakatan, dalam berbagai dinamika kehidupan, sehingga ada orang yang perlu pula kita bantu, kalau sudah ada soft skill kepekaan diri maka dibutuhkan kecakapan hidup di mana kecakapan hidup kita harus memiliki keilmuannya, ilmu PMR, ilmu PMI, ilmu sosial budaya,  ilmu sosial kemasyarakatan dan ini semua yang harus dimiliki," Bupati Wajo menambahkan.

Dilanjutkan dengam menyampaikan bahwa banyak nilai-nilai kearifan lokal yang sudah semakin bergeser, dengan era kehidupan yang semakin modern, juga era modern juga bisa mempermudah kehidupan, di era Digital 4,0 ini membuat dunia ada dalam genggaman, segala sesuatu sudah bisa selesai dalam genggaman.

Juga dengan melalui latihan gabungan PMR ini, betul betul digunakan dengan baik membekali diri, meluruskan niat, masuk di PMI mempersiapkan diri untuk jadi orang hebat,

"Kita ikut terlibat dalam kemanusiaan, semua proses yang kita dapatkan melalui latihan gabungan ini melalui organisasi ini, itu sebenarnya membentuk karakter kita," jelas Dr. H. Amran Mahmud.

"Hadirkan karakter manusia yang peka, manusia yang peduli, manusia yang selalu membantu dan inilah yang mau kita lakukan dalam pelatihan ini, hadirkan karakter manusia yang peka, manusia yang peduli manusia yang selalu mau membantu. Ini yang mau kita lakukan dalam pelatihan ini," Bupati Wajo menambahkan.

Dan dikatakan kalau tidak ada orang yang sukses begitu saja, ketika tidak dikolaborasi semua keilmuan yang ada, termasuk ilmu yang didapatkan melalui kepalang merahan ini.

"Lahirkan jati diri kita, temukan jati diri kita dan hadirkan serta persembahkan jati diri kita yang baik untuk orang lain," kata Bupati Wajo diakhir arahannya.

Acara dilanjutkan dengan penyematan atribut panitia dan peserta latihan gabungan PMR Madya dan Wira se Kabupaten Wajo oleh Bupati Wajo.(*)

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Daci Dais.

Paket Tumpeng Untuk Ultah di Cafe Jaman Now


GOWA, Suaratipikor.com -- Ulang tahun merupakan momen spesial bagi seseorang. Bertepatan hari lahir itu tentunya ada keinginan untuk melewatinya dengan sesuatu perayaan yang tak terlupakan.

Bahkan tidak jarang orang memilih tempat khusus agar lebih berkesan. Tidak sekadar ulang tahun untuk diri sendiri.

Saat ini tumpeng bisa menjadi solusi buat merayakan ultah, konsep nasi tumpeng kekinian telah banyak di buat secara kreatif

Tumpeng bertuliskan selamat ultah dapat menjadi pengganti kue tart dan akan memberikan kesan yang istimewa. Ulang tahun identik dengan kue tart dengan berbagai hiasan yang membuatnya menarik, seperti tulisan ulang tahun. Tapi, hal ini sebenarnya juga bisa Anda dapatkan dari makanan tradisional, yakni nasi tumpeng.

Kini Cafe Jaman Now menjadi rekomended untuk merayakan ultah atau acara syukuran dengan nasi tumpeng. 

Seperti halnya dengan Mas Andrew dan Romi Rianto, hari ini Kamis (28/11/2019) merayakan ultahnya di cafe Jaman Now dengan memesan nasi tumpeng.

Mas Andrew mengatakan harga paket tumpengnya terbilang murah karena sudah include dengan tempatnya, hanya dengan 250 ribu sudah dapat tumpeng 30 Cm lengkap lauknya,"pungkasnya. (*)

Sumber : GoWa-MO,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Kabupaten Gowa Sebagai Tuan Rumah CRM Expo 2019


GOWA, Suaratipikor.com -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa merasa bangga karena dipilihnya daerah bertajuk Butta Bersejarah ini sebagai tuan rumah pelaksanaan Cabang Ranting Muhammadiyah (CRM) Expo 2019 yang digelar Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR) Pimpinan Pusat Muhammadiyah. 

"Saya mewakili pemerintah daerah menyampaikan terimakasih karena dipilihnya Kabupaten Gowa sebagai lokasi event nasional Muhammadiyah ini," ungkap Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan saat memberikan sambutan pada Pembukaan CRM Expo 2019 di SMA Muhammadiyah Limbung, Kecamatan Bajeng, Kamis (28/11). 

Ia menegaskan, Pemkab Gowa akan terus berbenah diri agar dapat memberikan sumbangsih kongkrit pada daerah, bangsa dan negara Indonesia. Sehingga bisa lebih maju dan berkembang di masa mendatang. 

"Dipilihnya Kabupaten Gowa ini menjadi pilihan yang salah bahkan menjadi pilihan yang tepat. Ini akan mendukung program keagamaan yang memang menjadi prioritas pemerintah daerah, program ini bisa kami pastikan belum pernah di lakukan di daerah-daerah lainnya baik tingkat kabupaten maupun kota," ujarnya. 

Dirinya pun mengaku bangga dapat hadir di tengah-tengah kegiatan Muhammadiyah. Pasalnya kehadirannya di acara tersebut bukanlah sebagai orang lain tetapi bagian dari keluarga yang harus bisa dijaga di masa-masa akan datang. 

"Saya hadir di rumah saya dan di tengah-tengah keluarga saya karena darah yang mengalir ke tubuh saya adalah darah Muhammadiyah. Kakek saya Almarhum Bapak M. Yasin Limpo adalah orang Muhammadiyah, nenek saya  Nurhayati Yasin Limpo adalah Ketua Aisyiyah Sulsel waktu itu, apalagi saat saya TK saya bersekolah di TK Aisyah Makassar," tegasnya. 

Pada kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. K.H. Haedar Nashir yang hadir membuka CRM Expo 2019 menyampaikan terimakasihnya atas dukungan Pemkab Gowa sehingga acara tersebut dapat berjalan dengan baik dan sesuai yang ditargetkan. 

"Bapak Bupati Gowa ini terbilang muda tapi memiliki pandangan berpikir yang sangat maju melalui program-program pembangunan yang dilakukan," ujarnya. 

Menurutnya, kegiatan Muhammadiyah ini harus maju di wilayah Kabupaten Gowa terutama pada pengurus cabang dan ranting khususnya di Cabang Limbung yang merupakan cabang terbesar karena memiliki tiga cabang dalam satu kecamatan. 

"Melalui CRM Expo yang ketiga kalinya digelar ini kita harapkan dapat menjadikan pengurus cabang dan ranting untuk selalu maju utamanya dalam menjalankan visi misi organisasi ini. Hal ini tentunya akan meningkatkan kualitas organisasi kita, apalagi saat ini perluasannya sudah sangat spektakuler," terangnya. 

Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Prof Ambo Asse juga menyampaikan terimakasihnya kepada seluruh pihak yang ikut mendukung lancarnya kegiatan tersebut. Baik kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten hingga para mitra kerjasama. 

"Ini semua demi kemajuan perserikatan Muhammadiyah, dengan majunya Islam dan Muhammadiyah maka Indonesia akan maju, jika negara ini maju tentu Kabupaten Gowa ikut maju," singkatnya. 

Sementara Ketua Panitia H. Fitriyadi mengatakan, event nasional ini berhasil diikuti 345 orang peserta yang merupakan para kader-kader Muhammadiyah. 

"Terimakasih atas dukungan penuh dari Pemkab Gowa, khususnya Bapak Bupati Gowa, dukungan bapak bupati sangat penuh, buktinya dia secara intens selalu menanyakan apa yang kurang pada perencanaan kegiatan ini. Ini sangat kami apresiasi dengan luar biasa, terimakasih banyak untuk dukungannya," katanya. (CH)

Editor : Syafriadi Djaenaf.

Bupati Wajo Bersama Aksa Mahmud Berkeliling Tempat Wisata di Tanah Wajo


WAJO, Suaratipikor.com -- Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud, S.Sos., M.Si menerima kunjungan Tokoh Nasional H. Muhammad Aksa Mahmud ST. atau yang dikenal sebagai Aksa Mahmud di rumah Jabatan Bupati di Passangrahan Rabu, 27 November 2019.
Rencananya Bapak Aksa Mahmud berada di Kabupaten Wajo selama dua hari bersama rombongan. Dr. H. Amran Mahmud bersama Bapak Aksa Mahmud berkeliling tempat wisata di Kabupaten Wajo, dan di Desa Pallimae yang merupakan lokasi Rumah terapung disambut dengan Kuliner khas Bugis. 

"Kalau bukan Bupati Wajo yang ajak ke danau tempe mungkin saya tidak pernah melihat danau tempe sampai akhir hayat," kata Aksa Mahmud dengan candanya.

Rencananya Aksa Mahmud akan menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Wajo dibidang pengembangan Pariwisata dan Pertanian. 

Bupati Wajo juga mengajak Aksa Mahmud ke Kawasan Wisata Attakae, setibanya di Rumah Adat Atakkae, disambut dengan minuman air Kelapa dan kuliner lainnya.

Selanjutnya dimalam harinya diadakan pemaparan oleh Bupati Wajo terkait potensi dari Danau Tempe dan sektor lainnya kepada Bapak Aksa mahmud.

Aksa Mahmud sangat mengapresiasi motivasi dan kinerja Bupati Wajo yang sangat enerjik, Insya Allah Kabupaten Wajo kedepan akan berubah," tukasnya.

Diakhir pemaparan, Aksa Mahmud kemudian meminta kepada tim ahlinya untuk melakukan observasi terhadap bidang pengembangan Kepariwisataan di Kabupaten Wajo.

Sebagaimana diketahui Aksa Mahmud yang merupakan kelahiran Kabupaten Barru menaungi Bosowa Corp. yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Otomotif, Semen, Logistik & Transportasi, Pertambangan, Properti, Jasa Keuangan, Infrastruktur, Energi, Media, dan Multi Bisnis. Aksa Mahmud juga memiliki saham di PT Bank Bukopin Tbk., dan PT Bank QNB Kesawan Tbk.

Inilah sederetan Karir Aksa Mahmud selama dia aktif bertugas. 

Wakil Ketua MPR RI, 2004-2009, 
Anggota DPD dari Provinsi Sulawesi Selatan, 2004-2009
Penasehat Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Bidang Perekonomian Daerah, 2002.
Anggota MPR RI Fraksi Utusan Daerah, 1999-2004.
Pendiri dan Pemimpin Group BOSOWA, 1968-sekarang.
Anggota Badan Pertimbangan KADIN Indonesia. 2004.

Ketua Dewan Bisnis Sulawesi, 2003.
Anggota Dewan Wali Amanat Universitas Gajah Mada Yogyakarta, 2001.
Ketua Dewan Pembina Daerah dan Pemasyarakatan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI),2001.
Ketua Yayasan Universitas Islam Indonesia Makassar, 
Ketua DewanPenyantun Politeknik Negeri Makassar, Ketua Dewan Penyantun Politani Negeri Pangkep, 2000.

Ketua Umum KADIN Sulawesi Selatan, 1999
Ketua Dewan Penasehat GAPENSI Pusat, 1994
Ketua GAPENSI Sulawesi Selatan, 1987-1994
Ketua Bidang Pembinaan Anggota Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, 1980-1983
Sekretaris Umum AKI (Assosiasi Kontraktor Indonesia) Sul-Sel, 1982-1985.

Aktivis KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), 1966.
Akitivis Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) Cabang Makassar, 1965
Alumni Pelajar Islam Indonesia, 1962
Wakil Ketua Umum Bidang Dana Persatuan Anggar Seluruh Indonesia. (*)

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Daci Dais

Persit Kodim Bone, Menerima Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah


WATAMPONE, Suaratipikor.com -- Persit KCK Cabang XXV Kodim 1407/Bone, Menerima pencerahan dan pelatihan tatacara penyelenggaraan Jenazah, di Masjid Manunggal Kodim 1407/Bone, jalan Lapatau Watampone Kamis 28/11/2019.
Kegiatan ini dibuka oleh Ibu Ketua Persit KCK Cabang XXV Kodim 1407/Bone, Ny. Prepti R Mustamin, diikuti oleh Para anggota Persit Kodim 1407/Bone, dan dihadiri oleh Dr. Hj. St Rahmawati, M.HI Dosen IAIN Watampone, Sebagai Pemateri dan Nursyahida, S. Ag., M. Pd.i juga Dosen IAIN Watampone. Sebagai pemateri dalam acara teraebut. 

Ketua Persit KCK Cabang XXV Kodim 1407/Bone, Ny. Prepti R Mustamin mengucapkan selamat datang dan menyampaikan terima kasih atas kedatangannya kepada Ibu pemateri tak lain untuk memberikan pencerahan dan pelatihan tatacara penyelenggaraan Jenazah kepada kami, mudah mudahan ini bisa bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kepada kami begaimana cara  penyelenggaraan Jenazah. 

Selanjutnya Ibu Ketua Persit Kodim 1407/Bone, meminta kepada seluruh peserta agar memperhatikan nanti apa yang disampaikan oleh pemateri sehingga dapat menjadi bekal pengetahuan kita kedepan, karena kegiatan ini sangat penting kita ketahui bersama karena ternyata masih sering terjadi kesulitan untuk mencari orang yang punya kemampuan dibidang ini bila ada orang yang meninggal.

Oleh karenanya dengan adanya kegiatan pelatihan ini seperti cara memandikan dan mengkafani Jenazah, digelar oleh Persit Kodim 1407/Bone, kami minta kepada para peserta atau ibu ibu Persit Kodim Bone dapat memperhatikan dan menyimak baik baik.

 "agar kegiatan pelatihan ini dapat menambah ilmu kita dan menjadi orang orang yang mempunyai keberanian untuk mengaplikasikan ilmunya dan mampu melaksanakan kewajiban ini bagi kita yang beragama Islam disaat bila mana ada saudara, teman dan keluarga dekat yang beragama muslim meninggal, kita tidak mendapat kesulitan lagi untuk mencari cari orang yang sudah mempunyai kemampuan dibidang ini,"Harap Ibu Ketua. 

Dr. Hj. St Rahmawati, M.HI Dosen IAIN Watampone, Sebagai Pemateri dan Nursyahida, S. Ag., M. Pd.i juga Dosen IAIN Watampone. Sebagai pemateri dalam acara tersebut, memberikan atau mempraktekkan cara memandikan Jenazah dan mengkafani jenazah. 

Dr. Hj. St Rahmawati, M.HI, menambahkan bahwa ini harus kita mengetahui dan memahami dengan baik dan benar, kususnya yang beragama islam, karena kita tidak tau namanya ajal kapan dan dimana. Ketikan mendapat orang atau keluarga dekat yang meninggal yang membuat kita harus lakukan kewajiban itu, paling tidak kita sudah siap karena kita sudah memahami dan mengerti apa yang harus kita dilakukan,"Jelasnya. (*)

Laporan : Serka Salama
Editor : A2W.

Riset Pertanian Mardi Center Malaysia Jadi Pusat Pengembangan Usaha Tani


JAKARTA, Suaratipikor.com -- Menyinsing pagi hari Kamis (28/11/2019) delegasi Indonesia meningalkan hotel Copthorne Highland menuju lokasi Riset Mardi. Menggunakan bus berkelok diperbukitan dengan jalan yang mulus, Highland sebuah kota yang menjual potensi wisata pemandangan indah dan cuaca dingin sekitar 14 derajat dan berkabut.

Kota ini merupakan pusat riset pengembangan teknologi bidang pertanian sebagai daerah penghasil buah-buahan dan sayuran. Riset Mardi Center tersebar di berbagai wilayah dengan meriset komuditas unggulan yang ada dalam wilayah itu.

"Khusus lokasi riset yang kami datangi adalah lokasi riset pengembangan pertanian khusus buah-buahan dan sayuran hasil riset dari mardi center di trasfer kepetani dan dilakukan pendampingan," beber Hasdullah Kadiskominfo menceritakan pengalamannya saat mengunjungi lokasi Riset pertanian di negeri Jiran Malaysia itu.

Menurutnya, strategi riset ini sangat berperan dalam pengembangan pertanian di Malaysia. Peran riset ini tidak hanya sampai pada transfer teknologi tapi sampai petik olah kemasan produksi yang siap masuk pasar.

Pengelolaan pusat riset ini dibawah kerajaan Malaysia dan SDM yang digunakan kerjasama dengan perguruan tinggi yang ada di Malaysia bahkan ada tenaga penelitinya dari IPB Bogor Indonesia.

"Saya kira pola pusat Riset Center Mardi ini dapat kita jadikan roll model untuk pengembangan riset di Indonesia," tutup Hasdullah. (*)

Sumber : Diskominfo Sulsel,
Editor : A2W

Tokoh Perhutanan Sosial Tahun 2019, Dianugerahkan Pada Gubernur Sulsel, Ini Agendanya


JAKARTA, Suaratipikor.com -- Gubernur Sulawesi Selatan, Prof H M Nurdin Abdullah, dianugerahi penghargaan sebagai Tokoh Perhutanan Sosial di tahun 2019 ini. Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Kamis 28 November 2019. 

Raihan tersebut merupakan sebuah prestasi mantan Bupati Bantaeng dua periode itu atas keberhasilannya di level kebijakan.

Sebelumnya, Sulsel dibawah kepemimpinan Nurdin Abdullah sudah berhasil meraih puluhan penghargaan. Dua bulan pertama sejak dilantik pada 5 September 2018 lalu, telah membawa Pemprov Sulsel meraih empat penghargaan dan Nurdin Abdullah sendiri meraih dua penghargaan.

Salah satu penghargaan terbaik yakni Laporan Keuangan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). 

Sulsel juga sebagai provinsi yang inovatif dalam pelayanan publik, dengan meraih Top 40 Inovasi Pelayanan Publik melalui Inovasi Sejuta Ikan. Serta penghargaan kelembagaan Berkinerja Utama dalam menguatkan SIDA (Sistem Inovasi Daerah 2018.

Sedangkan pada tahun 2019, dimulai pada ajang Penghargaan Indonesia Maju 2018-2019 sebagai Trend Setter Pembangunan dan Inovasi Daerah.

Di bidang kesetaraan dan keadilan gender, Sulsel meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2019 dan prestasi Pemerintah Tata Kelola Pelayanan dan Penanganan Kasus Terbaik Indonesia dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Juga sebagai Provinsi dengan Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Terbaik.

Di bidang pariwisata, dari Menteri Pariwisata, Sulsel meraih penghargaan sebagai Daerah Wisata Unggulan.

Pada ajang Penganugerahan Kepala Daerah dan BUMD Terbaik 2019, Sulsel meraih tiga penghargaan sekaligus. Yakni, Provinsi dengan Tingkat Perekonomian Terbaik, Provinsi Terbaik Kedua untuk Kondisi Keuangan Terbaik, dan Peringkat Ketiga untuk Provinsi Terbaik.

Di bulan Agustus, Provinsi Sulsel meraih Peringkat 1 Budhipura Provinsi Anugerah Iptek dan Inovasi 2019. Penghargaan diterima langsung oleh Gubernur Nurdin Abdullah di Denpasar Bali, 28 Agustus lalu. Sulsel berada di peringkat pertama, disusul Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sedangkan apresiasi terakhir yang diterima Pemprov Sulsel yakni penghargaan Kategori Pemprov Terpopuler di Media Online dari Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2019, Banten. 

Dibawah pemerintahannya, komitmen mendorong kolaborasi triple helix antara pemerintah, masyarakat dan perguruan tinggi untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang ada untuk membangun kesejahteraan rakyat.

"Tentu ini adalah sebuah apresiasi Pemerintah Indonesia dalam rangka terus mendorong inovasi daerah. Semoga inovasi ini tidak hanya muncul di tingkat pemerintahan, tetapi seluruh elemen masyarakat, sampai lapisan masyarakat paling bawah," kata mantan Sekjen Apkasi Indonesia itu, belum lama ini. (*)

Kamis, 28 November 2019,
Humas Pemprov Sulsel.
Editor : A2W.