Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

NA Terjaring OTT, Petik Hikmahnya; "Sesudah Kesulitan Akan Ada Kemudahan"

MAKASSAR - Resah dan gelisah, bahkan tak percaya Gubernur SulSel Prof HM Nurdin Abdullah terpleset masuk dalam pantauan KPK hingga OTT terja...



MAKASSAR - Resah dan gelisah, bahkan tak percaya Gubernur SulSel Prof HM Nurdin Abdullah terpleset masuk dalam pantauan KPK hingga OTT terjadi pada Jumat malam, 26/2/2021. 

Kita semua menyaksikan, pihak KPK sudah membeberkan secara rinci atas penangkapan dan penahanan mantan Bupati Bantaeng dua  periode HM Nurdin Abdullah dalam hitungan 1 x 24 jam pasca OTT dilakukan. 

Demikian penjelasan mantan jendlap aksi hak DPRD Sulsel 2019, Asdar Akbar, dalam sesi Kultum Subuh di Masjid Alhamzah, Makassar, Senin, 1/3/2021.

Seusai memimpin shalat subuh berjamaah, Asdar Akbar yang akrab disapa "bintangtop" memberikan nasehat sebagai bahan kontemplasi dalam acara  "kultum subuh". 

Hidup ini adalah anugerah. Waktunya sangat sempit dan bersifat sementara. Sebagai ummat yang beragama Islam, kita tak boleh menyianyiakan waktu dengan keburukan. 

Di dunia ini berlaku hukum dialektika, kata Asdar. Ada malam, ada siang, ada susah, ada senang. Tuhan pun membiarkan hambanya untuk memilih jalan;  keburukan atau kebaikan. Itulah ujian sebagai hamba. Bahwa kita hidup didunia sudah  pasti kita diuji. 

Ujian itu, kita tidak tahu kapan kematian itu datang. Kitapun tak tahu kapan musibah berikutnya itu datang. Begitulah Tuhan menguji hambanya.

Saat kita dipuncak perbanyak doa, bersyukur dan minta ampun kepada sang pencipta atas segala nikmat yang kita dapatkan didunia ini. Perkuat silaturahmi dan jangan putuskan silaturahim. Kitapun dianjurkan selalu melihat "kebawah" agar kita selalu sadar bahwa kita hanyalah hamba.

Sesungguhnya, jabatan itu amanah, bukan hak milik. Kalau bukan kita yang meninggalkan, maka jabatan itulah yang pergi meninggalkan kita. 

Karena itu, kata asdar, saat kita dipuncak kejayaan, dengan segala kehormatan, kemewahan  karena memiliki jabatan,  maka pergunakanlah jabatan itu dengan  mengharapkan banyak kebaikan. 

Jangan zalim, jangan sombong, jangan menyakiti hati orang, jangan dendam, jangan matikan karir orang, hargai jasa para sahabatmu, relasimu, dan jasa orang-orang  yang sudah membantumu sampai engkau kepuncak kesuksesan itu.

Demikian pula keluarga terdekat, sahabat terdekat agar menjaga jabatan itu dengan penuh kebaikan. Kita tak boleh berlebihan pada jabatan yang dititipkan Allah SWT kepada kita. Sebab, semua hanyalah bersifat sementara.

Apa yang menimpa Bapak Gubernur HM Nurdin Abdullah, sungguh diluar dugaan. Kita semua tak pernah menduga, tapi itulah yang terjadi. Gubernur kebanggaan kita yang sudah memiliki setumpuk prestasi masuk dalam jaring pukat KPK. 

Saya hanya bisa berpesan bahwa jadikan shalat dan sabar sebagai penolongmu. Semua ini adalah ujian sekaligus menjadi peringatan bagi kita semua bahwa jabatan adalah amanah untuk menumpuk kebaikan diatas ketaatan kepada Allah SWT dan RasulNYA.

Karena itu, sebagai hamba, kita harus selalu mawas diri, instropeksi diri, perbanyak doa dan istiqfar. Sebab kita tak punya kuasa dan kekuatan. Hanya Tuhan yang Maha Kuasa. Dialah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi beserta isinya. Dialah Tuhan yang menghidupkan dan mematikan seluruh makhluk di muka bumi ini.

Kita tak boleh lalai dan jauh dari Rahmat Allah, sungguhpun kita berada dalam kesulitan. Soal pangkat, jabatan, kehormatan, kemewahan dan seterusnya hanyalah titipan yang bersifat sesaat dan akan lenyap seketika bila Allah berkehendak.

Akhirnya, hanya kepada Allah kita berharap. Perbanyak shalawat dan istiqfar. Tetaplah optimis dan jangan berkeluh kesah. Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Dalam mengasihi hambanya, Tuhan tidak mengatakan hidup ini mudah. Tapi Tuhan  berjanji bahwa "sesudah kesulitan akan datang kemudahan,"kata asdar dalam kultum subuh di Masjid Alhamzah. (*)

Penulis : Awal/MYM
Editor: Asdar Bintang Top.

No comments