Kasus Mayat Terbakar di Maros, Ternyata korban Pembunuhan, Pelakunya 9 Orang



MAKASSAR - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menggelar Press Konference terkait pengungkapan kasus penemuan mayat terbakar di Kampung Tompo Ladang, desa Padaelo kec. Mallawa, Kab, Maros, Sulsel yang terjadi pada hari Jumat (11/6) lalu. 

Kegiatan Press Conference ini dipimpin langsung oleh Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam  bersama  Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan dan Direskrum Polda Sulsel, Kabid Dokkes dan Ka labfor Polda Sulsel dengan menghadirkan Pelaku dan Barang Bukti yang digunakan menghabisi korbannya.

Dihadapan para media, Kapolda Sulsel menjelaskan identitas korban yakni seorang lelaki R (20) beralamat di Tamalate No. 3 Kel.Kalegowa Somba Opu Gowa. Kapolda Sulsel juga mengungkap para pelaku berumlah 9 orang yaitu MA(19), DAS(19), FS(16), seorang wanita H (23), AP(19), TH(22), AI(17), MAN (16), dan Dion masih DPO.

Adapun Motifnya kata Kapolda Sulsel, karena salah satu Pelaku, MA cemburu dan sakit hati karena korban mempunyai hubungan sesama jenis dengan Lelaki lain.

"Para pelaku ada 9 orang dan berhasil ditangkap  8 orang sementara 1 orang masih DPO," ujar Merdisyam, Kamis (17/07/2021).

Merdisyam menuturkan kronologi  terungkapnya kasus ini yaitu pada TKP penjemputan,  Senin (7/07) pukul 09.00 Wita, Pelaku MA dan Korban Rian berkomunikasi melalui FB, pelaku mengajak Korban bertemu di hotel Wisata Jl Bau Makassar, korban setuju dengan syarat, Pelaku ijin ke kakak korban dengan alasan  hendak ke Malino.

Kemudian saksi AI menjemput Pelaku, selanjutnya dengan motor menuju rumah korban di Jl Pallantikang Gowa, mereka meminta  izin ke Reza, kakak korban untuk dibawa ke Malino. 

Dari rumah korban mereka menuju ke hotel Wisata II dengan motor, dimana korban di posisi paling belakang, dalam perjalanan pelaku mengambil Hp Korban dan melihat isi percakapan korban di WA dab FB dan berakibat pelaku MA cemburu 

Lalu, Pelaku, saksi dan korban Tiba Di TKP hotel Wisata Jl H. Bau Makassar,pukul 21.00 Wita, namun Saksi AI kembali ke tempat kerjanya, pelaku MA, DAS dan korban masuk ke hotel, dan menuju kamar 405, dan disana sudah ada Dion dan 2 orang laki laki, 

Esoknya Selasa,(8/07) pukul  02.00 Wita saat pelaku Dion, bersama 2 orang lelaki temannnya tertidur, korban dan MA melakukan hubungan seksual sesama jenis, kemudian Pukul 05.00 Wita,  terjadi pengeroyokan terhadap korban oleh pelaku MA dan rekan- rekannya

Sekitar pukul 09.00 Wita,  korban dibawa pelaku MA, Dion, DAS, ke rumah pelaku H di Jl. Sungai Limboto Makassar dengan taxi online, disana, korban mencoba melarikan diri, dan membuat pelaku MA marah dan menganiaya korban dengan tangan kosong dan ikat pinggang.

Pada hari Kamis 10 Juni 2021, 06 00 Wita , korban meninggal Dunia, mengetahui hal tersebut para pelaku berencana membawa jasad korban ke Sulteng, karena masalah biaya dan jauhnya lokasi, para pelaku memutuskan membuang jasad korban di Camba Maros.

Pada Jumat tanggal 11 Juni 2021 Pukul 04.00 Wita , dengan menggunaan mobil rental merk Mobilio Para pelaku  membawa jasad korban ke Camba, sebelumnya,  mereka singgah di Alfamidi, membeli 2 botol Air 1.500 Ml., dan botolnya diisi 2 bensin yang dibeli di Moncong Loe.

Setiba di Kampung Tompo Ladang Mallawa Maros, para pelaku menurunkan Jasad korban di pinggir jalan dan membakarnya, para pelaku kemudian  kembali ke rumah H.  Pada pukul 11.30 Wita pelaku DAS sempat mengecek kembali ke lokasi mayat.

Saat ditemui, Kabid Humas Poda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan juga menerangkan Modus operandinya pelaku, yaitu menemi kornban di rumahnya di Gowa lalu dibawa dihotel wisata Makassar , dimana pelaku lainnya, DAS, AP TH, AI, dan MAN sudah berada di salah satu kamar di hotel tersebut.
 
Kemudian MA berhubungan seksual sesama jenis dengan korban, kemudian pelaku lainnya DAS, AP TH, AI, dan MAN beralibi korban adalah pelaku pencurian Hp di Hotel Wisata, lalu mereka melakukan kekerasan terhadap korban, hingga korban pendarahan di kepala, wahjah dan badan, setelah itu korban dibawa ke rumah H, di Jl Sungai Limboto, lalu disekap, dan pelaku MA kembali memukul korban dengan tangan kosong dan ikat pinggang hingga meninggal dunia.

“Setelah korban meninggak dunia pelaku MA DAS, H, FS sepakat  menghilangkan jejak korban di daerah Camba Maros dan membakar jasad korban,”ungkap Kabid Humas. (Red)

Editor: A2W

Wempi Ramandei dulu bermimpi jadi dokter, kini jadi tentara



PAPUA - Dulu bermimpi jadi dokter, kini menjabat Kasrem 172/Praja Wira Yakti(PWY) di Kota Jayapura, Papua. Itulah sosok Wempi Ramandei yang tak punya mimpi menjadi tentara. Dia justru bercita-cita menjadi dokter.

Namun siapa sangka arah kemudi hidup anak ketujuh dari sembilan bersaudara kelahiran Serui, Kepulauan Yapen, Papua ini, kemudian berubah. Jalan Tuhan membawanya menjadi prajurit baret merah berpangkat letnan kolonel. Pas dengan moto hidupnya, “Hati manusia memikirkan jalannya, tapi Tuhanlah yang menentukan arah jalannya”.  

Ramandei menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah, SD sampai SMA, di Serui dan lulus tahun 1991. Tak sedikit pun bercita-cita menjadi tentara. Dia justru bercita-cita menjadi dokter. Kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan kemudian mengurungkan niatnya menjadi dokter. 

Ketertarikannya pada korps berbaju hijau bermula ketika masih duduk di kelas 2 SMA jurusan IPA dengan spesialisasi Biologi. Ketika itu, Bapak Yohanes Senggi sering bertandang ke rumahnya. Keseringannya menemui tentara berpangkat letnan dua itu di rumahnya, mendengarkan arahan beliau, membuat benih-benih menjadi tentara bertumbuh. Dia pun bertekad mendaftar masuk taruna.  

Bapaknya hanya lulusan Sekolah Rakyat di Kota NICA—kini Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, dan mulai bekerja pada sekolah pertanian pada zaman Belanda yang kemudian menjadi pegawai negeri. Karena kondisi tersebut, dan ekonomi keluarga yang pas-pasan, dia sadar betul bahwa menjadi dokter hanya sekadar impian.

“Karena alasan ekonomi itulah saya terpaksa harus daftar ke taruna pada saat itu. Tahun 1991. Tapi mungkin belum waktunya. Tahun 1992. Kemudian pendidikan 3 tahun, lulus tahun 1995. Itulah yang membuat saya tertarik karena senior saya,” ujar Ramandei.

Dia ternyata memiliki cerita unik ketika lulus taruna. Setelah taruna dilakukan pendidikan dasar-dasar kecabangan. Para infantri, sarjab, kemudian mengikuti latihan terjun. Setelah sarcab itu terakhir ada latihan terjun penutupan di Batujajar. Di situlah seleksi. Sebanyak 130-an perwira infantri melakukan latihan penerjunan. Saat itulah Kopassus menyeleksi perwira. Dari 130-an tersisa 22 orang dan hanya 15 orang yang dinyatakan lulus. 

Ada satu hal yang menurutnya aneh. Pada saat seleksi biasanya para taruna menghadap atasannya. Letjen TNI Prabowo ketika itu. Ramandey muda justru hanya diberikan perintah untuk melaksanakan peraturan baris-berbaris: hadap kanan, hadap kiri, dan balik kanan. Hanya begitu saja terus disuruh keluar. Tidak menghadap ke tester perwira-perwira yang lain. Tidak ada wawancara, lalu dia disuruh keluar ruangan. 

“Saya merasakan ada yang aneh, tidak biasa. Setelah itu kami selesai tes, kemudian latihan penerjunan juga selesai kami kembali lagi ke pusdik. Begitu mau penutupan dibacakan skep penempatan itu kami ada 15 orang,” katanya.

Setelah penutupan pendidikan kecabangan, dia mengingat waktu itu hari Jumat. Setelah itu, beliau ke rumah orang tuanya di Jakarta. Namun dirinya kaget begitu didatangi sejumlah prajurit Kopassus dan memberitahukan bahwa tiga hari berikutnya, atau Senin pekan depan, akan dilakukan pembukaan pendidikan, sehingga Ramandey harus kembali ke Batujajar di Jawa Barat untuk mengikuti pendidikan selama tujuh bulan hingga selesai tahun1996. Pada akhir 1996 dia bersama teman-temannya langung diberikan surat penempatan. 

Setelah mengawali karier dari letnan dua sampai kapten, Ramandei ditempatkan di Dok Dua, sekitar 10 tahun. Setelah di Kopassus selepas pendidikan, karena kekurangan jabatan, karena senior-senior lulus 1994, 1993, itu setelah mereka selapa, semua kembali. 

Pada tahun 2003 itu selapa paling banyak, selapa cuci gudang. Sebagian besar mereka keluar sehingga tahun 2004 dia dipindahkan ke Rindam XVII/Cenderawasih sebagai Wadan Secata. 

Sebenarnya dia tak ingin kembali ke Papua selepas pendidikan, karena ingin mencari pengalaman, sehingga sewaktu mengisi angket dia meminta untuk ditempatkan di Sumatra, Kalimantan, Jawa atau Sulawesi. Tapi waktu itu pilihan terberat jatuh kepada pulau Jawa, Kalimantan, Sumatera. Tapi setelah selesai pendidikan ditarik kembali ke Tanah Papua. 

Dia kaget ketika sampai di Tanah Papua karena ternyata Herman Asaribab (mantan Pangdam XVII/Cenderawasih) bertugas di Kodam dan Hamdan Ali Bogra (mantan Pangdam XVIII/Kasuari), serta Yobe di Timika. Putra-putra daerah ini pulang kampung. Itu artinya kepulangan mereka untuk bertugas di Bumi Cenderawasih merupakan keinginan angkatan darat, sehingga harus diterima dengan ikhlas. 

Di Kodam XVII/Cenderawasih Ramandei pun menjabat sampai berpangkat letkol, mulai kapten pindah dan sekolah lagi hingga pangkat Kolonel menjabat sebagai kepala staf di Korem 172/PWY. 

“Saya Dandim di Kaimana (2016-2017). Jadi, itulah kira-kira pengalaman karier saya,” ujarnya. 

Dia pun mulai belajar menjadi pemimpin ketika beberapa bulan kemudian komandannya pindah. Tidak ada pengganti. Di situlah dia belajar untuk mulai memimpin, artinya memposisikan diri sebagai komandan. 

Itu hal yang sulit baginya, karena memimpin organisasi tidak mudah, apalagi di lembaga pendidikan tentara. Kita harus pahami benar, harus bisa mengatur dengan baik supaya pendidikan berjalan tanpa masalah. Sekitar enam bulan dia tidak ada elhansat dan 2004-2007 di secata. 

Pujaan Hati

Pada suatu ketika di rumah Ramandey, Grup 2 Solo, Jawa Tengah, digelar ibadah. Seorang pelayan Tuhan berpangkat letnan kolonel memimpin ibadah. Sang Pelayan biasanya membawa serta anak-anaknya, termasuk Livina Naragari, yang kelak memikat hati pria asal Serui, Ramandei. 

Tanpa basa-basi, Ramandei memberanikan diri berkenalan dengan gadis NTT berdarah campuran Sabu-Manado ini. Keesokan harinya dia langsung ke rumah bapak mertua, untuk mengutarakan niatnya mempersunting Ina Sabu Nona Flobamora, sang pujaan hati. Momen ini terkesan lucu dan langka plus unik baginya.

“Saya ketemu hari ini besok saya langsung ke rumah. Saya tidak ajak kemana dulu, ngobrol, tapi saya langsung ke rumah. Jadi hari ini ketemu, kenalan, besok saya langsung ke rumah,” katanya sembari memperkenalkan bahwa mertua lelakinya seorang tentara dan ibu mertua seorang guru.

Dari Pegunungan Bintang Hingga Padang Bulan 

Tahun 1997 dia bertugas di perbatasan RI-PNG di Pegunungan Bintang (Kiwirok, Oksibil, Okbibab,lalu  pindah lagi ke Batom), dan kembali tahun 1999.  Hingga kini, sekitar sebulan yang lalu dipercayakan menjadi Kasrem 172/PWY di Padang Bulan, Kota Jayapura. Ini merupakan kepercayaan untuk mengemban tugas dan tanggung jawab membantu Danrem dalam mewujudkan tugas pokok dari komando atas. Dalam hal ini mengkoordinasi staf. 

Sebenarnya kepala staf hanya melanjuti keinginan staf dengan mengkordinasi para staf. Sebagai kepala dia akan melanjutkan kebijakan pimpinan, terutama Danrem, dalam pembinaan, baik secara ke dalam, maupun ekternal atau hal-hal yang berhubungan dengan masyarakat. Semua diatur dalam program. 

“Satu hal yang (membuat) saya tertarik dengan apa yang diceritakan oleh Danrem, hentikan pertumpahan darah, artinya ini juga merupakan turunan dari almarhum kita Bapak Herman Asaribab melayani dengan hati,” katanya beberapa waktu lalu di Jayapura.  

Dia tak menampik akan membantu penyelesaian konflik di Tanah Papua dengan pendekatan hati, dengan mengkoordinasi semua staf. Tugas ini dianggap strategis, sebab tugas-tugas dari Korem cukup banyak, baik menyangkut tugas internal, maupun eksternal. 

“Artinya kita berhadapan dengan masyarakat kita yang, ya, saya boleh katakan masih banyak yang tertinggal, terutama dengan pendidikan, sehingga ini tugas saya dalam menjabat sebagai kasrem melaksanakan tugas-tugas tambahan,” katanya. 

“Kami tidak keluar sebenarnya. Kalaupun ada kegiatan keluar, itu atas perintah, karena kepala staf sebagian bergulir untuk ke dalam,” lanjutnya. 

Pembinaan ke dalam tentu dihadapkan dengan banyak persoalan, terutama membinal dan mendidik mental prajurit. Di Tanah Papua, kuota prajurit lebih besar bagi anak asli Papua dibandingkan penduduk Papua lainnya atau 80:20.

Tugas Ramandei dan jajaran adalah memastikan bahwa mental para prajurit dibina dan dibentuk agar tidak menjadi beban bagi mereka sendiri. Kuota 80:20 memang terasa berat bila komandan tidak rutin memberikan arahan. Ini kita tugas staf untuk mengkordinasi. Pada saat pandemi COVID-19 seperti ini pihaknya melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan intens. 

Pembinaan-pembinaan ini dilakukan secara interen untuk prajurit-prajurit itu, tidak hanya kepada putra daerah, tetapi juga prajurit-prajurit lainnya.

“Ketika sudah jadi prajurit, terus, desersi, ini yang sangat menyolok. Jadi, tugas saya sebagai kepala staf menjaga kemungkinan itu, apa keinginan komandan, komandan mau begini kita laksanakan. Memang kita fokus ini karena ini menjadi perhatian juga di TNI maupun Angkatan Darat karena ada sedikit kenaikan untuk pelanggaran disersi, kalau yang saya tahu,” katanya. 

Dia berpesan kepada putra-putri Papua yang bertekad menjadi TNI/Polri untuk menjadi orang beriman. Mereka harus mempunyai moral yang baik. Moral yang baik ditentukan oleh kualitas imannya. 

“Dasarnya itu. Itu timbul dari keluarga, lingkungan sekitar,” kata bapak dua putra ini.

Wempi Ramandei, adalah the next star from Papua yang diprediksikan bersinar dari ufuk timur Indonesia ditubuh TNI AD. (Alfian/TM Rosario)

Editor: Rahman

Pangdam XIV/Hasanuddin : Prajurit yang terbukti terlibat dalam percaloan penerimaan Prajurit akan ditindak tegas



MAMUJU -  Upacara bendera tujuh belasan bulan Juni tahun 2021 dilaksanakan dilapangan Tammajarra Korem 142/Tatag, bertindak selaku Irup Kasilog Korem 142/Tatag Kolonel Czi Bambang, sedangkan Komandan Upacara Kapten Inf. Bahtiar. Kamis ( 17/06/21 )
Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno, S.H dalam sambutan tertulisnya menekankan tentang penyalahgunaan Narkoba karena sampai saat ini masih menjadi perhatian serius dilingkungan TNI Angkatan Darat, sehingga kedepan akan dilaksanakan tes urine secara rutin guna mendeteksi penyalahgunaan Narkoba dikalangan Prajurit dan PNS Kodam XIV/Hasanuddin.

" Jika ada anggota yang kedapatan menggunakan Narkoba, maka personel tersebut langsung diproses secara hukum kemudian dipecat dari kedinasan, baik Militer maupun PNS " Kata Pangdam XIV/Hasanuddin.

Ditandaskan pula bahwa hukuman seperti ini merupakan bukti komitmen TNI AD termasuk Kodam XIV/Hasanuddin dalam berperang melawan narkoba, sekaligus memberi efek jera dan menjadi peringatan bagi Prajurit lain supaya tidak melibatkan diri dalam kasus Narkoba.

Pada bagian lain Pangdam XIV/Hasanuddin menekankan terkait pelaksanaan werving rekruitmen atau penerimaan Prajurit TNI AD, agar Prajurit Kodam XIV/Hasanuddin  tidak menjadi calo werving karena hal tersebut merupakan pelanggaran hukum yang sanksinya cukup berat.

" Perlu Saya tegaskan, apabila ada oknum Prajurit Kodam XIV/Hasanuddin yang terbukti terlibat dalam percaloan penerimaan prajurit, akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku, karena hal tersebut sangat menodai citra TNI AD "  tegas Pangdam.

Hal ini juga menghindarkan berbagai image dikalangan masyarakat yang menganggap bahwa untuk masuk atau menjadi  Prajurit TNI, harus membayar sejumlah uang, ini yang harus dihindari oleh segenap pihak dalam proses rekruitmen.

" Setiap pelaksanaan penyaringan Calon Prajurit TNI AD, harus benar - benar dilakukan secara selektif, obyektif dan transparan " terang Pangdam.

Dalam amanat tertulisnya, Pangdam XIV/Hasanuddin juga mengingatkan perkembangan kasus covid 19 semakin meningkat, sehingga sangat perlu untuk terus mewaspadai  terjadinya penularan covid 19 terhadap personel Kodam XIV/Hasanuddin beserta keluarganya.

" Tetap ikuti protokol Kesehatan dalam setiap kegiatan, baik disatuan maupun ditempat lain guna menghindari munculnya cluster baru dikalangan Prajurit dan PNS Kodam XIV/Hasanuddin " tutup Pangdam XIV/Hasanuddin dalam amanat tertulisnya. (AH)

Editor: A2W

Personel Korem 141/Toddopuli melaksanakan Upacara Bendera Tujuh Belasan, Begini Amanat Pangdam XIV/Hasanuddin



WATAMPONE - Personel Korem 141/Toddopuli, Balakrem Beserta PNS Korem melaksanakan Upacara Bendera Tujuh Belasan Bulan Juni.
Dengan Irup Danrem 141/Tp Brigjen TNI Djashar Djamil, S.E, M.M bertempat di lapangan Apel Makorem 141/Toddopuli Jln. Jendral sudirman No. 09 Watampone. Kamis 17/06/2021.
Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tanggal tujuh belas setiap bulannya dalam rangka untuk memupuk jiwa kebersamaan dan meningkatkan rasa kejuangan serta rasa cinta tanah air. "Ucapnya.

Sebelum membacakan amanat Pangdam XIV/Hasanuddin Danrem 141/Tp Brigjen TNI Djashar Djamil, S.E, M.M menghimbau kepada seluruh Prajurit dan PNS Korem 141/Toddopuli agar senantiasa tetap menjaga kesehatan di era pandemi sekarang ini. Danrem 141/Toddopuli juga menghimbau kepada seluruh Prajurit agar segera menghimbau keluarga Personel untuk segera melaksanakn Vaksin. "Tuturnya.

Adapun Amanat Pangdam XIV/Hasanuddin yang di bacakan Danrem 141/Tp yang intinya mengingatkan kepada seluruh personel tentang masalah penyalahgunaan Narkoba karena sampai saat ini masih menjadi perhatian serius di lingkungan TNI Angkatan Darat. "Pungkasnya.

Menyikapi hal tersebut, maka kedepan akan dilaksanakan tes urine secara rutin guna mendeteksi penyalahgunaan Narkoba di kalangan Prajurit dan PNS Kodam XIV/Hasanuddin, dan jika ada anggota yang kedapatan menggunakan Narkoba, maka Personel tersebut langsung diproses secara hukum kemudian dipecat dari kedinasan, baik Militer maupun PNS."Tegasnya.

Sampai detik ini, tak bosan-bosannya saya ingatkan, bahwa perkembangan kasus Covid-19 pasca Lebaran semakin meningkat. Oleh karena itu, saya tekankan agar terus mewaspadai terjadinya penularan Covid-19 terhadap Personel Kodam XIV/Hasanuddin beserta keluarganya. Tetap ikuti protokol kesehatan dalam setiap kegiatan, baik di satuan maupun di tempat lain guna menghindari munculnya cluster baru di kalangan Prajurit dan PNS Kodam XIV/Hasanuddin. "Tambahnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut. Kasrem 141/Tp Kolonel Inf Heri Purwanto, S.E, Para Kasi Kasrem 141/Toddopuli, Para Pasi Korem 141/Tp, Para Dan Kabalakrem 141/Tp.(*)

"Penerngan Korem 141/Toddopuli,
Editor: A2W

Kembali Berikan Penyuluhan Hukum, Kini Hukum Divisi Infanteri 2 Kostrad Keliling Satuan Jajaran Brigif Mekanis Raider 6/TSB



SOLO – Hukum Divisi Infanteri 2 Kostrad pada Triwulan II ini kembali melaksanakan penyuluhan hukum di satuan jajaran Brigif Mekanis Raider 6/Tri Sakti Balajaya yang dilaksanakan mulai tanggal 14 s.d 16 Juni 2021 kepada seluruh Anggota dan Persit KCK, Solo (16/6).

Kali ini, Tim penyuluhan hukum yang dipimpin langsung oleh Pakum Divif 2 Kostrad Mayor Chk Eka Yudha Kurniawan, S.H. dan di dampingi oleh Kaur Dukungan Hukum (Dukkum) Kapten Chk Arie Widhi Atmoko, S.H., M.H. beserta anggota staf Hukum Serda Nanda Fransiska dan Serda Viky mengawali kegiatan penyuluhannya di Batalyon Infanteri Mekanis Raider 412/Bharata Eka Sakti yang bermarkas di Purworejo, Jawa Tengah.

Penyuluhan Hukum dengan mengangkat tema "Melalui Penyuluhan Hukum Kita Tingkatkan Disiplin dan Taat Hukum Untuk Mengurangi Pelanggaran Hukum di Satuan" selanjutnya dilaksanakan di Yonif MR 411/Pandawa hari Selasa tanggal 15 Juni 2021, dan hari berikutnya melaksanakan penyuluhan hukum di  Yonif MR 413/Bremoro pada tanggal 16 Juni 2021.

Kegiatan penyuluhan hukum merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Staf Hukum Divisi Infanteri 2 Kostrad setiap tahunnya kepada satuan-satuan jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad. Kegiatan kali ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program kerja pada Triwulan II TA 2021.

"Kami melaksanakan penyuluhan ke satuan-satuan jajaran dengan tujuan untuk memberikan pemahaman kepada Prajurit dan Persit tentang hukum, sehingga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang hukum yang berlaku bagi seorang Prajurit secara khusus (Lex Specialis) maupun yang berlaku secara umum (Lex Generalis)”, terangnya. 

Lanjutnya dikatakan, “Menurut saya seorang prajurit harus mengerti dan memahami aturan-aturan atau norma-norma yang mengatur bagi dirinya maupun keluarganya, sehingga diharapkan tidak akan melakukan pelanggaran-pelanggaran yang dapat merugikan dirinya, keluarga maupun Satuannya”, ujar Pakum Divisi 2 ditemui di sela-sela kegiatan.

Terkait dengan penggunaan media sosial yang sangat marak di era digital saat ini, tentunya Undang-Undang No. 11 TH 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dipandang sangat perlu untuk disampaikan dalam kegiatan penyuluhan hukum kali ini, agar supaya Prajurit dan Persit dapat menggunakan Medsos dengan tepat dan bijak, sehingga tidak menimbulkan suatu permasalahan hukum.

Selain pasal-pasal yang terkait dengan UU ITE, dijelaskan pula tentang asusila pasal 281 KUHP dan pasal 284, 285 KUHP serta di akhiri penyampaian tentang schorsing dan sanksi administratif bagi seorang prajurit yang melanggar. 

Penyuluhan Hukum berjalan dengan baik dan tertib serta penuh antusias hal ini terbukti dengan adanya berbagai pertanyaan yang disampaikan oleh anggota, serta terciptanya dialog yang bersifat membangun dan positif dalam meningkatkan wawasan dan pengetahuan  tentang hukum. (*)

Pendivif2,
Editor: A2W

Danrem 142/Tatag paparan penanggulangan bencana alam gempa bumi di Prov. Sulbar



JAKARTA -  Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat risiko bencana alam yang tertinggi di dunia (high risk disaster country). Kondisi geologis, geomorfologis, dan iklim tropis berdampak pada munculnya ancaman bencana alam dari banjir, erosi, angin puting beliung, letusan gunung berapi, gempa vulkanik, tsunami, kebakaran hutan, kecelakaan transportasi, sampai dengan kegagalan teknologi.
Memperhatikan kerawanan dan dampak dari bencana alam tersebut membuat TNI merasa berkewajiban untuk berperan aktif dalam penanggulangan bencana alam, sebagaimana tertuang dalam amanat UU Nomor 34/2004 tentang TNI khususnya pasal 7 ayat (2) b yakni membantu dan menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian, dan pemberian bantuan kemanusiaan. Ini merupakan bagian dari tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) TNI, menindaklanjuti kompleksitas masalah yang terjadi Staf Ahli (Sahli) Kasad Bidang Bantuan Kemanusiaan di bawah pimpinan Pa Sahli Tk III Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A. dan Pa Sahli Tk II Kasad Bidang Banusia Brigjen TNI Gathut Setyo Utomo, S.I.P. menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD), bertempat di Aula Dharmagati Ksatria Jaya Pusbekangad, Kramat Jati, Jakarta Timur (16/06/2021).

Kegiatan FGD kali ini melibatkan Kemendagri (Direktorat Manajemen), Kemensos (Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial), BNPB, Staf Umum AD, Balakpus, Kotama jajaran TNI AD (Kodam VI/Mlw, Kodam XIV/Hsn, dan Korem 142/Tatag), Mahasiswa Pascasarjana Manajemen Bencana Unhan, Artha Graha Peduli, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, tentu dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dalam rangka turut serta memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

Bertindak selaku narasumber adalah Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P. dengan materi berjudul “Penanggulangan Bencana Alam Gempa Bumi di Provinsi Sulbar,” Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Bapak Jarwansah, S.Pd, M.M. mengambil judul “Meningkatkan Koordinasi Pemberian Bantuan Kemanusiaan dalam Penanggulangan Bencana Antar-Pemangku Kepentingan”, dan Ketua Umum Artha Graha Peduli Bapak Heka Hertanto dengan judul “Peran Sipil dalam Mendukung Tugas TNI AD”. 

Koorsahli Kasad, Letjen TNI Wisnoe P.B dalam sambutan pembukaan FGD antara lain mengatakan “Dalam rangka tugas OMSP itulah TNI terlibat di berbagai penanggulangan bencana di seluruh wilayah tanah air. 

Awal Januari 2021  lalu misalnya, ketika terjadi bencana tanah longsor di Sumedang Jabar, gempa bumi di Mamuju Sulbar, dan banjir bandang di Kalsel, pada tahap awal banyak pihak yang tergerak hatinya membantu warga terdampak bencana mempercayakan penyaluran bantuan kemanusiaan mereka ke pihak TNI. Respon cepat dan tepat termasuk dalam pengiriman dan penyaluran bantuan utamanya pada periode awal bencana inilah yang membutuhkan perencanaan, koordinasi, dan juga sinergi yang baik antara TNI dengan penanggung jawab utama penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayah tersebut.”

“Sinergi Satuan Komando Kewilayahan TNI AD dengan Pemerintah Daerah, lanjut Wisnoe dalam penanggulangan bencana sudah berlangsung dengan relatif baik selama ini. Kendati demikian, disadari hal itu dilakukan di tengah masa terbatasnya kemampuan dan kekuatan Satkowil, baik dari aspek SDM, alutsista, sarana prasarana, maupun peranti lunaknya. Sementara medan wilayah yang dihadapinya beragam dan tidak selalu mudah dihadapi.” 

“Keterbatasan ini pada gilirannya berpengaruh terhadap kegiatan penyaluran terhadap kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan yang dituntut terlaksana dengan efektif dan efisien, agar warga terdampak bencana segera dapat merasakan manfaat dari bantuan yang diterimanya. Sebaliknya, ungkap Wisnu pelaksanaan bantuan yang kurang baik, berisiko memunculkan permasalahan sosial, berupa konflik antaranggota masyarakat penerima bantuan, maupun antara penerima dengan pengelola bantuan. 

Dalam kaitan itulah, kemampuan pengelolaan bantuan kemanusiaan Satkowil perlu diperkuat, agar dapat menyelaraskan diri dengan tantangan dan kebutuhan di era saat ini yang tidak hanya menuntut ketepatan dan kecepatan, tetapi juga tranparansi dalam pertanggungjawabannya ”, jelasnya. 

Rangkaian FGD diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan penyampaikan materi diskusi oleh 3 narasumber. Secara antusias di bawah moderator Tysa Noveni (presenter TV One), para peserta mengajukan beberapa pertanyaan dan tanggapan kritis terkait 3 bahasan utama kepada para narasumber yang dihadirkan khusus oleh penyelenggara.

Penyelenggaraan FGD menyangkut perkuatan Satkowil  guna mendukung bantuan kemanusiaan dalam rangka penanggulangan bencana mendapatkan atensi khusus dan dukungan penuh dari segenap elemen yang termasuk dalam pemangku kewenangan dalam penanggulangan bencana, berupa upaya mencari solusi terbaik dalam mengembangkan sinergi Satkowil TNI AD dengan Pemda dan unsur terkait. 

Bantuan kemanusiaan dimaksudkan untuk menyelamatkan nyawa, meringankan penderitaan dan menjaga martabat manusia selama dan setelah krisis dan bencana yang  disebabkan oleh bahaya alam serta untuk mencegah dan memperkuat kesiapsiagaan ketika situasi seperti itu terjadi. 

Pada intinya, dicapai kata sepakat bahwa sampai saat ini kompleksitas masalah dalam penanganan pemberian bantuan kemanusiaan antara lain menyangkut masih terjadinya penjarahan bantuan sebagai dampak bantuan yang tidak merata; lokasi terisolir, sebagian bantuan tidak terkoordinasikan karena update data keluar masuk bantuan tidak tersedia, bantuan yang terpusat pada satu lokasi, bantuan kurang tepat guna. 

Kondisi di atas menuntut perlunya segera dibangun sistem dan sinergi penyempurnaan  manajemen bantuan kemanusiaan antara lain dengan upaya optimalisasi Posko PDB saat darurat bencana, perlunya Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai pihat terkait dengan bantuan kemanusiaan, koordinasi dengan K/L atau instansi lain saat tidak terjadi bencana, pengawalan bantuan oleh TNI/Polri ketika penyaluran bantuan kemanusiaan, dan perlunya optimalisasi peran kluster nasional penanggulangan bencana. 

Yang saat ini dikembangkan adalah sinergi multisektor  yang lebih dikenal dengan sebutan Pentahelix Governance, yakni (1) Pemerintah (regulator), (2) Akademisi/Pakar (konsep dan inovasi), (3) Dunia usaha (pendorong), (4) Media massa (penguat/amplifier), dan (5) Masyarakat (akselerator). Pembuatan peranti lunak berupa sinergi satuan terkait dari K/L dan TNI Polri menjadi tuntutan segera, dukungan anggaran dapat diselesaikan dengan mengutamakan bantuan kemanusiaan dan keselamatan jiwa mereka yang terdampak bencana, dan secara internal TNI/Polri, K/L terkait menyiapkan dengan manajemen penanggulangan bencana melalui pelatihan, peningkatan sarpras, peralatan, dan membangun sistem yang tepat guna tanpa meninggalkan akuntabilitas program tersebut.

Hadir dalam acara FGD tersebut Koorsahli Kasad Letjen TNI Wisnoe P.B., para narasumber, Ir Itjenad, Waaster Kasad, Para Paban Staf Umum AD, Para Perwira yang mewakili Sat Balakpus, Para Pa Sahli Tk III Kasad dan Pa Sahli Tk II Kasad, Paban Sahli Kasad, serta tamu undangan lainnya. 

Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata dari Koorsahli Kasad, Letnan Jenderal TNI Wisnoe P.B kepada ketiga narasumber dan moderator, dan dengan menyanyikan bersama lagu “Bagimu Negeri”, serta foto bersama, maka berakhir pula seluruh rangkaian FGD yang diselenggarakan oleh Sahli Kasad Bidang Bantuan Kemanusiaan. (AH)

Editor: A2W

Apel Kesiapsiagaan, Danyon C Cek Kesiapan Personel Dan Peralatan



WATAMPONE -  Tugas pokok Satuan Brigade Mobil (Brimob) adalah melaksanakan dan mengerahkan kekuatan Brimob Polri guna  menanggulangi gangguan kamtibmas berkadar tinggi, utamanya kerusuhan massa, kejahatan berorganisir bersenjata api, bom, bahan kimia, biologi dan radiokatif bersama dengan unsur pelaksana operasional kepolisian lainnya guna mewujudkan tertib hukum serta ketentraman masyarakat diseluruh yuridis Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) dan tugas tugas lain yang dibebankan padanya. 
Untuk itu dibutuhkan kesiapan dari Satuan Brimob baik itu personel maupun peralatan pendukung dalam setiap pelaksanaan tugas.

Hari Rabu (16/06/2021) Batalyon C Pelopor melaksanakan apel kesiapsiagaan dengan menggelar seluruh peralatan dinas baik itu persenjataan, kendaraan maupun peralatan khusus lainnya guna menghadapi tugas yang akan datang.

Saat ditemui sesaat setelah memimpin apel, Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor Kompol Nur Ichsan, S.Sos mengatakan hari ini kita cek kesiapan operasional seluruh peralatan dinas yang dimiliki Batalyon C Pelopor sehingga benar benar siap digunakan sewaktu waktu.

" Jadi hari ini kita laksanakan apel kesiapsiagaan untuk mengecek sejauh mana kesiapan peralatan maupun  personel beserta perlengkapan pribadinya sehingga apabila sewaktu - waktu dibutuhkan siap untuk bergerak, ini semua sebagai wujud bhakti Brimob untuk masyarakat," ujar Kompol Ichsan

"Alhamdulillah dalam pengecekan hari ini tidak ditemukan kendala yang berarti baik itu dari kendaraan, peralatan dan perlengkapan pribadi anggota, dengan kata lain Batalyon C Pelopor siap melaksanakan tugas kapanpun dan dimanapun ditugaskan," tambah Danyon yang akrab dengan panggilan Danyon Tindizzz ini.

Pelaksanaan apel kesiapsiagaan ini dirangkaikan penutupan pembinaan tradisi / orientasi tugas bagi personel Bintara remaja yakni dengan pemasangan baret Brimob oleh Danyon C Pelopor sebagai tanda bahwa mereka siap bertugas sesuai tugas pokok Brimob. (Red)

Editor: A2W

Pembukaan TMMD Ke-111 Ta. 2021, Begini Sambutan Dandim 1415/Selayar



SELAYAR - Telah dilaksanakan Pembukaan TMMD Ke-111 Ta. 2021 dengan Tema "TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri" Yang Di buka Oleh (Bupati Kab. Kep Selayar) H.Muh Basli Ali, bertempat di Pendopo Rujab Bupati Jl. Jendral Sudirman Kel. Benteng Kec. Benteng Kab. Kepulauan Selayar . Selasa 15/06/2021.

Sambutan Dandim 1415/Selayar yang intinya. TMMD ke-111 ini adalah untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan bersifat sasaran fisik maupun nonfisik dan memantapkan kemanunggalan TNI - Rakyat dalam rangka menyiapkan ruang juang yang tangguh. Sasaran Fisik TMMD Ke-111 ini meliputi Pembangunan Jalan, Pembuatan Duecker, Pembangunan Jembatan, Rehab Masjid serta kegiatan sosial lainya."ungkapnya

Kegiatan TMMD resmi dimulai pada tanggal 15 Juni sampai dengan 14 Juli 2021 harus selesai dengan tepat waktu dan dikerjakan oleh Satgas TMMD terdiri dari Tiga Matra yakni, TNI AD,AL,AU dan Personil dari Polres Kepulauan Selayar."Tambahnya.

Adapun sambutan H.Muh Basli Ali ( Bupati Kab. Kep Selayar) yaitu terima kasih atas pelaksanaan TMMD ini membuktikan adanya Sinergitas antara TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk mengikat kebersamaan serta kegotongroyongan, Pelibatan TNI-Polri dan masyarakat dalam kegiatan ini, tentunya akan memberikan hasil yang terbaik terlaksana kemanunggalan antara TNI-Polri dan rakyat."Tambahnya.

Selesai acara pembukaan TMMD ke-111 Ta. 2021. Kasiter Kasrem 141/Tp. (Kolonel Inf M. Silwanus, S.H) turut meninjau Lokasi sasaran TMMD yang bertempat di Lingkungan Bitombang Kel. Bontobangun Kec. Bontoharu Kab. Kepulauan Selayar yang didampingi oleh Dandim 1415/Selayar . Letkol Kav Adi Priatna. dan Ibu Lurah Bontobangun. Andi Sri Mulyani.

Hadir dalam kegiatan, Para Danramil dan perwira seksi Kodin 1415/Selayar, Forkopimda kab. Selayar, serta para tokoh masyarakat. (*)

Sumber: Penerangan Korem 141/Tp,
Editor: A2W

Wakapolres Pegunungan Bintang Berikan Pembekalan Kepada Petugas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang



OKSIBIL - Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, S.IK, M.KP yang diwakili Wakapolres Pegunungan Bintang Kompol Anton Ampang TL, S.M melaksanakan Giat Pembekalan Kepada Satuan Tugas Petugas Kesehatan di Kabupaten Pegunungan Bintang, bertempat di Mapolres Pegubin, Rabu (16/6).

Dalam sambutannya Ketua Tim Satuan Tugas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang Angkatan Pertama Tahun 2021 Bapak Irianto Pawika, AMKL. S.E, menyampaikan Nahwa,  

"Satgas pertama ini diberinama *Satgas Pegunungan Bintang Sehat dan Cerdas*, dengan jumlah keseluruhan petugas kesehatan sebanyak 351 Orang yang akan di tempatkan di 32 Distrik 14 Pustu / Kampung khususnya diwilayah Kabupaten Pegunungan Bintang", terangnya. 

Lebih lanjut dikatakan,  "Satgas Kesehatan ini akan memberikan Pelayanan Kesehatan dengan sebaik - baiknya guna menekan angka kematian dan meningkatkan angka kelahiran, termasuk kesehatan ibu dan anak serta pencegahan stanting atau bayi bertubuh Pendek", ungkapnya. 

Ketua Tim Satgas menambahkan bahwa, Keseluruhan Tenaga Kesehatan yang berjumlah 351 Orang ini berasal dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari 10 Dokter, 84 Perawat, 54 Bidan, 22 Petugas Farmasi, 22 Petugas Gizi, 10 Analis, 12 Sanitarian dan 17 SKM akan di tempatkan di semua Distrik Kabupaten Pegunungan Bintang dengan harapan bisa meyentuh dalam Pelayanan Kesehatan sampai di pelosok - pelosok wilayah kabupaten Pegunungan Bintang, sehingga diharapkan taraf hidup kesehatan di masyarakat bisa tetap terjaga.

Wakapolres Pegunungan Bintang Kompol Anton Ampang TL, SM dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan guna memberikan pembekalan kepada seluruh Petugas Kesehatan  karena mereka adalah ujung tombak pelayanan kesehatan sekaligus tangan kanan pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan yang nantinya akan bertugas di Distrik, Pustu / Kampung khususnya di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Saya harapan Satgas ini nantinya bisa memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada seluruh masyarakat  di Kabupaten Pegunungan Bintang", pungkasnya. 

Kemudian dikatakan, untuk keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang sampai saat ini masih tetap aman dan kondusif.

"Harapan saya, mari sama-sama kita jaga Kamtibmas di Kabupaten Pegunungan Bintang,  persoalan keamanan bukan hanya TNI / POLRI tetapi tanggung jawab kita semua sebagai warga Negara Republik Indonesia", tutup Wakapolres.

Hadir dalam Kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Bintang, Wakapolres Pegunungan Bintang, Pabung Kodim Persiapan, Danramil Oksibil, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat serta 351 Orang Petugas Kesehatan. (*)

Autentifikasi :
Humas Polres Pegubin,
Editor: A2W

Danrem 141/Tp Bersama Personel Melaksanakan Gowes Sepeda Santai



WATAMPONE, - Danrem 141/Tp Brigjen TNI Djashar Djamil, S.E., M.M beserta personel Korem 141/Tp , Balakrem, Kodim 1407/Bone beserta PNS Korem melaksanakan Gowes sepeda santai Mengelilingi Kota Kab. Bone dengan jarak tempuh 47 Km. Rabu 16/06/2021.
Kapenrem 141/Toddopuli. Mayor Inf Tawi. menyampaikan. "Adapun rute yang di lalui yakni Star dari Makorem lewat pintu Pos 1, Belok kanan Menuju Jalan Ahmad Yani, Depan Gereja Belok Kiri ( JL.Ahmad Yani ) Lampu Merah Mesjid Agung Terus Ke JL. MT Hariyono, Lampu Merah Patung A.Mappuyukki Belok Kiri Menuju Wilalange Terus Lurus Desa Panyili. Pasar Congko Desa Lampoko, Desa Pattimpa Kec. Ponre Belok Kiri Menuju Koramil 1407-10/ Ponre, Menuju Desa Bolli terus Lurus Desa Ajang Pulu Terus Menuju Desa Walenreng Kec. Cina Jalan Poros Bone - Sinjai Belok Kiri Menuju Arah Koramil 1407-11/ Barebbo, Terus Lurus JL.Biru Kemudian lanjut finish di Makorem 141/Toddopuli. "Ucapnya.

Kegiatan sepeda santai Ini merupakan ajang olahraga bersama disamping menjaga stamina tubuh. juga bisa menjalin silaturahmi antara personel jajaran Korem 141/Tp sekaligus mementau wilayah sambil Refresing. Selain itu bersepeda merupakan cara yang baik untuk mengendalikan atau menurunkan berat badan karena bersepeda dapat meningkatkan tingkat metabolisme membangun otot yang membakar lemak tubuh. Bersepeda juga membantu untuk pengeluaran energi yang lebih besar dari pada asupan energi karena membakar kalori saat sedang bersepeda. "Ungkapnya.

Bersepeda secara teratur dapat merangsang dan memperbaiki jantung paru-paru sirkulasi darah dan mengurangi risiko penyakit serta akan memperkuat otot jantung dan mengurangi kadar lemak dalam darah. "Tambahnya.

Hadir pada kegiatan yakni, Para Kasi Kasrem 141/Tp, Para Dan Kabalakrem 141/Tp. Personel Perwira bintara tamtama dan PNS korem 141/Toddopuli. (*)

Sumber: Penerangan korem 141/Toddopuli,
Editor: A2W

TMMD Ke-111 Kodim 1311/Mrw TA 2021 Akan Membuka Jalan Penghubung dan Pembuatan Duiker Plat Serta Pembuatan Jembatan


 
MOROWALI - Upacara Pembukaan TMMD ke-111 TA. 2021 Kodim 1311/Mrw berlangsung 16 Juni 2021 dilapangan Makodim 1311/Mrw kompleks KTM Desa Bahomohoni Kec. Bungku Tengah Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah.TMMD ke-111 kali ini bertema  "TMMD Wujud Sinergi Membangun Negeri". Bertindak selaku Inspektur upacara Bupati Morowali Drs. Taslim, sementara Letda Inf Agung G  bertindak  sebagai Komandan Upacara Danton Kompi C 714/SM dan diikuiti peserta upacara serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan TMMD yang ke -111 mendapat apresiasi dari Pemerintah kabupaten Morowali.
Kegiatan tersebut turut dihadiri langsung Kasiren 132/Tdl Kolonoel Kav Mochamad Wahyudi, S.I.P, M. Tr (Han), Dandim 1311/Mrw ((Letkol Inf Raden Yoga Raharja, S.E., M.M.,M.I.pol) bersama Ibu Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang LXVll Dim 1311 Koorcab Rem 132/TDL PD Xlll/Mdk,
Kapolres Morowali AKBP Bayu Indra Wiguno S.I.K M.I.K dan Kasdim 1311/Mrw Mayor Inf David Lunta bersama Ibu.

Selain itu turut dihadiri Kasi Datun Kejaksaan Negri Kabupaten  Morowali, Jusrin Husen SH, Danki AL Kapten Laut Abdi Galung, Danki B 714/SM Kapten Inf Safarudin, Danki Brimob Kab. Morowali AKP Sudirman, Sat Pol PP, Heri dan Pejabat Kementrian Kab. Morowali, Mahadin SHI.

Pasukan upacara di ikuti Kelompok Perwira Kodim 1311/Mrw kemudian  2 Peleton gabungan Kodim 1311/Mrw dan Kompi B 714/SM.
Selain itu 1 regu dari AL dan 1 Peleton Kompi Brimob Morowali. Sementara 1 Peleton Sat Pol PP Morowali dan 1 Peleton Siswa-siswi Pramuka.

Pelaksanaan Kegiatan TMMD Ke-111 Kodim 1311/Morowali di laksanakan di Desa Tanjung Harapan Kec. Menui Kepulauan Kab. Morowali terhitung mulai tanggal 15 Juni s.d 14
Juli 2021, berlangsung selama 30 hari.
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-111 bertujuan membantu pemerintah dalam tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan bersifat fisik maupun non fisik dan memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat dalam rangka menyiapkan Ruang Juang, Alat
Juang, Kondisi Juang yang tangguh melalui tema "TMMD WUJUD SINERGI MEMBANGUN
NEGERI"
 Kegiatan Fisik meliputi pembukaan jalan jarak 8.510 m lebar 9 m yang
menghubungkan tiga desa yaitu jalan penghubung antara desa tanjung harapan menuju desa Tanjung Tiram, panjang : 2.919 meter lebar 9 meter. Kemudian jalan penghubung antara Desa Tanjung Tiram Menuju (SP3) panjang 2.906 meter lebar 9 meter) dan Jalan penghubung antara Desa Tanjung Harapan menuju Desa Tanona, panjang  2.685 meter lebar 9 meter.
Kemudian akan dilanjutkan dengan pekerjaan pembuatan duicker plat semi permanen ukuran 3 meter x 6 meter sebanyak 5 unit dan pekerjaan pembuatan jembatan semi permanen ukuran 6 meter x 5 meter sebanyak 5 unit.

Selain melakukan pekerjaan fisik  TMMD yang ke-111 juga akan melakukan kegiatan non fisik.

Selama kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa Ke-111 Kodim 1311/Morowali akan mengerahkan kekuatan yang terdiri dari  Korem 132/Tdl 6 orang, Kodim 1311/Mrw 52 orang, Yonif 714/SM 51 orang, Den Zibang 2 orang, Den Zipur 15/SMG 10 orang, Pemda Morowali 17 orang, Polres Morowali 8 orang, Kejaksaan Negeri Morowali 2 orang dan Kehutanan  2 orang. Sementara kekuatan pendukung terdiri dari 
masyarakat 100 orang dan Hansip/Wanra 10 orang.

Berdasarkan pantauan dilapangan kegiatan upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa Ke-111 Ta.2021 Kodim 1311/Mrw  berjalan tertib dan  keadaan aman.
Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sembako kepada Kades Tanjung Harapan, Kades Tanona, Kades Tanjung Tiran oleh Inspektur Upacara dan Dandim 1311/Mrw. (Nuryasin)

Editor: M.Rusdi, DM.SH

Jelang HUT Bhayangkara ke 75, Brimob Bone Gelar Bakti Religi Di Rumah Ibadah



WATAMPONE -  Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 75, personel Brimob Yon C Pelopor melaksanakan bhakti religi pembersihan rumah Ibadah di Kab. Bone Selasa (15/06/2021). Sasaran kerja bhakti ini di pusatkan di Masjid Al Markaz Al Ma'arif (Masjid Agung) dan Gereja GBIP Immanuel Jalan Ahmad Yani Watampone.
Kegiatan bhakti religi yang dipimpin Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) C Pelopor AKP Andi Muh. Syafe'i, S.Sos., MH dengan sasaran pembersihan WC dan tempat Wudhu serta halaman Masjid maupun Gereja.

“ Sesuai perintah pimpinan hari ini seluruh jajaran Sat Brimob Polda Sulsel melaksanakan kerja bhakti dengan sasaran tempat - tempat ibadah,” kata Andi Syafei

Sementara itu Komandan Batalyon (Danyon) C Pelopor  Sat Brimob Polda Sulsel Kompol Nur Ichsan, S.Sos saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan bahwa kegiatan kerja bhakti yang bertajuk bhakti religi  ini dalam rangka menyambut HUT bhayangkara ke 75 tanggal 01 Juli 2021 mendatang.

" Kegiatan bhakti religi ini dilaksanakan dalam rangka HUT Bhayangkara ke 75, selain untuk membantu pengurus masjid / gereja dalam kebersihan tempat ibadah, kegiatan ini dilaksanakan untuk mempererat silaturahmi dengan tokoh agama khususnya di Kab. Bone," ujar Nur Ichsan.

Di tempat terpisah, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis P.S., S.I.K., M.Si mengatakan bahwa hari ini seluruh jajaran Brimob Polda Sulsel serentak melaksanakan kerja bhakti menjelang HUT Bhayangkara.

" Seluruh jajaran Sat Brimob Polda Sulsel hari ini serentak melaksanakan kegiatan bhakti religi di tempat - tempat ibadah, kegiatan ini merupakan salah satu wujud bhakti nyata dari Brimob untuk masyarakat," pungkas Kombes Anis. (Red)

Editor: A2W

Kasiperencanaan Korem 142/Tatag : Dalproggar mengukur dan menilai program kerja Satuan.



MAMUJU -  Pengendalian program kerja dan anggaran dilaksanakan di Aula Andi Depu  Korem 142/Tatag dipimpin Asisten Perencanaan Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Tornado, S.Sos.,M.M

Tim Dalproggar Kodam XIV/Hasanuddin selain mengunjungi Makorem 142/Tatag juga akan melakukan kegiatan yang sama di seluruh Kodim jajaran Korem 142/Tatag.

Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kasiperencanaan Korem 142/Tatag Kolonel Arh Sukma Yudha Wibawa, S.Sos mengatakan, pelaksanaan Pengendalian program kerja dan anggaran yang dilaksanakan pada hari ini, bertujuan untuk menilai atau mengukur pencapaian program kerja dan anggaran di Satuan jajaran Korem 142/Tatag. Selasa ( 15/06/21 )

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai wadah untuk menyamakan persepsi terhadap segala kendala dan hambatan dalam pelaksanaan program kerja.

" Segera lakukan perbaikan bila ditemukan adanya kesalahan, guna meningkatkan kinerja dan daya serap satuan " Kata Danrem 142/Tatag dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kasiren Korem 142/Tatag.

Mengingat pentingnya kegiatan ini, Danrem 142/Tatag berharap agar seluruh Perwira Korem 142/Tatag benar - benar memperhatikan serta memberi sumbangsih pemecahan masalah yang konstruktif dan komprehensif sehingga pencapaian sasaran program kerja dan anggaran yang akan datang lebih baik.

Ditempat yang sama dihadapan para Perwira Korem 142/Tatag,  Asisten Perencanaan Kodam XIV/Hasanuddin mengatakan, Pengendalian program kerja dan anggaran merupakan salah satu fungsi manajemen untuk memperoleh daya dan hasil guna program kerja dan anggaran yang optimal, sekaligus untuk melihat sejauh mana kinerja Satuan jajaran Kodam XIV/Hasanuddin dalam merealisasikan program kerja dan anggaran dalam mendukung tugas pokok satuan.

" Kegiatan Dalproggar ini akan dilaksanakan di seluruh Kodim dalam jajaran Korem 142/Tatag " kata Asrendam.

Asrendam juga mengatakan, Dalprog ini dapat dijadikan sebagai forum konsultasi terhadap program kerja yang telah maupun yang akan dilaksanakan agar lebih efektif dan efisien serta tepat sasaran sesuai ketentuan yang berlaku.

" Keberadaan Tim Dalproggar Kodam XIV/Hasanuddin diharapkan mampu membantu memberikan masukan dan perbaikan kepada Satuan yang menjadi objek, maupun kepada pimpinan guna mengambil keputusan yang tepat pada pelaksanaan program kerja dan anggaran  kedepan " tandas Asrendam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf. Tornado, S.Sos.,M.M. (AH)

Editor: A2W

Kasrem 142/Tatag hadir pada pembukaan TMMD Ke 111 di Kab. Polman



POLMAN - TMMD Ke 111 TA 2021 secara resmi dibuka Bupati Polewali Mandar Andi Ibrahim Masdar di Baruga Kodim 1402/Polman, dihadiri Kasrem 142/Tatag Kolonel Inf. Yusuf Sampetoding.Selasa ( 15/06/21 ). Tentara  Manunggal Membangun Desa yang ke 111 ini, berlokasi di Desa Kunyi Kec. Anreapi Kab. Polman dengan sasaran fisik perintisan dan pelebaran jalan sepanjang 1.977 M x 4 M, pembuatan duicker sebanyak 11 unit, pembuatan jembatan 1 unit sepanjang 14 M x 3,5 M.
Sedangkan sasaran non fisik berupa penyuluhan Bela Negara, penyuluhan Wasbang, penyuluhan hukum, penyuluhan Pertanian, penyuluhan ekonomi kreatif dan UMKM, sosialisasi stunting, sosialisasi pos yandu, sosialisasi pos Bindu PTM, bakti Sosial donor darah dan pemutaran Film perjuangan.

Bupati Polman Andi Ibrahim Masdar dalam sambutannya mengatakan, potensi yang ada dipedesaan harus dikembangkan dan kekurangan yang ada harus diatasi guna mencapai pemerataan, pertumbuhan serta kemandirian Desa secara berkelanjutan.

Disampaikan pula, salah satu peran nyata TNI dalam mendukung Pembangunan tersebut adalah turut serta pada kegiatan TMMD Ke 111 yang akan dilaksanakan selama 30 hari kedepan.

" TMMD yang dilaksanakan kali ini juga merupakan wahana untuk menggelorakan kembali semangat gotong royong dan rasa cinta tanah air " ucap Bupati Polman.

Usai pembukaan TMMD dilanjutkan peninjauan lokasi oleh Bupati Polman bersama Kasrem 142/Tatag didampingi Dandim 1402/Polman.

Selain Kasrem 142/Tatag, turut hadir Kasiter Korem 142/Tatag Kolonel Arh Sri Rusyono, S.E, Kapolres Polman dan Ketua DPRD Kab. Polman. (AH)

Editor: A2W

Audit Kinerja Itwasda Polda Papua Tahap I Tahun 2021 di Polres Pegunungan Bintang


 
OKSIBIL - Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, S.IK, M.KP yang diwakili Wakapolres Pegunungan Bintang Kompol Anton Ampang TL, S.M mengikuti Kegiatan Wasrik Itwasda Polda Papua tahun 2021 bertempat di Polres Pegunungan Bintang, Senin (14/6).

Adapun Tim Audit Itwasda Polda Papua yang hadir berjumlah 6 Orang yang dipimpin langsung Kombes Pol Drs. Bedjo PS. ( Sebagai Pengawas Tim Audit ), Kompol Emanuel Eka Sediyanto ( Ketua Tim Audit ), Kompol Dalyadi, Kompol Edison, Ipda Salmin, Briptu Ageng Wibowo

Dalam sambutanya Wakapolres menyampaikan selamat datang kepada Tim Audit Itwasda Polda Papua.

"Kami ucapkan selamat datang di Polres Pegunungan Bintang dan kami Polres Pegunungan Bintang siap mengikuti Pelaksanaan Audit dari Tim Audit Itwasda Polda Papua", Ujar Wakapolres.


Sementara Sambutan dari Pengawas Tim Audit Itwasda Polda Papua Kombes Pol Drs. Bedjo, P.S menyampaikan bahwa, 
"Kegiatan Audit yang dilaksanakan Mencakup tentang pemeriksaan Perencanaan dan Pengorganisasian Tahap I Tahun 2021 dalam hal ini Tata Kelola Keuangan di masing - masing Sub Satker Polres Pegunungan Bintang", terang Kombes Pol. Bedjo, P.S.

Hadir dalam Giat pelaksanaan Audit Itwasda Polda Papua Wakapolres Pegunungan Bintang Kompol Anton Ampang TL, SM, Kabag Ops AKP Teguh Santoso, S.Sos, Kabag SDM AKP Jhon Anakotta, Kasat Binmas IPTU Z.M Kareni, Kasat Samapta IPTU Abdul Rahman, Kasat Intelkam IPTU Pieter Rumkorem, S.H, Kasat Lantas IPTU Pieter Gerrits, Kasat Tahti, IPDA Yusuf Idris, Kasi Propam IPDA Jaenuddin S. Tuduho, Danki Brimob IPTU Frangky Rumbiak, Kapolsek Oksibil IPDA Muchlis. Wahab S.H, Kasiwas Aiptu Izac Hitijahubessy, Kasi Humas Bripka Faris Munandar, Kasi Keu Brigpol Rahmatullah. (*)

Autentifikasi:
Humas Polres Pegubin,
Editor: A2W

Danrem 142/Tatag pimpin Sidang parade Calon Taruna Akademi Militer Sub. Panda Mamuju, Begini Amanat Tertulis Pangdam XIV/Hasanuddin



MAMUJU - Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P selaku Ketua Sub. Panda Mamuju memimpin Sidang Parade Penerimaan Calon Taruna Akademi Militer TA 2021 Sub. Panda Mamuju hari ini berlangsung diaula Andi Depu Korem 142/Tatag. Senin ( 14/06/21 )
Diawali paparan Ka Ajenrem 142 Letkol Caj. Anggi Salamun, S.Sos tentang alokasi penerimaan dan pemeriksaan uji Panitia Daerah maupun Pusat, sekaligus validasi Daftar ulang dan pengecekan awal serta jadwal kegiatan Sub. Panda Mamuju.

Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Mochamad Safei Kasno, S.H dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Danrem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan, S.I.P mengatakan, Sidang parade ini merupakan rangkaian seleksi penerimaan tahap awal untuk memilih calon Taruna yang benar - benar memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, sehingga kelak mampu mengemban amanah sebagai generasi penerus TNI untuk mengabdi kepada bangsa dan Negara.

" Saya perintahkan, agar melalui Sidang parade ini, segenap panitia dan pemeriksa supaya menjalankan tugas secara profesional dilandasi objektivitas dan tingkat kecermatan yang tinggi, guna mendapatkan calon Prajurit yang handal dan berkualitas " Kata Pangdam dalam amanat tertulisnya.

Dikatakan pula, agar para panitia melaksanakan kegiatan seleksi ini secara cermat, teliti dan jauhkan diri dari upaya intervensi, karena hal tersebut akan menimbulkan kerugian, baik bagi panitia maupun peserta.

" Jangan ada niat sedikitpun untuk membuka celah penyimpangan karena hal tersebut akan mencederai pelaksanaan werving yang pada akhirnya akan mencoreng citra TNI AD " ungkap Pangdam XIV/Hasanuddin.

Perlu disadari, bahwa semakin selektif dalam memilih Calon Prajurit, maka akan semakin signifikan dalam membangun kekuatan TNI AD yang bernilai strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Urai Pangdam XIV/Hasanuddin.

Ditemui usai Sidang Parade, Kasipers Korem 142/Tatag Kolonel Inf.Masrief selaku Sekertaris pada penerimaan Catar Akmil Sub. Panda Mamuju mengatakan, pelaksanaan Sidang Parade Penerimaan Calon Taruna Akademi Militer TA 2021 Sub. Panda Mamuju diikuti 12 orang peserta yang telah mengikuti beberapa tahapan seleksi awal di Makorem 142/Tatag.

Dari 12 orang yang mengikuti sidang parade, 6 orang dinyatakan lulus pada seleksi Sub. Panda Mamuju dan akan mengikuti seleksi lanjutan pada tingkat Kodam yang dilaksanakan di Rindam XIV/Hasanuddin.

" Sidang parade Penerimaan Catar Akmil Sub.Panda Mamuju dilaksanakan secara transparan dan akuntabel, bagi yang dinyatakan lulus diharapkan mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi lanjutan di Kodam " ucap Kolonel Inf. Masrief. (AH)

Editor: A2W

Sidang Parade Catar Akmil Sumber Umum Reguler TA. 2021 Sub Panda Bone Telah Dilaksanakan



WATAMPONE - Telah dilaksanakan Sidang Parade Catar Akmil Sumber Umum Reguler TA. 2021 Sub Panda Bone yang dipimpin langsung oleh Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Djashar Djamil, S.E, M.M, Bertempat di Aula Sudirman Korem 141/Toddopuli Jl. Jendral Sudirman No.09 Kab. Bone, Senin 14/06/2021.
Program penerimaan Taruna Akademi Militer merupakan salah satu kegiatan pembangunan kekuatan personil guna memenuhi kebutuhan Perwira yang disiapkan untuk mengawaki organisasi TNI Angkatan Darat. Untuk itu, calon Taruna Akademi Militer nantinya diharapkan mempunyai kualitas yang baik sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.

Adapun sambutan Pangdam XIV/Hasanuddin yang di bacakan oleh Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Djashar Djamil S.E, M.M yang intinya, rangkaian seleksi penerimaan tahap awal untuk memilih calon Taruna yang benar-benar memenuhi kriteria yang dipersyaratkan, sehingga kelak mampu mengemban amanah sebagai generasi penerus TNI untuk mengabdi kepada bangsa dan negara."pungkasnya.

Peserta yang diikutsertakan pada pelaksanaan sidang parade adalah calon yang sudah dianggap memenuhi persyaratan dan norma pada tahap pengecekan awal yang meliputi kegiatan pemeriksaan administrasi, kesehatan dan jasmani."tuturnya.

Sidang Pantukhir Catar Akmil TA. 2021 kali ini, diikuti oleh 50 orang peserta yang telah mengikuti dan dinyatakan lulus dalam seleksi tahap awal baik seleksi administrasi, kesehatan, jasmani, mental idiologi, psikologi maupun akademik."ucapnya.

Dari 50 orang peserta ini, Panitia sidang Pantukhir akan memilih 18 peserta yang lolos dan memenuhi kriteria sesuai alokasi dari pusat. Mereka akan mengikuti seleksi tahap selanjutnya yakni Seleksi Tingkat Daerah Di Kodam XIV/Hasanuddin "Tambahnya.

Turut Hadir, Kolonel Inf Disi Purwiantono (Kasi Intel Kasrem 141/Tp), Kolonel Arm. Yani Ari Sasongko (Kasi Pers Kasrem 141/Tp), Mayor. Caj Hari Sakti Achwan, S.Sos (Kaajenrem 141/Tp), Letkol. Inf. A. Ranelino (Pengawas dari Kodam XIV/Hsn), Letkol. Ckm Makhfudhi Hadi Priyanto, S.Si (Dandenkesyah/ Bone), Mayor. Inf. Arfad (Kasiops Korem 141/Tp), Kapten. Arh Udin Syarif (Kajasrem 141/Tp), Kapten. Ckm. Asep (Karumkit Dr. Yasin Kab. Bone).
Serta Para panitia pelaksanan. (*)

Sumber: Penerangan Korem 141/Toddopuli,
Editor: A2W

Tidak Patuhi Himbauan, Polisi dan Unsur Pimpinan Kecamatan Bubarkan Pasar Malam



GOWA - Kapolsek Pallangga Polres Gowa IPTU Nasruddin, SH, MH, memimpin pelaksanaan pembubaran pasar malam di desa Bontoramba Kec  Pallangga, minggu malam (14/06/21).

Pembubaran dilakukan secara bersama dengan menghadirkan Tripika, Satpol PP, anggota Koramil, Personil Polsek, aparat Desa, Tim gugus tugas kecamatan, serta sat Sabhara Resor Gowa.

Pasar malam ini tidak mempunyai izin dan sangat rawan dengan terjadinya kerumunan yang pada akhirnya akan menjadi kluster baru penyebaran covid 19, ujar Kapolsek Pallangga IPTU Nasruddin, SH, MH.

Saat berada di lokasi pasar malam aktivitas sementara tidak berlangsung namun berbagai arena permainan anak-anak berupa balon luncur dan mobil-mobilan masih berada di TKP dalam kondisi terbungkus terpal serta para pedagang kaki lima berjualan, tambah Kapolsek

Saat berada di TKP petugas Satpol PP mengamankan beberapa peralatan permainan anak anak kemudian memerintahkan pengelola pasar malam untuk menghadap ke kantor Satpol PP guna dimintai keterangan  sementara para pedagang kaki lima yang berjualan di lokasi ikut dibubarkan.

Upaya paksa ini dilakukan karena pihak pengelola pasar malam tidak memenuhi himbauan Kapolsek Pallangga yang mana sebelumnya telah dilakukan upaya persuasif dan berjanji  untuk menghentikan kegiatan tersebut.

Kapolsek Pallangga saat konfirmasi mengatakan," karena upaya persuasif telah dilakukan namun pihak pengelola tidak menghentikan arena pasar malam ini maka tindakan tegas kami lakukan," tegas IPTU Nasruddin, SH, MH,

Hal ini kami lakukan untuk mengantisipasi terjadinya cluster baru penyebaran covid 19 dan berharap kabupaten Gowa tetap menjadi zona hijau di tengah pandemi Covid-19, pungkasnya. (Red)

Editor: A2W