Mahasiswa IAIN Parepare Diterima Secara Resmi Sekda Wajo

Dilihat 0 kali 9/24/2019

WAJO, Suaratipikor.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo menerima secara resmi penerimaaan mahasiswa IAIN Parepare yang mengadakan KPM di Kabupaten Wajo, di ruang rapat pimpinan Kantor Bupati Wajo, Senin 23 September 2019.
Dari Bapak Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum perencanaan dan Keuangan IAIN Parepare menyampaikan kalau KKN sekarang dirubah namanya menjadi KPM atau Kuliah pengabdian masyarakat dan bersyukur bisa disambut baik oleh pemerintah Kabupaten Wajo hari ini.

Dan juga disampaikan permohonan maaf dari Rektor yang sedianya beliau yang akan menghadiri upacara penerimaan secara resmi ini,  tapi baru tiba bersama dengan Bapak Menteri agama dan dia diminta untuk mendampingi mahasiswa beserta dosen pendamping di kantor Bupati Wajo pada saat ini, dan salam hormat dari Rektor untuk Pemerintah Kabupaten Wajo.

"Kalau kemarin penempatannya mahasiswa kami ada di Pinrang, dan tahun ini untuk tahun 2019 sebanyak 413 orang ditempatkan di Wajo," ungkapnya.

Dan dikatakan kalau sesuai hasil kesepakatan ada 54 posko di Kabupaten Wajo yang akan ditempati, dimana akan didampingi 8 orang dosen pembimbing lapangan dan 8 orang dosen pendamping lapangan dalam aktivitasnya.

"Mahasiswa akan ditempatkan di empat Kecamatan di antaranya Kecamatan Belawa, Kecamatan Tanasitolo, Kecamatan Maniangpajo dan Kecamatan Majauleng disebar selama 45 hari mereka mengadakan kuliah Pengabdian," katanya.

"Kami mengharapkan pemerintah Daerah dan Pemerintah Kecamatan serta Pemerintah Desa atau Kelurahan kalau anak-anak kita ini perlu pembinaan dan perlu pembinaan secara positif," tambahnya.

Dan dikatakan kalau di IAIN Parepare ada 27 program studi S1 dan ada 6 program studi S2 jadi semuanya ada 33 program konsentrasi dari 8.000 mahasiswa,  dulunya bernama STAIN sekarang menjadi IAIN.


Sambutan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo  H. Amiruddin A, S.Sos., M.M menyampaikan bahwa salam hormat dari Bupati wajo yang sedianya bersama-sama tapi karna adanya acara yang bersamaan sehingga  kami diminta untuk mewakilinya.

"Dengan kedatangan dari anak-anak semua beserta Rektor serta dosen, kami menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pilihan yang dijatuhkan di Kabupaten Wajo sebagai lokus," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo.

Dikatakan kalau KPM atau Kuliah Pengabdian Masyarakat dimana dulunya adalah KKN, nantinya akan melahirkan ide-ide ada temuan-temuan yang bisa diangkat dalam penelitian nantinya, interaksi dengan lingkungan, apa yang dapatkan di bangku kuliah diaplikasikan, dan berharap masalah yang ditemukan di masyarakat akan ada solusi yang bisa ditawarkan, ada isu strategis yang diangkat dalam salah satu judul, diuraikan dalam uraian masalah itu yang diharapkan.

"Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo menyambut baik atas kebersamaan kita,inilah juga komitmen kami untuk terus bersinergi karena di dalam administrasi publik keberhasilan suatu negara bukan hanya ditentukan oleh keberadaan pemerintah, harus ada kolaborasi lain, di dalam hal ini ada Pemerintah, masyarakat,  swasta dan Perguruan Tinggi dan ini tidak bisa diabaikan," jelas H. Amiruddin A, S.Sos.,M.M.

Juga dikatakan kalau persyaratan jadi pejabat minimal harus S1, pejabat selaku pengendali pemerintah itu dari perguruan tinggi, pejabat tidak boleh melupakan perguruan tinggi kampus serta akademisi dan itu harus saling bersinergi, apalagi dalam menjalankan roda pemerintahan tidak sedikit persoalan yang dijumpai.

"Saya persilahkan kepada anak-anak semua untuk melihat fenomena yang ada di masyarakat, silakan pelajari dari sisi agama, budaya serta dari  sisi kearifan lokal di posko masing-masing, silakan didiskusikan bila ada benturan silakan diskusi dengan pembimbing dan kami sebagai pemerintah Kabupaten Wajo kita duduk bersama," jelas H. Amiruddin A, S. Sos., M.M.

Dan dikatakan kalau Di Kabupaten Wajo ada Perinsip 3S yaitu Sipakatau, Sipakalebbi dan Sipakainge, di sini boleh memberi pendapat tapi jangan memaksakan, harus saling menghargai kalau ada yang keliru maka ada yang menjadi mediator, di masyarakat juga ada yang dituakan dan dijadikan sebagai tokoh.

Juga di Wajo ada semboyan Merdeka to Wajoe adenna Napopuang artinya merdeka dalam artian bebas berusaha, Kemana saja, tapi ada aturan-aturan yang membingkai adat yang di-pertuang hukumnya diutamakan.

"Saya menaruh harapan atas keberadaan anak-anak selaku mahasiswa kuliah pengabdian masyarakat, nanti akan memberikan warna tersendiri, tunjukkanlah jati diri anak-anak semua sebagai mahasiswa yang memiliki karakter sebagai mahasiswa yang punya semangat dan spirit Islam dan ini jadi pembeda dari yang lain, berikan yang terbaik, anda adalah pilihan terbaik yang dikirim Di Wajo," harap H. Amiruddin A, S.Sos., MM. diakhir sambutannya. (*)

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin, MM.

Suaratipikor.com adalah sebuah situs berita yang menyajikan beragam informasi dan berita terbaru, yang mencakup politik, pendidikan, kriminal dalam dan luar negeri.

Related Posts

Previous
Next Post »