Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Rapat Paripurna DPRD SulSel Berlangsung Lancar; Begini Penjelasan Gubernur SulSel Prof HM Nurdin Abdullah

MAKASSAR, SUARATIPIKOR.com - DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) mengelar Rapat Paripurna bersama dengan Gubernur Sulsel, di Ruang Rapat Paripur...




MAKASSAR, SUARATIPIKOR.com - DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) mengelar Rapat Paripurna bersama dengan Gubernur Sulsel, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sulsel, Jumat, 27 November 2020.

Rapat Paripurna dengan agenda Penetapan Keputusan DPRD Sulsel Tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propem Perda) Tahun 2021 dan Persetujuan Bersama Gubernur dan DPRD Terhadap Ranperda Tentang APBD Tahun 2021 itu dipimpin langsung Ketua DPRD Sulsel, Ina Kartika Sari.

Pada Paripurna itu, Badan Anggaran DPRD Sulsel dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Pemprov Sulsel menyepakati komposisi akhir Anggaran APBD Tahun 2021 dengan jumlah Pendapatan Rp 10,7 triliun dan jumlah Belanja Rp11,76 triliun.
Gubernur Sulsel, Prof HM Nurdin Abdullah mengatakan, disetujuinya dua agenda tersebut menjadi ajang pembuktian kepada masyarakat. 

"Jujur saja saya merasakan penyusunan APBD kita di Sulawesi Selatan ini, kita sudah satu nafas, satu visi, satu langkah dan tentu saya rasakan betul, selama penyusunan APBD saya tidak pernah merasa ada sesuatu yang menjadi perbedaan kita. Karena kita sama-sama punya visi untuk memajukan Sulsel. Saya kira itu yang paling penting," pungkasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bappelitbangda Sulsel, Junaedi saat ditemui diruang kerjanya mengapresiasi Banggar DPRD Sulsel termasuk para komisi-komisi di DPRD Sulsel. Pasalnya, dalam limit waktu yang terbatas mereka mampu melakukan pencermatan lebih detail terkait muatan-muatan APBD Sulsel tahun 2021.

Junaedi juga menuturkan bahwa APBD tahun 2021 ini difokuskan untuk pemulihan ekonomi akibat pukulan Pandemi Covid-19. Tidak seperti pada APBD yang didorong oleh Pemerintah pada tahun-tahun sebelumnya.

"Tidak seperti lazimnya APBD yang selama ini kita dorong, dimana mendorong optimalisasi urusan pemerintahan, tetapi pada 2021 kita memasuki adaptasi kebiasaan baru sehingga fokusnya memang di Pemulihan ekonomi akibat dari tekanan Pandemi Covid-19," Ungkapnya. (*)

Sumber: Asdar Bintang Top,
Editor: A2W.

Tidak ada komentar