Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Dapur MBG 3T Selayar Perkuat Standar Keamanan Pangan, 180 Peserta dari 18 Dapur Ikuti Pelatihan

Kegiatan Dibuka Langsung Sekda Selayar KEPULAUAN ‎SELAYAR, SUARATIPIKOR.COM – Sebanyak 180 peserta dari 18 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan ...

Kegiatan Dibuka Langsung Sekda Selayar

KEPULAUAN ‎SELAYAR, SUARATIPIKOR.COM – Sebanyak 180 peserta dari 18 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengikuti Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar di Hotel Rayhan Resto Kelas A (Tinabo), Jumat (12/6/2026). Pelatihan ini digelar sebagai upaya memperkuat tata kelola dapur MBG sekaligus meningkatkan standar keamanan pangan menyusul sejumlah kasus yang sempat viral di media sosial dan menjadi bahan evaluasi nasional dalam pelaksanaan program tersebut.

‎Setiap dapur mengirimkan 10 orang peserta yang terdiri dari pengelola dan penjamah makanan untuk mendapatkan pembekalan terkait standar keamanan pangan dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi dapur-dapur yang melayani wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Kabupaten Kepulauan Selayar.

‎Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang terlibat dalam pengelolaan dapur MBG agar mampu menjamin makanan yang disajikan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan, higiene, dan sanitasi.

‎Pejabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kepulauan Selayar Drs. Andi Abdurrahman, S.E., M.Si. dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, menegaskan bahwa keamanan pangan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, makanan yang bergizi harus didukung dengan proses pengolahan yang higienis dan aman agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh para penerima manfaat.

‎“Penjamah makanan memiliki peran yang sangat strategis karena berada di garis terdepan dalam memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar kebersihan, keamanan, dan kualitas gizi yang telah ditetapkan,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, Program Makan Bergizi Gratis merupakan program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Karena itu, seluruh dapur MBG harus mampu menerapkan standar keamanan pangan yang baik dalam setiap tahapan kerja.

‎Iya juga menyinggung sejumlah kejadian yang sempat menjadi perhatian publik dan viral di media sosial terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di beberapa daerah. Menurutnya, peristiwa tersebut harus dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama agar tidak terulang di kemudian hari.

‎“Beberapa kejadian yang sempat viral di media sosial harus menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi kita semua. Karena itu, melalui pelatihan ini kami mendorong seluruh pengelola dapur untuk memperkuat pengawasan serta mengatur kembali tata kelola penyelenggaraan Makan Bergizi Gratis mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi hingga penyajian makanan,” tegasnya.

‎Ia menambahkan bahwa keamanan pangan tidak boleh dianggap sebagai hal yang sepele karena menyangkut kesehatan dan keselamatan para penerima manfaat, terutama peserta didik yang menjadi sasaran utama Program MBG.

‎“Kami ingin seluruh dapur MBG di Kabupaten Kepulauan Selayar menerapkan standar yang sama, baik dari sisi kebersihan lingkungan kerja, higiene penjamah makanan, maupun kualitas bahan pangan yang digunakan. Dengan tata kelola yang baik, potensi terjadinya masalah keamanan pangan dapat diminimalkan,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang Koordinator Yayasan Dapur MBG 3T Kabupaten Kepulauan Selayar, Suharjo Muna, menilai Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dengan membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat, khususnya kaum perempuan.

‎“Kita tidak hanya menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya, tetapi juga sedang menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat. Saat ini kurang lebih sekitar 200 perempuan terlibat dalam operasional dapur-dapur MBG di Kabupaten Kepulauan Selayar,” ujar Suharjo.

‎Menurutnya, keberadaan 18 dapur SPPG yang beroperasi di berbagai wilayah Selayar telah memberikan peluang kerja baru bagi masyarakat yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan tetap.

‎“Paling tidak program ini ikut membantu mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Kepulauan Selayar. Selain memberikan manfaat di bidang gizi, program ini juga menghadirkan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para ibu rumah tangga dan perempuan produktif yang terlibat dalam pengelolaan dapur,” tambahnya.

‎Ia berharap pelatihan keamanan pangan yang diberikan kepada para pengelola dan penjamah makanan dapat semakin meningkatkan kualitas pelayanan dapur MBG, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Selayar.

‎Pelatihan tersebut menghadirkan sejumlah materi penting, mulai dari kebijakan keamanan pangan dalam Program MBG, perlindungan tenaga kerja, pemeliharaan lingkungan kerja dan pengendalian vektor penyakit, higiene perorangan penjamah pangan, cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan, tahapan proses produksi pangan siap saji, hingga pembersihan dan sanitasi peralatan.

‎Selain narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Selayar, kegiatan ini juga menghadirkan pemateri dari BPJS Ketenagakerjaan, Korwil Badan Gizi Nasional (BGN), dan Korwil BIN yang memberikan penguatan terkait perlindungan tenaga kerja, sosialisasi Program MBG, serta komunikasi publik.

‎Dengan diikutinya 18 dapur dan 180 peserta, pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas seluruh pengelola dan penjamah makanan dalam menjalankan tugasnya secara profesional. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan langsung di masing-masing dapur sehingga kualitas pelayanan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kepulauan Selayar semakin baik.

‎Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar berharap seluruh dapur MBG mampu menerapkan standar keamanan pangan secara konsisten, mulai dari pengadaan bahan baku hingga makanan diterima oleh penerima manfaat. Dengan dukungan 18 dapur dan sumber daya manusia yang telah dibekali pengetahuan keamanan pangan, Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Kepulauan Selayar diharapkan dapat berjalan lebih baik, profesional, serta memberikan jaminan makanan yang aman, sehat, dan bergizi bagi masyarakat, khususnya para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

Sementara itu, Supardi Idris selaku ketua Peduli Selayar Community (Pis.Com) mengapresiasi adanya pelatihan 3 T tersebut. Menurutnya, dengan adanya pelatihan penjamah makanan dapur 3 T ini, itu sangat bermanfaat terkait standar keamanan pengelola (food safety), yakni mencegah resiko kontaminasi makanan dan keracunan massal melalui pemahaman dasar bahaya pangan (food Hazard) serta teknik pengelolaan yang higienis.

Lanjut Supardi Idris menyebutkan, bahwa selain standar keamanan pangan, juga termasuk pemenuhan gizi,  management dapur SPPD dan Pemberdayaan potensi lokal. 

"Dari ketiga hal tersebut, saya sangat respon dengan adanya pemberdayaan potensi lokal dengan mengarahkan pengelola dapur untuk memaksimalkan bahan baku dan pangan lokal seperti hasil pertanian dan hasil tangkapan ikan di daerah setempat, apa lagi di daerah kepulauan selayar yang terluar," ujar Supardi. 

Laporan: Ito

Tidak ada komentar