SELAYAR, SUARATIPIKOR.COM -- Semarak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini di Kecamatan Bontoharu akan terasa berbeda. Pemerintah Kecamatan Bontoharu resmi akan menggelar *Festival Bontoharu Merdeka 2026* selama 18 hari penuh, mulai 1 hingga 18 Agustus 2026 di kawasan Matalalang, Kelurahan Bontobangun.
Hal itu disampaikan langsung Camat Bontoharu, Andi Batara Gau, SE saat ditemui Suaratipikor.com_ di Kota Benteng, Senin (27/7/2026).
"Festival ini kita kemas bukan hanya sekadar lomba. Ini pesta rakyat yang memadukan semangat nasionalisme, kebersamaan, pelestarian budaya, pembinaan generasi muda, sampai kepedulian sosial," ujar Andi Batara Gau membuka perbincangan.
Dibuka Pengibaran Bendera di Puncak, Ditutup dengan Solidaritas
Menurutnya, rangkaian kegiatan akan sangat beragam dan melibatkan semua elemen. Mulai dari unsur pemerintahan, lembaga, organisasi kemasyarakatan, pemuda, pelajar, hingga dunia usaha.
Agenda pembuka yang paling menarik perhatian adalah *pengibaran Bendera Merah Putih bersama komunitas trail di Puncak Bontoharu*.
"Itu simbol penghormatan kita kepada para pahlawan. Sekaligus untuk membangkitkan semangat cinta tanah air di kalangan anak muda," jelasnya.
Untuk memeriahkan, berbagai lomba telah disiapkan. Di bidang keagamaan ada *lomba adzan, tadarus bersambung, dan hafalan surat pendek*.
Di bidang olahraga dan permainan rakyat ada *turnamen bola voli, sepak takraw, domino, joker, senam Anak Indonesia, Akkadaro, hingga Allongga*.
TP-PKK Kecamatan juga tak mau ketinggalan. Mereka akan menggelar *pasar murah* dan lomba-lomba khas seperti *lomba menghidang, aba-aba, estafet pipet, merias, sampai lomba kebersihan antar dusun*.
Seni budaya juga diramaikan dengan *gerak jalan indah, karaoke duet dan solo lagu perjuangan, pembacaan puisi perjuangan, dan paduan suara lagu-lagu perjuangan*.
Untuk anak muda, akan ada *perkemahan Pramuka dan turnamen Mobile Legends*.
"Panggung Solidaritas" untuk Korban KLM Nurul Salsa 01
Namun di balik kemeriahan itu, ada satu agenda yang disebut Camat Bontoharu sebagai bagian paling menyentuh: *Gerakan Donasi Peduli Korban KLM Nurul Salsa 01*.
"Ini yang paling kita harapkan. Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam kepedulian kepada sesama," tegasnya.
Ia menjelaskan, gerakan donasi ini diinisiasi sebagai bentuk empati atas musibah tenggelamnya KLM Nurul Salsa 01 yang merenggut korban jiwa. Beberapa di antaranya merupakan warga Kecamatan Bontoharu.
"Melalui momentum Festival Bontoharu Merdeka, kami mengajak seluruh masyarakat, para perantau, dunia usaha, komunitas, dan semua elemen untuk bersama-sama mengulurkan tangan. Membantu keluarga korban yang saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit," ujarnya dengan nada serius.
Bagi Andi Batara, kemerdekaan tidak cukup dirayakan dengan lomba dan hiburan saja.
"*Festival Bontoharu Merdeka bukan sekadar pesta rakyat, tetapi juga panggung solidaritas.* Kita ingin seluruh masyarakat merayakan kemerdekaan dengan berbagi kebahagiaan," pungkasnya.
Harapan: Wujudkan "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"
Di akhir wawancara, Camat Bontoharu berharap semangat tema HUT RI ke-81 tahun ini, *"Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur"*, tidak hanya jadi slogan.
"Semoga ini benar-benar kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui persatuan, kebersamaan, kepedulian sosial, dan penguatan nilai gotong royong sebagai jati diri bangsa Indonesia," tutupnya.
Laporan: Supardi

