Iklan

Iklan

,

Iklan

SELAYAR TAWARKAN DIRI JADI "LUMBUNG BBM" NASIONAL! 30 RIBU KL STORAGE TANK DIUSULKAN KE ESDM

Sabtu, 25 Juli 2026, Juli 25, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T02:50:17Z


JAKARTA, SUARATIPIKOR.COM -- Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerima audiensi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar untuk membahas usulan pembangunan fasilitas penyimpanan Bahan Bakar Minyak (BBM) atau _storage tank_ di wilayah Kepulauan Selayar. 


Langkah strategis ini diproyeksikan menjadi solusi penguatan ketahanan energi nasional sekaligus memperlancar distribusi BBM di Kawasan Timur Indonesia.


Pertemuan yang merupakan tindak lanjut surat permohonan Bupati Kepulauan Selayar tertanggal 9 Maret 2026 itu dipimpin langsung oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Migas di Gedung Ibnu Sutowo, Jakarta, Senin (7/7/2026). 


Audiensi ini juga menjadi wadah koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab tantangan rantai pasok energi di wilayah kepulauan, sekaligus mendukung program prioritas nasional di sektor energi.


Selayar Dianggap Titik Strategis Cadangan Energi Nasional


Sekretaris Ditjen Migas, Rizwi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kesiapan Pemkab Kepulauan Selayar yang menawarkan wilayahnya sebagai infrastruktur penyangga ketahanan energi nasional.


"Kami mengapresiasi dan mencatat usulan dari Pemda Selayar. Saat ini pemerintah memang tengah memikirkan penguatan cadangan energi nasional agar tidak rentan terhadap dinamika global," ujar Rizwi.


Menurutnya, usulan Bupati Selayar bisa menjadi salah satu titik alternatif yang sangat strategis untuk pengembangan _storage tank_ BBM di Indonesia, khususnya untuk memperkuat pasokan dan ketahanan energi di Kawasan Timur Indonesia.


Rizwi menambahkan, hasil pembahasan audiensi ini akan dilaporkan langsung kepada Direktur Jenderal Migas dan Menteri ESDM sebagai bahan evaluasi dan pertimbangan dalam perencanaan infrastruktur penyimpanan energi ke depan.


Musim Barat Lumpuhkan Distribusi, Harga BBM Melonjak


Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali, dalam kesempatan yang sama memaparkan urgensi pembangunan _storage tank_ di daerahnya. 


Sebagai wilayah kepulauan yang terdiri dari 132 pulau, dengan 130 pulau berpenghuni, dan terpisah dari daratan utama Sulawesi, Selayar sangat bergantung pada kelancaran transportasi laut dari Terminal BBM Kota Makassar. Jarak tempuh laut sekitar 170 hingga 190 kilometer atau 8 hingga 10 jam perjalanan.


"Kami menghadapi tantangan setiap musim barat yang berlangsung sekitar 4 hingga 5 bulan. Distribusi BBM ke Kepulauan Selayar terganggu akibat cuaca buruk," papar Natsir Ali.


Ia menyebut, jika distribusi terputus hanya 2-3 hari saja, harga BBM di kepulauan bisa melonjak tinggi dan sangat merugikan nelayan tradisional.


"Karena itu, kami mengusulkan pembangunan _storage tank_ agar pasokan di daerah kami aman. Sekaligus kami menawarkan Selayar sebagai hub nasional karena letak daerah kami persis berada di tengah jalur pelayaran nasional ALKI II dan ALKI III," tegasnya.


Siapkan Lahan 3.000 Hektar dan Kapasitas Awal 12.000 KL


Untuk mendukung realisasi proyek strategis tersebut, Natsir Ali menegaskan Pemkab Selayar telah menyiapkan regulasi tata ruang yang matang. Dari sisi kesiapan lahan, telah dialokasikan lahan seluas 2.000 hingga 3.000 hektar yang sudah disahkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).


Fasilitas _storage tank_ BBM yang diusulkan dirancang terintegrasi dengan sistem transportasi laut, meliputi tangki timbun BBM, dermaga kapal tanker/jetty, sistem pipa distribusi, fasilitas bongkar muat, serta sistem keamanan dan pengendalian lingkungan.


*Rincian kebutuhan dan kapasitas awal yang diusulkan:*

- *Solar*: Kebutuhan 30-50 KL/hari | Kapasitas _storage tank_ tahap awal 6.000 KL

- *Pertalite*: Kebutuhan 20-40 KL/hari | Kapasitas _storage tank_ tahap awal 4.000 KL  

- *Pertamax*: Kebutuhan 5-10 KL/hari | Kapasitas _storage tank_ tahap awal 2.000 KL


Secara keseluruhan, total estimasi kebutuhan harian daerah mencapai 70-90 KL per hari. Total kebutuhan kapasitas _storage tank_ untuk tiga jenis BBM tersebut sekitar 12.000 KL. Untuk tahap awal, kapasitas yang direncanakan berada pada kisaran 10.000 KL hingga 30.000 KL.


Menutup pertemuan, Rizwi menyampaikan komitmen Ditjen Migas untuk terus memfasilitasi koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk mengkaji aspek teknis dan keekonomian bersama badan usaha terkait seperti PT Pertamina (Persero).


Langkah ini diharapkan dapat merealisasikan infrastruktur energi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan pasokan BBM di Kepulauan Selayar, tetapi juga memperkuat distribusi energi di perairan Nusantara, khususnya di Wilayah Timur Indonesia.


Laporan: Supardi Idris


--

Iklan