Iklan

Iklan

,

Iklan

SELESAI MAGANG 1 BULAN, 7 MAHASISWA ITSBM SELAYAR DIBEKALI KOMPETENSI LANGSUNG DI KLINIK NUHRINTAMA GOWA

Selasa, 28 Juli 2026, Juli 28, 2026 WIB Last Updated 2026-07-29T02:07:04Z




SELAYAR, SUARATIPIKOR.COM -- Institut Teknologi Sains dan Bisnis Muhammadiyah Selayar (ITSBM Selayar) resmi menarik kembali 7 mahasiswanya yang telah menyelesaikan Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Klinik Nuhrintama, Kabupaten Gowa. Penarikan berlangsung pada Selasa (29/7/2026), sekaligus menandai berakhirnya masa magang selama satu bulan yang dimulai sejak 29 Juni 2026.


Ketujuh mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Administrasi Kesehatan dengan dua konsentrasi, yaitu Kesehatan Lingkungan dan Manajemen Keperawatan. 


Selama berada di Klinik Nuhrintama, mereka tidak hanya menjadi "penonton", tetapi langsung diterjunkan ke 2 lokus kerja utama: *Unit Mutu* dan *Unit Pelayanan Operasional*.


Belajar Langsung Tata Kelola Klinik Primer


Di *Unit Mutu*, mahasiswa dilibatkan dalam kegiatan inti penjaminan mutu pelayanan. Materinya mencakup Program Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga Program Pencegahan Kecurangan dan Peningkatan Kepatuhan Pelayanan (PKP).


Sementara di Unit Pelayanan Operasional, mahasiswa mempelajari alur kerja manajerial klinik. Mulai dari bidang Administrasi dan Manajemen, Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) & Kepegawaian, Keuangan dan Pelaporan, sampai ke garda terdepan pelayanan yakni Loket dan Rekam Medis.



Selama proses magang, mahasiswa didampingi langsung oleh dosen pembimbing *dr. Astari Pratiwi Nuhrintama, http://M.Kes (MARS)* yang juga merupakan Pimpinan Klinik Nuhrintama. Di lapangan, pembinaan teknis dilakukan oleh 2 pembimbing lapangan, *Nurul Mukhlis, http://S.KM* dan *Harleily Mayuni Baharsyah, http://S.Keb*.


Ini Ruang Belajar Nyata, Bukan Sekadar Kewajiban


Dalam sambutannya pada prosesi penarikan, dr. Astari menegaskan bahwa magang di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Klinik Nuhrintama adalah bekal penting sebelum mahasiswa terjun ke dunia kerja.


"Magang ini bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa untuk memahami tata kelola pelayanan kesehatan primer. Mulai dari sisi mutu, keselamatan pasien, hingga aspek administrasi dan keuangan," ujar dr. Astari.


Ia menyebut, penempatan mahasiswa di dua unit yang berbeda dilakukan sengaja. Tujuannya agar mahasiswa mendapat gambaran utuh tentang operasional klinik, baik dari sisi teknis pelayanan maupun sisi manajerial.


Lebih lanjut, dr. Astari menegaskan komitmen Klinik Nuhrintama untuk terus berkontribusi pada dunia pendidikan. Ke depan, klinik ini ditargetkan berkembang menjadi fasilitas kesehatan sekaligus pusat pembelajaran/learning center.


"Kolaborasi dengan ITSBM Selayar ini langkah strategis. Kami ingin Klinik Nuhrintama tidak hanya jadi tempat pelayanan, tetapi juga pusat pembelajaran yang mencetak SDM kesehatan yang siap kerja dan kompeten," tambahnya.


Titip Harapan untuk Layanan Kesehatan di Selayar


Bagi ITSBM Selayar, program ini menjadi jembatan penting untuk mengasah kompetensi mahasiswa agar siap kerja.


Satu bulan memang singkat. Namun dari ruang kecil bernama Klinik Nuhrintama, diharapkan lahir bibit-bibit tenaga kesehatan baru yang membawa perubahan bagi layanan kesehatan primer, khususnya di Kepulauan Selayar dan Sulawesi Selatan.


Laporan: Supardi


Iklan