Raih Predikat Terbaik Tingkat Institut, Iradat: "Penghargaan Ini Bentuk Terima Kasih Saya untuk ITSBM Selayar"
KEPULAUAN SELAYAR, SUARATIPIKOR.COM - Di balik toga dan piagam Wisudawan Terbaik Tingkat Institut ITSBM Selayar 2026, tersimpan kisah panjang perjuangan.
Iradat, salah satu dari 73 lulusan perdana ITSBM Selayar, membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.
Dalam pesan dan kesannya, Iradat menceritakan perjalanannya sebagai mahasiswa yang kuliah sambil bekerja selama 4 tahun.
KULIAH SAMBIL KERJA: UJIAN DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB
"Menjadi mahasiswa di ITSBM Selayar adalah salah satu perjalanan yang sangat berarti dalam hidup saya," buka Iradat.
Ia mengaku memulai perkuliahan dengan banyak harapan, namun juga banyak tantangan. Membagi waktu antara pekerjaan dan kuliah menjadi ujian terberatnya.
"Ada saat di mana tubuh sudah lelah setelah bekerja, tetapi tugas kuliah masih harus diselesaikan. Ada waktu ketika harus memilih antara beristirahat atau menyelesaikan tanggung jawab sebagai mahasiswa," kenangnya.
Namun baginya, pilihan itu berbuah pelajaran berharga.
"Justru dari situlah saya belajar arti disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan konsistensi," ujarnya.
KESAN: ILMU HARUS DIBARENGI SIKAP
Bagi Iradat, ITSBM Selayar bukan hanya tempat menuntut ilmu. Kampus ini menjadi ruang untuk bertumbuh menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab dan percaya diri.
"Selama menjalani perkuliahan, saya mendapatkan banyak hal yang tidak bisa hanya diukur dengan nilai akademik. Saya belajar bahwa ilmu harus dibarengi dengan sikap. Prestasi harus dibarengi dengan tanggung jawab," ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi peran dosen dan teman-teman seperjuangan.
"Dosen-dosen tidak hanya memberikan materi, tetapi juga arahan dan motivasi. Teman-teman menjadi bagian dari cerita yang membuat perjalanan kuliah terasa lebih berwarna," katanya.
PESAN UNTUK ADIK KELAS: JANGAN TAKUT BERMIMPI BESAR
Sebagai Wisudawan Terbaik, Iradat menitipkan pesan khusus untuk adik-adik mahasiswa ITSBM Selayar.
"Jangan pernah merasa kecil hanya karena kalian belajar di kampus yang berada di daerah. Justru dari Selayar kita harus menunjukkan bahwa kita juga mampu melahirkan prestasi," pesannya tegas.
"Jangan takut bermimpi besar. Jangan takut memiliki target yang tinggi. Karena kampus ini memiliki mahasiswa-mahasiswa yang punya potensi untuk membawa nama ITSBM Selayar lebih jauh lagi," lanjutnya.
Ia juga menyemangati teman-teman yang sedang berjuang kuliah sambil bekerja.
"Mungkin perjalanan kalian terasa lebih berat. Tetapi percayalah, rasa lelah itu akan terasa berbeda ketika suatu hari kalian melihat hasil dari semua perjuangan tersebut," tuturnya.
PENUTUP: BANGGA MENJADI BAGIAN ITSBM
Raihan sebagai Wisudawan Terbaik baginya bukan sekadar pencapaian pribadi.
"Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya tentang diri saya. Di balik nama saya yang tertulis di sebuah piagam, ada nama ITSBM Selayar yang juga ikut saya bawa," ucapnya penuh haru.
"Saya bangga menjadi mahasiswa ITSBM Selayar. Saya bangga pernah belajar di sini. Dan saya berharap, setelah lulus nanti, saya bukan hanya menjadi alumni yang membawa nama baik diri sendiri, tetapi juga menjadi bagian dari orang-orang yang ikut membanggakan dan mengharumkan nama ITSBM Selayar," pungkas Iradat.
"ITSBM Selayar, tempat saya belajar, bertumbuh, berjuang, dan akhirnya menorehkan sebuah pencapaian yang akan selalu saya banggakan. Dari Selayar, untuk masa depan," tutupnya.
Laporan: Supardi
