Iklan

Iklan

,

Iklan

DUKA DARI FLORES: Warga Selayar Rianto Harahap Tewas Tertimpa Rumah Runtuh Akibat Gempa M7,7 NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026, Agustus 15, 2026 WIB Last Updated 2026-08-15T07:34:26Z

Tinggalkan Isteri dan 2 Anak di Pasimasunggu, Korban Berangkat Naik Kapal Pelni Sebelum Bencana Terjadi



KEP. SELAYAR, SUARATIPIKOR.COM — Gempa dahsyat berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi, tidak hanya memporak-porandakan Flores. Bencana itu juga merenggut nyawa Rianto Harahap, warga Kabupaten Kepulauan Selayar.


Rianto, warga Dusun Bontosaile, Desa Bonelambere, Kecamatan Pasimasunggu, dikabarkan meninggal dunia akibat rumah yang ditempatinya di NTT runtuh saat gempa.


Tewas di Manggarai Saat Bertamu ke Keluarga


Informasi duka itu diterima keluarga di Selayar setelah berkomunikasi dengan kerabat di NTT.


"Sudah dipastikan Rinto meninggal dunia. Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga di sana," ujar Deli," keluarga korban, melalui sambungan telepon, Sabtu (15/8/2026).


Menurut keluarga, saat kejadian Rianto berada di Kecamatan Reok, Desa Paralando, Dusun Langkas, Kabupaten Manggarai. Rumah yang ditempati bersama keluarganya dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah akibat guncangan gempa.


Rianto diketahui baru berangkat dari Selayar beberapa hari sebelum bencana. Ia menumpang Kapal Pelni Sabuk Nusantara 49 dari Pulau Jampea menuju Flores untuk menyambangi keluarga.


Tinggalkan Isteri dan 2 Anak di Selayar

Kabar meninggalnya Rianto menambah duka mendalam bagi keluarga besar di Selayar. 


Korban meninggalkan seorang isteri dan dua orang anak yang saat ini masih berada di Dusun Bontosaile, Desa Bonelambere, Kecamatan Pasimasunggu.


Hingga kini keluarga masih berupaya menjalin komunikasi dengan pihak di NTT untuk mendapatkan informasi lengkap terkait jenazah dan proses penanganan selanjutnya. Jaringan komunikasi di lokasi bencana dilaporkan masih terputus-putus.


Gempa M7,7 NTT: 5 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan laporan awal BMKG dan BPBD NTT, gempa M7,7 yang berpusat di wilayah Flores itu menyebabkan kerusakan bangunan dan korban jiwa. 


Sedikitnya 5 orang dilaporkan meninggal dunia, dengan korban berasal dari Kabupaten Sikka dan Manggarai. Kerusakan terparah terjadi di rumah-rumah warga yang berada dekat pusat gempa.


Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Dinas Sosial dan BPBD setempat telah mendapat laporan terkait korban warga Selayar ini dan tengah berkoordinasi dengan pihak keluarga.


Laporan: Supardi


Iklan