Iklan

Iklan

,

Iklan

Kapal Mati Mesin di Perairan Bahuluang, Kapal Penolong Ikut Kehabisan BBM, Dua Kapal Butuh Evakuasi

Rabu, 26 Agustus 2026, Agustus 26, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T03:16:30Z


KEP. SELAYAR, SUARATIPIKOR.COM - Dua kapal Rakyat dilaporkan membutuhkan evakuasi setelah sebuah kapal yang berlayar dari Pelabuhan Benteng menuju Kalaotoa mengalami mati mesin di perairan sekitar Pulau Bahuluang, Kabupaten Kepulauan Selayar, Kamis (27/8/2026) pagi.


Informasi tersebut disampaikan Arsyil Ihsan, anggota DPRD Kepulauan Selayar, setelah dirinya menghubungi langsung Lk. Mardi, yang berada di atas kapal penolong.


Dalam upaya memberikan pertolongan, KLM Arwin Saputra milik Demparela kemudian berangkat menuju lokasi. Namun, kapal penolong tersebut dilaporkan ikut mengalami kendala setelah kehabisan bahan bakar minyak (BBM).


Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang mengalami mati mesin dan KLM Arwin Saputra kini sama-sama berada di perairan Bahuluang dan membutuhkan bantuan evakuasi/SAR.


Sebelumnya, kapal yang mengalami gangguan tersebut dilaporkan berada sekitar satu mil di sebelah barat Pulau Bahuluang. KLM Arwin Saputra kemudian menemukan dan mendatangi lokasi sekitar pukul 02.00 WITA, dengan posisi sekitar delapan mil dari Pulau Bahuluang.


Informasi yang diterima menyebutkan, kapal tersebut rencananya akan ditarik dan dikandaskan di bibir pantai Bahuluang untuk menghindari kondisi yang lebih membahayakan. Namun, rencana tersebut terkendala setelah kapal penolong mengalami kehabisan BBM.


Kapal yang mengalami gangguan tersebut diketahui dinakhodai Ikbal, warga Parang, Desa Bontomalling, Kecamatan Pasimasunggu, dengan jumlah empat orang anak buah kapal (ABK).


Sementara itu, Abd. Wahid dari Basarnas, saat dikonfirmasi oleh pihak kepolisian Iptu Hasan, menyampaikan bahwa informasi mengenai kondisi kedua kapal tersebut telah diterima oleh Basarnas. Hingga berita ini dirilis, pihak Basarnas masih melakukan koordinasi untuk menentukan langkah penanganan dan evakuasi yang akan ditempuh.


Hingga berita ini diterbitkan, kedua kapal masih berada di perairan Bahuluang dan membutuhkan pertolongan. Perkembangan situasi serta langkah evakuasi selanjutnya masih dalam pemantauan.


(Red)

Iklan