Administrasi Sudah Selesai, Tapi Fisik dan Airnya Tak Pernah Ada. Tokoh Masyarakat: "Ini Dugaan Korupsi Dana Desa
BULUKUMBA, SUARATIPIKOR.COM - Dugaan penyelewengan Dana Desa kembali mencuat. Warga Dusun Tanetang, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, mempertanyakan kejelasan proyek *Peningkatan Sambungan Air Bersih* tahun anggaran 2023 senilai *Rp40.127.000*.
Hingga Agustus 2026, proyek yang dananya bersumber dari APBDes Desa Bira 2023 itu tidak pernah terlihat wujud fisiknya. Tidak ada pipa, tidak ada sambungan, dan tidak ada warga yang merasakan manfaatnya.
"Kami pertanyakan ini proyek di mana? Siapa yang kerjakan? Dan siapa yang sudah nikmati airnya? Secara administrasi katanya sudah selesai dan dipertanggungjawabkan. Tapi faktanya nihil," tegas *Syamsuddin Karim*, tokoh masyarakat Desa Bira, Senin (11/8/2026).
Indikasi Kuat Proyek Fiktif
Syamsuddin menyebut, kejanggalan ini sudah berlangsung hampir 3 tahun. Warga tidak pernah dilibatkan dalam pengerjaan, tidak ada papan informasi proyek, dan tidak ada sosialisasi.
"Kalau memang dikerjakan, tunjukkan buktinya. Kalau tidak ada, berarti ini proyek fiktif. Ini uang rakyat, uang Dana Desa. Harus diusut," ujarnya dengan nada kecewa.
Menurutnya, hilangnya anggaran Rp40 juta lebih ini sangat berdampak. Warga Dusun Tanetang hingga kini masih kesulitan air bersih dan harus membeli atau mengambil dari sumber jauh.
Desak Aparat Hukum Turun Tangan
Melihat kejanggalan administrasi yang "selesai" tapi fisiknya tidak ada, Syamsuddin meminta aparat penegak hukum segera turun.
"Kami minta Kepolisian dan Kejaksaan Negeri Bulukumba untuk mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan anggaran ini. Indikasinya sangat kuat mengarah ke korupsi Dana Desa," desaknya.
Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Bulukumba dan Inspektorat untuk melakukan audit khusus terhadap pertanggungjawaban APBDes Bira tahun 2023.
Dana Desa Bukan untuk Dikantongi
Warga menilai, proyek air bersih seharusnya menjadi prioritas karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Jika dana itu diselewengkan, maka sama saja mengkhianati amanah masyarakat desa.
"Kami tidak butuh proyek di atas kertas. Kami butuh air. Jangan sampai Dana Desa hanya jadi bancakan oknum," tutup Syamsuddin.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Bira dan pihak terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait proyek tersebut.
Laporan: Rusdi
