Dari 40 ke 175 tenant, perputaran uang tembus Rp60 juta/Pekan. Disparbud: "Ini ruang publik yang sehat, kreatif, sekaligus menghidupkan ekonomi
KEP. SELAYAR, SUARATIPIKOR.COM - Setahun berjalan, program Car Free Day dan Car Free Night yang digagas Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar terbukti mampu mendongkrak roda perekonomian masyarakat.
Digelar rutin setiap akhir pekan di Kawasan Lapangan Pemuda Benteng sejak dilaunching 13 Juli 2025, CFD/CFN kini bertransformasi dari sekadar ruang olahraga menjadi pusat ekonomi kreatif dan hiburan warga.
"Kegiatan ini tidak hanya menciptakan ruang bebas kendaraan, tapi juga menjadi ruang strategis bagi UMKM untuk tumbuh dan menggerakkan ekonomi lokal," ujar Kepala Disparbud Kepulauan Selayar, Nur Ihsan Chairuddin, S.S, saat ditemui di sela-sela Car Free Night, Sabtu malam (9/8/2026).
UMKM Tumbuh 4 Kali Lipat
Perkembangan paling signifikan terlihat dari jumlah pelaku UMKM. Pada awal pelaksanaan hanya ada sekitar 40 tenant. Kini jumlahnya melonjak menjadi 175 pelaku UMKM yang terdaftar.
Jenis dagangannya pun semakin beragam. Tidak lagi hanya kuliner, kini pengunjung bisa menemukan produk fashion, mainan anak, layanan refleksi, penyewaan kursi-tikar, hingga penyewaan skuter.
"Keberagaman ini membuat suasana CFD/CFN semakin menarik dan ramai setiap akhir pekan. serta endukung percepatan perluasan digitalisasi daerah dengan mewajibkan seluruh pelaku UMKM utk menggunakan QRIS sebagai alat transaksi " tambah Nur Ihsan.
Perputaran Uang Capai Rp60 Juta/Pekan
Dampak ekonominya nyata. Berdasarkan data yang dihimpun dari pelaku UMKM, setiap pekan kegiatan ini mampu menggerakkan perputaran uang sekitar *Rp50 juta - Rp60 juta*.
Angka tersebut menjadi kontribusi penting bagi ekonomi daerah. Data BPS mencatat, Kabupaten Kepulauan Selayar pada tahun ini membukukan pertumbuhan ekonomi 9,83%, tertinggi kedua se-Sulawesi Selatan.
"Ini bukti bahwa pemanfaatan ruang publik secara aktif dan partisipatif bisa melahirkan dampak ekonomi langsung ke masyarakat, termasuk menciptakan sumber PAD baru melalui retribusi parkir dan sampah," jelas Nur Ihsan.
Hiburan + Ekonomi Jalan Bareng
Selain jualan, CFD/CFN juga diisi berbagai pertunjukan. Mulai dari musik akustik, atraksi, hingga kesenian tradisional Selayar. Ini sekaligus menjadi panggung bagi komunitas seni dan pelaku kreatif lokal untuk tampil.
Malam Car Free Night, 9 Agustus 2026 terpantau dipadati pengunjung dari berbagai elemen masyarakat. Bahkan rombongan mahasiswa KKN dari berbagai universitas, termasuk Universitas Gadjah Mada UGM, turut hadir dan menikmati suasana.
Ajakan Jaga Keberlanjutan
Pemerintah daerah mengajak masyarakat untuk terus mendukung keberlanjutan CFD/CFN. Caranya sederhana: berolahraga, menikmati hiburan, membeli produk UMKM lokal, dan bersama-sama menjaga kebersihan serta ketertiban di area kegiatan.
"Dengan pelaku usaha yang terus bertambah, aktivitas yang beragam, dan partisipasi masyarakat yang tinggi, kami berharap CFD/CFN terus berkembang sebagai ruang publik yang sehat, aman, kreatif, dan bermanfaat ekonomi bagi Selayar," tutup Nur Ihsan.
Laporan: Supardi
