KEP. SELAYAR, SUARATIPIKOR.COM - Harapan masyarakat kepulauan di Kabupaten Kepulauan Selayar untuk mendapatkan listrik 24 jam kian nyata. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar yang sejak awal mengusulkan pemerataan listrik kini mendapat tindak lanjut konkret dari PT PLN.
Tim survei PLN telah tiba di Selayar sejak pekan ini. Mereka akan meninjau 8 lokasi prioritas yang ditargetkan menjadi titik pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada tahun 2026.
8 Titik Prioritas PLTS 2026
Kedelapan lokasi tersebut tersebar di wilayah kepulauan yang selama ini masih mengandalkan genset dengan jam nyala terbatas. Rinciannya:
1. Desa Bontolebang Pulau Gusung
2. Desa Laiyolo Jammeng
3. Pulau Polassi
4. Pulau Tambolongan
5. Pulau Bahuluang
6. Pulau Pasi Tanete
7. Pulau Karumpa
8. Pulau Lambego
Pemilihan lokasi ini didasarkan pada data tingkat keterlistrikan, jumlah KK, dan potensi pengembangan ekonomi masyarakat.
Hasil Koordinasi Berjenjang ke Pusat
Bupati Kepulauan Selayar, Natsir Ali, mengatakan hadirnya tim PLN di Selayar adalah buah dari koordinasi berjenjang yang terus ia dorong.
"Ini hasil kerja bersama antara Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Provinsi Sulsel, hingga Kementerian ESDM. Kita menyambut baik program pemerintah pusat untuk memperkuat penyediaan energi listrik, khususnya di daerah 3T dan kepulauan," ujar Bupati Natsir Ali saat melepas tim survei di Benteng, Kamis (12/9/2026).
Menurutnya, listrik bukan lagi sekadar kebutuhan dasar, tetapi penentu kualitas hidup dan penggerak ekonomi. Dengan listrik yang andal, layanan kesehatan di Puskesmas, pendidikan di sekolah, hingga UMKM pengolahan ikan bisa berjalan optimal.
Tidak Berhenti di 8 Titik
Bupati menegaskan, 8 lokasi ini baru tahap pertama. Pemkab Selayar telah mengusulkan 11 titik tambahan untuk masuk dalam survei tahap berikutnya oleh PLN.
"Target kita jelas. PLTS ini harus menjadi langkah konkret untuk memperluas akses listrik dan meningkatkan pelayanan energi, khususnya untuk saudara-saudara kita di pulau-pulau. Jangan sampai kekayaan laut kita melimpah, tapi penerangan rumah masih terbatas," tegasnya.
Data Pemkab mencatat, masih ada 5.758 desa di Indonesia termasuk beberapa wilayah di Selayar yang belum teraliri listrik PLN secara penuh. Karena itu, PLTS menjadi solusi paling realistis dan ramah lingkungan untuk kepulauan.
Ajak Masyarakat Berdoa dan Mengawal
Di akhir pernyataannya, Bupati Natsir Ali mengajak seluruh masyarakat Selayar untuk mendukung dan mengawal proses ini.
"Saya mengajak kita semua berdoa dan bersama-sama mengawal agar setiap tahapan survei, pembebasan lahan, hingga pembangunan berjalan lancar. Karena Selayar yang lebih terang, ikhtiar harus terus dilakukan. Peluang harus terus dijemput dan harapan harus terus diperjuangkan," pungkasnya.
Dengan masuknya Selayar dalam peta pembangunan PLTS 2026, Pemkab optimis indeks pembangunan manusia dan pertumbuhan ekonomi kepulauan akan meningkat. Listrik yang stabil diharapkan menjadi fondasi untuk mewujudkan visi "Selayar Maju, Mandiri, dan Sejahtera" menuju Indonesia Emas 2045.
Laporan: Supardi
