Iklan

Iklan

,

Iklan

Plt Camat Manggala Redam Bentrokan Bitowa vs Kodam Lama: Jangan Korbankan Anak Sekolah

Selasa, 15 September 2026, September 15, 2026 WIB Last Updated 2026-09-15T11:18:50Z


MAKASSAR, SUARATIPIKOR.COM - Bentrokan warga Bitowa Lama dan Kompleks Kodam Lama, Kecamatan Manggala, nyaris merembet ke dunia pendidikan. Plt Camat Manggala Rahmat, http://S.STP., http://M.Si., turun tangan langsung meredam konflik agar tidak mengorbankan anak-anak sekolah.


Pemerintah Kecamatan Manggala mempertemukan dua kubu yang bertikai dalam forum mediasi darurat, Selasa (15/9/2026) di Kantor Kelurahan Bitowa. Pertemuan itu melibatkan Kapolsek Manggala Kompol Semuel To'longan, Danramil 1408-10 Panakkukang-Manggala Mayor Inf. Mappayukkung, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Lurah Bitowa, serta seluruh Ketua RT/RW dan tokoh masyarakat kedua wilayah.


Konflik Orang Dewasa Berimbas ke Anak Sekolah


Di tengah upaya rekonsiliasi, terungkap fakta yang lebih memprihatinkan. Kepala SD Negeri Bitowa, Sumardani, http://S.Pd.,Gr., melaporkan aktivitas belajar mengajar terganggu.


Sejumlah siswa takut ke sekolah, sebagian tidak bisa melintas karena akses jalan dijaga kelompok warga. Situasi ini dinilai berbahaya karena menjadikan anak sebagai korban konflik orang dewasa.


"Ini lampu merah. Konflik antarwarga tidak boleh menyeret anak-anak yang tidak tahu apa-apa. Pendidikan dan keselamatan mereka adalah prioritas," tegas Rahmat.


Ia meminta seluruh pihak menahan diri dan menghentikan segala bentuk provokasi, intimidasi, maupun aksi balasan yang bisa memicu bentrokan susulan.


Sepakat Damai, Langgar Hukum Ditindak


Dalam pertemuan itu, disepakati tiga poin:

1. Gencatan Senjata:. Kedua belah pihak sepakat menghentikan segala bentuk bentrokan dan saling serang.

2. Jaga Anak Sekolah: RT/RW wajib memastikan akses jalan ke sekolah aman dan anak-anak bisa belajar tanpa rasa takut.

3. Jalur Musyawarah: Persoalan sosial diselesaikan lewat musyawarah di tingkat kecamatan. Jika ada unsur pidana, diserahkan sepenuhnya ke mekanisme hukum di Polsek Manggala.


Kapolsek dan Danramil menegaskan, aparat keamanan akan tetap siaga di titik rawan. Patroli gabungan TNI-Polri akan ditingkatkan, khususnya pada jam berangkat dan pulang sekolah.


Para Ketua RT dan RW diinstruksikan menjadi garda terdepan. Mereka diminta aktif berkomunikasi di grup warga, meredam isu provokatif, dan melaporkan setiap potensi konflik.


Bagi Pemerintah Kecamatan Manggala, tugas tidak berhenti setelah pertemuan. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan kehidupan kembali normal.


"Bentrokan bisa kita hentikan hari ini. Tapi yang lebih penting adalah memastikan besok anak-anak kita bisa kembali ke sekolah dengan aman. Itu ukuran keberhasilan kita," tutup Rahmat.


Pemerintah Kecamatan bersama TNI-Polri akan terus memantau situasi hingga benar-benar kondusif.

Iklan