Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H di Padati Masyarakat Wajo

Reporter : Takbir,S.Sos,M.Si, Editor : Daci Dais. SUARATIPIKOR.COM,WAJO -  Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H yang dilaksanakan di Lapan...


Reporter : Takbir,S.Sos,M.Si,
Editor : Daci Dais.

SUARATIPIKOR.COM,WAJO - Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1440 H yang dilaksanakan di Lapangan Merdeka Sengkang , Rabu 5 Juni 2019 berlangsung semarak dan penuh hikmat.
Antusias masyarakat Wajo yang tampak memenuhi lapangan merdeka Sengkang sampai ke jalan jalan beraspal di seputaran Masjid Agung Ummul Qura dan jamaah yang hadir mulai dari bayi, anak anak , orang dewasa sampai dengan orang tua menyemarakkan Idul Fitri di tahun ini.
Juga kekompakan dari unsur Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo nampak dalam suasana lebaran kali ini, walaupun cuaca sedikit kurang mendukung tapi itu tidak menyurutkan niat dari semua mereka yang hadir untuk melaksanakan Shalat Ied Idul Fitri tahun 2019.

Bupati Wajo Dr. H. Amran Mahmud dalam pidato sambutannya di Hari Lebaran Idul Fitri 1440 H mengatakan bahwa Semoga semua amal amal ibadah yang telah dilaksanakan selama sebulan penuh, diterima di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan diberikan derajat yang baik bagi mereka yang benar-benar tulus dan ikhlas melaksanakan ibadah selama sebulan penuh.

"Mari kita pertahankan amal ibadah yang telah kita laksanakan selama sebulan penuh di bulan suci Ramadan kita, mari kita jaga lisan kita, mari kita mempertahankan apa yang telah hadir dalam kehidupan kita, atas nama Pemerintah Kabupaten Wajo mengajak kepada seluruh masyarakat Wajo untuk menjadikan momentum hari idulfitri ini di tahun 1440 Hijriah untuk menjaga silaturahim kita, menjaga ukhuwah kita, menjaga kebersamaan kita, menjaga persatuan kita, menjaga persaudaraan kita, mari memupuk semua apa yang telah kita ciptakan selama kurang lebih 4 bulan setelah melaksanakan tugas ini, " ungkapnya.

Dr. H. Amran Mahmud  juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dengan mengatakan bahwa dia  bersama Wakil Bupati, bersama dengan Ketua DPRD, bersama seluruh forum koordinasi pimpinan daerah Kabupaten Wajo menyampaikan Maaf beribu maaf lahir dan batin bilamana dalam perjalanan 4 bulan setelah melaksanakan tugas-tugas, ada hal-hal yang tidak berkenan, ada hal-hal yang tidak patut, ada hal-hal yang tidak pantas, atas nama pribadi dan pemerintah daerah mengucapkan maaf lahir dan batin Minal aidin wal faizin.

Dalam Khutbah Idul fitri yang dibawakan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wajo H. Anwar, S.Ag., M.Pd menyampaikan Khutbah Idul Fitri dengan judul Spritualisme dan Optimisme dalam menghadapi Problematika Kebangsaan.

Dalam isi Khutbahnya menyampaikan bahwa dalam bulan Ramadan ini telah mendidik untuk memberi perhatian kepada waktu. Banyak manusia yang tidak menghargai dan menggunakan waktunya, Ramadhan melatih untuk selalu rindu kepada waktu-waktu salat yang kemungkinan besar di luar ramadhan sering mengabaikan waktu-waktu Shalat.

Selanjutnya dikatakan bahwa di layar TV dan media cetak sering menyaksikan peristiwa pembunuhan yang sungguh mendirikan bulu Kuduk, seorang anak yang membantai ayahnya, tetangga menghabisi tetangganya, saudara menggorok saudaranya semua rata-rata motifnya sama yaitu krisis ekonomi. Dan tidak ada Bekal terbaik untuk menghadapi kondisi sulit ini selain ketakwaan.

"Kita semua harus bangkit untuk mengatasi semua kesulitan yang melanda bangsa kita dewasa ini, untuk itu di hari yang Fitri ini, di tengah kita merayakan kemenangan besar, di mana kita baru saja selesai melaksanakan pelatihan selama sebulan penuh, di mana kesucian kita rasakan saat ini, sehingga ada pikiran dan hati kita, tengah mengalami pencerahan karena nilai-nilai ketakwaan." Ungkapnya.

Dan melanjutkan dengan mengatakan bahwa sebagai seorang muslim seharusnya mengatasi situasi ini dengan membangun optimisme di kalangan umat Islam dengan menyodorkan setidaknya empat hal yang harus segera ditumbuhkembangkan dalam jiwa umat Islam.

Pertama Husnu Dzan kepada Allah atau berprasangka baik kepada Allah, kedua tidak putus berdoa, ketiga meneladani para nabi dan rasul dan keempat beramal dan bertawakkal. (*)

Tidak ada komentar