Ini Sambutan Sekkab Wajo Pada Musyawarah Cabang ke-VI Pemuda Pancasila

Dilihat 0 kali 9/16/2019

WAJO, Suaratipikor.com - Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo membuka acara Musyawarah Cabang ke-VI Pemuda Pancasila di Gedung Arma lantai II, Minggu 15 September 2019.
Musyawarah Cabang Ke-VI Pemuda Pancasila merupakan forum yang tepat bagi para pengurus Pemuda Pancasila Kabupaten Wajo untuk melakukan evaluasi terhadap aktivitas organisasi yang dilakukan selama ini, apakah telah sejalan dengan upaya pencapaian tujuan dan kebijakan organisasi. 

Program yang nantinya disusun melalui forum ini, dapat berorientasi pada pengabdian masyarakat dan membawa perubahan yang lebih baik lagi, baik terhadap organisasi maupun bagi masyarakat Kabupaten Wajo. 

Dalam sambutan dari Panitia pelaksana menyampaikan bahwa sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, proses musyawarah cabang ini menetapkan Ketua Majelis pimpinan cabang kabupaten Wajo periode 2019 2023 , yang ditetapkan komposisi pimpinan cabang kabupaten Wajo dan ditetapkan komposisi majelis pertimbangan organisasi dan sekaligus Melaksanakan program kerja dalam kondisi kondisi program kerja kedepan dan menetapkan rekomendasi.

Dalam sambutan tertulis Bupati Wajo yang dibacakan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo H. Amiruddin A, S.Sos., M.M. menyampaikan bahwa perlu disadari bersama, bahwa mempertahankan NKRI bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah, ada banyak pihak yang tidak menginginkan bangsa ini bangkit dan berkembang. 

"Aksi rasisme terhadap mahasiswa Papua yang terjadi di Malang dan Surabaya sudah cukup  berdampak bagi saudara-saudara kita di Papua, dan mencederai nasionalisme kita semua. Kejadian tersebut seharusnya menjadi alarm bagi kita disini, untuk mewaspadai potensi-potensi perpecahan yang dapat terjadi di masyarakat," ungkap H. Amiruddin A, S.Sos., M.M.

"Pancasila sebagai dasar negara, menjadi perisai bagi seluruh komponen bangsa untuk mempertahankan NKRI dari perpecahan. Kita perlu menjaga nasionalisme dan patriotisme, agar tidak mudah goyah hanya karena gesekan perbedaan di antara kita," Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo menambahkan.

Di jelaskan kalau peran nyata kader dalam aktualisasi inilah tentunya bagi kader-kader Pemuda Pancasila di Kabupaten Wajo tentu merupakan peluang dan tantangan bagi kita.

Dan dikatakan kalau dalam bermusyawarah hari ini, dimana setiap 4 tahun bermusyawarah, dan menjadi sebuah tuntutan organisasi, dan yang terpenting adalah apa yang akan dilakukan secara nyata dan hari ini sampai 4 tahun kedepan. 

"Apa yang akan kita aktualisasikan dalam nilai-nilai Pancasila, tentu kita telah mendengarkan  bahwa kondisi di negara kesatuan Republik Indonesia berbagai kasus diantaranya kita dengar dan saksikan di layar TV dan dalam kehidupan nyata," ungkap H. Amiruddin A, S.Sos., M.M.

"Tentunya sama-sama kita pahami dan ini jangan sampai terjadi di Sulawesi Selatan, inilah yang merupakan tantangan kita kedepan bagaimana kita membuat rencana rencana aksi kedepan, benar-benar untuk dapat kita bisa pertanggungjawabkan dan ini penting untuk digarisbawahi," Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo menambahkan.

Lanjut dikatakan untuk mengajak untuk mengambil peran dan bersinergi dengan pemerintah, seperti apa yang disampaikan pak Ketua, bahwa Pancasila itu ada di mana-mana selama itu menjadi ideologi, dasar negara, nilai luhur dan menjadi pandangan hidup.

"Apa peran kita sebagai Pemuda Pancasila sehingga sebuah organisasi yang non politik, tapi kita berada di dalamnya, dimana Pancasila itu harga mati, mari kita kembalikan Pendidikan Pancasila dengan extrakurikuler kepada anak kita untuk mengkristalisasikan Pancasila dan membumikan serta mencengkram kuat di bumi Indonesia," harap H. Amiruddin A, S.Sos., M.M.

"Mari kita buat kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan nilai-nilai Pancasila dan pemerintah siap mendukung akan hal ini  kita bersinergi karena banyak sekali nilai-nilai dasar Pancasila yang sudah tergeser yang bisa menyebabkan desintegrasi bangsa, ini merupakan kekhawatiran kita bersama tapi saya yakin selama Pemuda Pancasila ada di Indonesia, yakin tetap kita akan terpelihara dengan baik," Sekrataris Daerah Kabupaten Wajo menambahkan.

Dan disampaikan kalau Kita ini berasal dari latar belakang yang berbeda, ada Jaksa, ada polisi, pengusaha dan masyarakat biasa maka lengkaplah, dan inilah yang merupakan cerminan dari Bhinneka Tunggal Ika.

"Tetapi kita tetap satu, mengusung Pancasila jangan kita mimpi untuk berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia ketika kita tidak mampu untuk melaksanakan sila keempat kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, inilah simbol demokrasi kita," tegas H. Amiruddin A, S.Sos.,M.M.

"Kita di Kabupaten Wajo ada prinsip 3 S yaitu Sipakatau,  Sipakalebbi dan Sipakainga dan ini merupakan cerminan bahwa kristalisasi Pancasila merupakan nilai-nilai Luhur dari bangsa kita, dan ketika kita masuk di Wajo maka ada nilai kearifan lokal yang muncul," jelas H. Amiruddin A, menambahkan diakhir sambutannya.

Sumber : Humas Pemkab Wajo,
Editor : Andi Aswin Maramat.

Suaratipikor.com adalah sebuah situs berita yang menyajikan beragam informasi dan berita terbaru, yang mencakup politik, pendidikan, kriminal dalam dan luar negeri.

Related Posts

Previous
Next Post »