MAKASSAR, SUARATIPIKOR.COM - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) tengah menggelar Operasi Keselamatan Pallawa...
Fokus utama operasi periode tanggal 2-4 Februari ini adalah penegakan hukum sekaligus edukasi intensif bagi pengguna kendaraan bermotor di seluruh jajaran Satlantas.
Berdasarkan analisis dan evaluasi (Anev) Oprasi Keselamatan hari ketiga, personel satgas preemtif berhasil melakukan penyuluhan tertib lalu lintas di ruang publik sebanyak 415 kali, sosialisasi keselamatan berkendara kepada 1.113 masyarakat terorganisir dan tidak terorganisir, serta kampanye keselamatan 145 kali.
Penyebaran brosur, leaflet, dan stiker keselamatan mencapai 11.822 lembar, edukasi melalui media elektronik, cetak, dan sosial sebanyak 11.586 kali, police goes to school 165 kali, pembinaan komunitas lalu lintas dan sopir angkutan 167 kali, serta penyebaran informasi daerah rawan laka dan macet 1.653 kali.
Pada satgas preventif terhadap orang, dilakukan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli lalu lintas jam rawan sebanyak 6.793 kali, kehadiran personel di titik rawan kecelakaan dan pelanggaran 2.147 kali, serta pemeriksaan random pengemudi, awak bus, dan penumpang 182 kali.
Terhadap kendaraan, pengawasan visual di jalur rawan dilakukan 170 kali, coaching clinic ke PO bus dan ATPM 40 kali, serta ramp check angkutan umum bersama instansi terkait 202 kali.
Sementara terhadap jalan dan lingkungan, pemetaan kondisi berpotensi gangguan keselamatan dilakukan 273 kali, koordinasi penanganan gangguan 128 kali, penyiapan jalur alternatif dan rekayasa lalu lintas 93 kali, serta pemberian tanda peringatan dini 227 kali.Hasil satgas gakkum menunjukkan tren penegakan hukum yang efektif.
Pada penindakan pelanggaran (dagkar) ETLE tahun 2026 mencapai 210 pelanggar (naik 196% dari 71 gar tahun 2025), tilang konvensional 84 gar (turun 63% dari 229 gar), dan teguran melonjak menjadi 2.092 gar (naik 9.862% dari 21 gar).
Tren ini mencerminkan pendekatan preemtif yang lebih kuat melalui edukasi dan pengawasan. Kinerja operasi semakin terlihat dari penurunan signifikan laka lantas, jumlah kejadian turun 27% menjadi 33 dari 45, korban meninggal dunia (MD) turun 60% menjadi 2 dari 5 orang, korban luka berat (LB) tetap 0 orang, korban luka ringan (LR) turun 34% menjadi 40 dari 61 orang, serta kerugian material anjlok 65% menjadi Rp17.650.000 dari Rp49.800.000.
Kombes Pol. Dr. Pria Budi SIK, MH, selaku Dirlantas Polda Sulsel, melalui Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel AKBP Dr. Amin Toha, SH, MH, menegaskan, hingga hari ke-3 pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2026,.
“Kita berhasil menekan angka laka lantas secara signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, berkat giat preemtif dan preventif yang masif. Komitmen ini akan terus ditingkatkan menjelang Operasi Ketupat 2026,” papar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Sulsel. (Sumber: Humas Dirlantas Polda Sulsel)
Laporan: Sabaruddin



Tidak ada komentar