Majelis Keturunan To Manurung Sulsel Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Dilihat 0 kali 12/01/2019

TAKALAR, Suaratipikor.com -- Pengurus Majelis Keturunan To Manurung (MKT) Sulawesi Selatan menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan dirangkaikan dengan  Milad Ke-III Majelis Keturunan To Manurung (MKT) Sulawesi Selatan di Rumah Kediaman H. A. Makmur Sadda, di Paleko Kabupaten Takalar, dimulai Pukul 10.00 WITA-sampai selesai, Minggu (01/12/2019).
Acara ini dihadiri oleh Datu Suppa Datu Toeng, H. A. Parenrengi (Petta Empagae), A. Bau Idar (Keturunan dari Bau Kuneng), serta atas nama Ketua DPD Majelis Keturunan To Manurung (MKT) Kab.Sidrap A.Maisara Sessu Langanro yang berhalangan hadir namun diwakili oleh A. Kute.

Pada kesempatan kali ini, Ketua Umum Majelis Keturunan To Manurung (MKT) Pusat Drs. H. A. Padang Rukka juga sempat hadir, dimana beliau mengucapkan banyak terima kasih atas kebersamaanya menghadiri acara ini.

Wakil Ketua I DPD Majelis Keturunan To Manurung (MKT) Kab.Sidrap, A.Kute saat kami Konfirmasi melalui via selulernya beberapa jam yang lalu Menuturkan “Dengan mengadakan kegiatan seperti ini kita mendapatkan manfaat dari bersilahturahim dan kita mengingat kembali Perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW agar kita kembali pada Khittah keIslaman itu sendiri dan merupakan rasa syukur kita kepada Allah SWT.” tuturnya.

Lanjut A. Kute, "Bahwa fokus dalam Maulid itu ada dua yakni mengenal Rasulullah melalui kepribadian dan ajarannya, Ada empat maksud utama dilaksanakannya peringatan hari kelahiran Rasulullah, yaitu:

Pertama ungkapan rasa syukur atas diutusnya seorang Rasul akhir zaman membawa petunjuk dan agama yang benar. “Jadi kita bersyukur kepada Allah karena telah mengirim kebenaran dan memenangkan kebenarannya. Satu ciri khas yang membedakan dari agama yang lain yakni, beragama identik dengan mencari kebenaran," tegasnya.

Kedua meningkatkan rasa cinta kepada Rasulullah. “Ada empat contoh bentuk cinta kita kepada Rasullullah, yaitu membiasakan sholat fardu berjamaah, menghidupkan sholat malam (qiyamullail), membudayakan membaca Bismillah, yang keempat adalah perbanyak istigfar. Kemudian ada empat jaminan yang diberikan jika memperbanyak istigfar yakni, pertama Allah SWT tidak akan menurunkan azab pada umat yang beristigfar, kedua istigfar dapat mengundang nikmat dan karunia Allah, ketiga istigfar dapat mengundang turunnya hujan, keempat istigfar dapat menambah kekayaan harta dan mendapatkan anak keturunan," jelasnya.

ketiga, ingin mengetahui lebih lanjut kepribadian Rasulullah. “Ada tiga kepribadian Rasulullah yakni, pertama lambat marah tapi cepat memaafkan, kedua rendah hati tapi tetap tinggi budi, ketiga yaitu tiga hal yang dapat berjalan dengan selaras yaitu otak berfikir hati berdzikir dan seluruh tubuh terampil. Dan modal dasar beliau membangun kepribadian yakni Sidiq, Fatanah, Amanah, Tablig dan Mujahaddah,” Tuturnya.

Kemudian maksud yang terakhir, yakni "Merindukan lahirnya generasi-generasi yang berakhlak Muhammad,” terangnya.

“Akhirnya kita berharap agar tetap mengingat Allah SWT dan Majelis Keturunan To Manurung (MKT) dapat menerapkan sifat-sifat tauladan dari Rasulullah dan tetap menjalin silahturahim dengan baik antar Pengurus Majelis Keturunan To Manurung (MKT) di tingkat Pusat maupun di tingkat Daerah” pungkasnya. (Red)

Editor : A2W.

Suaratipikor.com adalah sebuah situs berita yang menyajikan beragam informasi dan berita terbaru, yang mencakup politik, pendidikan, kriminal dalam dan luar negeri.

Related Posts

Previous
Next Post »