KEP. SELAYAR, SUARATIPIKOR.COM - Kabupaten Kepulauan Selayar tengah membangun sistem pertanian yang tidak berdiri sendiri-sendiri. Pemerinta...
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Kepulauan Selayar, Ir. Al Amin, S.Pi., M.M, saat ditemui di ruang kerjanya, Kantor Dinas Pertanian, Jl. Dr. Syam Ratulangi No. 17 Benteng, Selasa pukul 11.00 WITA.
“Kita tidak sedang membangun program yang berdiri sendiri-sendiri. Kita sedang membangun sebuah gerakan besar. Gerakan yang dimulai dari menanam, dilanjutkan dengan mengolah, dipastikan pasarnya, diperkuat pembiayaannya, dan pada akhirnya menghadirkan kesejahteraan bagi petani,” ujar Al Amin.
GEMERLAP dan GEMETAR Jadi Motor Penggerak
Di sektor perkebunan, Pemkab Selayar meluncurkan 'GEMERLAP - Gerakan Menanam Lima Juta Pohon Kelapa' sebagai upaya membangkitkan kembali kejayaan kelapa Selayar.
Sementara untuk tanaman pangan, digulirkan 'GEMETAR - Gerakan Menanam Jagung' untuk mendongkrak produksi jagung sebagai komoditas strategis penopang ketahanan pangan dan sumber pendapatan masyarakat.
Kedua gerakan ini, kata Al Amin, merupakan kerja kolektif yang melibatkan pemerintah, petani, pemerintah desa, dunia usaha, hingga seluruh elemen masyarakat.
Penguatan Produksi hingga Hilirisasi
Untuk mendongkrak produktivitas, pemerintah terus memperkuat penyediaan alat dan mesin pertanian atau alsintan, pembangunan sumur bor, serta melaksanakan Program Optimasi Lahan yang tahun ini menjadi prioritas nasional.
Selayar juga mendapat kepercayaan berupa penambahan sekitar 13–14 ribu Pohon Induk Terpilih atau PIT kelapa. Menurut Al Amin, ini menjadi pengakuan bahwa Selayar memiliki potensi besar sebagai penghasil benih kelapa unggul.
“Kami berharap Kepulauan Selayar dapat berkembang menjadi sentra kelapa nasional. Benih unggul dan produk kelapa dari Selayar bisa dimanfaatkan daerah lain di Indonesia,” jelasnya.
Cita-cita itu sejalan dengan arahan Bupati Kepulauan Selayar yang menjadikan pertanian dan perkebunan sebagai penggerak utama ekonomi daerah. Dukungan juga datang langsung dari Menteri terkait untuk mendorong hilirisasi komoditas unggulan seperti kelapa, jambu mete, dan kakao.
“Hilirisasi akan meningkatkan nilai tambah produk, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Jaga Stabilitas dan Perkuat Permodalan
Di sisi lain, Pemkab menjaga stabilitas ekonomi masyarakat lewat pasar murah, bantuan pangan harga terjangkau, serta perluasan akses pembiayaan. Kerja sama dengan Bank Sulselbar dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR diharapkan membuat petani lebih berani mengembangkan usaha.
Langkah strategis lain adalah rencana pembangunan gudang Bulog di Jampea. Gudang ini ditargetkan memperkuat cadangan pangan, memperlancar distribusi antar wilayah kepulauan, menjaga stabilitas harga, dan memberi kepastian pasar bagi hasil panen petani.
Al Amin meyakini, ketika GEMERLAP menggerakkan perkebunan, GEMETAR memperkuat pangan, alsintan dan sumur bor naikkan produktivitas, optimasi lahan perluas kapasitas, KUR kuatkan modal, Bulog jamin serapan, dan hilirisasi beri nilai tambah, maka seluruh rantai pertanian akan bergerak satu arah.
“Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemkab, dunia usaha, perbankan, dan seluruh masyarakat, kami optimistis Selayar tidak hanya mampu wujudkan kemandirian pangan, tetapi juga tampil sebagai sentra komoditas unggulan nasional yang membanggakan Indonesia,” pungkasnya.
Laporan: Supardi



Tidak ada komentar