LSM MAPANKAN Kritik Proyek Pedestarian Gowa

Dilihat 0 kali 8/10/2019

SUARATIPIKOR.COM,GOWA - Pekerjaan [proyek] pembangunan atau penataan pedestrian dalam Kota Sungguminasa yang dikerjakan oleh PT Mitra Bahagia Utama dengan anggaran Rp24,6 miliar lebih bersumber dari APBD tahun 2019, waktu pelaksanaan 180 hari kalender.
Pekerjaan tersebut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang [PUPR] Pemerintah Kabupaten Gowa sebagai pengguna anggaran. Pekerjaan yang dimulai pada Juli 2019 itu dinilai perlu untuk dilakukan penambahan tenaga kerja karena dianggap tidak akan selesai dalam kurung waktu 180 hari kelender

Dalam kajian LSM Mapankan Gowa, Fajar Fajhri selaku Ketua mengungkapkan bahwa tercatat kurang lebih 40 pekerja saja dalam pekerjaan tersebut yang dinilai kurang.

Hasil kajian LSM Mapankan Gowa, anggaran Rp24,6 miliar lebih itu dibagi 180 hari atau enam bulan yang mana penyerapan anggaran perharinya ditaksir harus menghabiskan Rp136 juta.

Sementara perusahaan tersebut hanya menggunakan tenaga kerja sebanyak kurang lebih 40 orang dan ditaksir hanya menghabiskan anggaran perharinya sekitar Rp70 hingga 80 juta rupiah. 

Sangat dikhawatirkan bobot pekerjaannya  tidak akan bisa mencapai 100 persen, untuk sementara pekerjaan lancar saja karena menggunakan alat berat tetapi untuk pekerjaan manual sepertinya kewalahan,"ungkap Fajar

Hal itu dianggap perlu lagi penambahan tenaga kerja untuk mencapai penyerapan anggaran sekitar Rp110 juta rupiah perharinya.

Alasan mereka mengkaji [dikusi] pekerjaan ini untuk mengontrol sehingga ada capaian yang diharapkan bersama.

LSM Mapankan juga menghimbau kepada masyarakat Gowa terkhusus pengguna Jalan dengan adanya aktivitas penebangan pohon dan pembangunan pedestrian [trotoar] di beberapa wilayah di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa untuk pengertiannya demi kepentingan bersama dalam mengubah perwajahan Kabupaten Gowa.

LSM Mapankan sangat mendukung adanya pekerjaan tersebut dengan tujuan yang sama untuk melihat Kabupaten Gowa kedepannya berwajah baru.

Ada ciri khas tersendiri setiap jalan dengan jenis pohon yang ditanam. Misalnya poros jalan Sultan Hasanuddin di tanam pohon Flamboyan, maka mindset masyarakat akan mengingat nama pohon di jalan itu.

Sekedar diketahui, tujuan penebangan pohon tersebut laksanakan karena akan dilakukan peremajaan dan pohon yang masih remaja akan dipindahkan.

"Sosialisasi rencana proyek ini sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gowa sejak setahun yang lalu bagi kelompok masyarakat", tukasnya, Jumat [09/08/2019] di Warkop Riolo Jl. Masjid Raya Gowa. (Red)

Editor : Syafriadi Djaenaf Dg Mangka.

Suaratipikor.com adalah sebuah situs berita yang menyajikan beragam informasi dan berita terbaru, yang mencakup politik, pendidikan, kriminal dalam dan luar negeri.

Related Posts

Previous
Next Post »