Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Classic Header

{fbt_classic_header}

Header Ad

Breaking News

latest

Paripurna Ke 5, Bupati Morowali Paparkan LKPJ Tahun Anggaran 2020.

MOROWALI, SUARATIPIKOR.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali menggelar Rapat Paripurna ke 5 (lima) masa persidanga...



MOROWALI, SUARATIPIKOR.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali menggelar Rapat Paripurna ke 5 (lima) masa persidangan II dengan agenda Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggung jawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2020 oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali.Rapat Paripurna ke 5 berlangsung selasa 16 maret di Ruang Sidang DPRD Morowali dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kuswandi dan di ikuti 19 orang anggota dewan. 
Selain itu turut dihadiri langsung Bupati Morowali Drs. Taslim, Wakil Bupati Bupati Morowali Dr. H. Najamudin, S.Ag., S.Pd., M.Pd., Wakil Ketua II, Asgar Ali, para Kepala OPD, pejabat eselon III dan IV lingkup Pemkab Morowali serta insan pers.

Bupati Morowali Taslim dalam sambutannya menyebut bahwa pada buku LKPJ tahun ini dipaparkan program, kegiatan dan realisasi APBD Tahun 2020 yang meliputi 26 urusan wajib dan 8 urusan pilihan yang menjelaskan pokok-pokok capaian kinerja berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan dijabarkan melalui APBD TA 2020.

LKPJ yang disampaikan belum berdasarkan hasil audit keuangan BPK RI atas pertanggungjawaban keuangan TA 2020. Namun, laporan berkiblat pada hasil rekonsilidasi antara OPD dengan Bidang Akuntansi Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Morowali.

Taslim mengatakan hal Ini disebabkan tuntutan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2020 mengamanatkan bahwa LKPJ Tahun Anggaran disampaikan kepada DPRD paling lambat 3 bulan setelah Tahun Anggaran berakhir, sementara laporan audit BPK-RI dikeluarkan setelah laporan LKPJ telah selesai disampaikan.

Secara gamblang Taslim  juga menjelaskan, mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 41 Tahun 2020 tentang penjabaran perubahan APBD Kabupaten Morowali Tahun 2020, target pendapatan pada APBD Perubahan adalah sebesar Rp. 1.289.140.134.030,21 dan terealisasi Rp. 1.276.418.663.949,19 atau 99,01% dari nilai yang ditargetkan. Jika dibandingkan realisasi pendapatan Tahun 2019, pendapatan tahun ini meningkat sebesar Rp. 869.641.149.243,88 atau mencapai 8,68%.

"Penerimaan pendapatan terbesar masih dari sektor Dana Perimbangan dan transfer baik pusat maupun Provinsi yang realisasinya mencapai Rp. 736.414.195.907,00 atau 57,69% sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita sebesar 295.936.100.740,19 dari total pendapatan, lain-lain pendapatan yang sah berjumlah Rp. 244.068.367.302,00 atau 19,12% dari total realisasi pendapatan daerah Kabupaten Morowali Tahun 2020.ujarnya

Lanjut Taslim, pada sisi belanja, ia menjabarkan bahwa target belanja setelah perubahan adalah sebesar Rp. 1.314.485.992.513,76 dan terealisasi sebesar Rp. 1.234.366.803.092,70 atau mencapai 93,90% dari yang ditargetkan. Adapun realisasi belanja Tahun 2020 bertambah sebesar Rp. 74.390.576.040,89 atau mengalami kenaikan mencapai 6,03% jika dibandingkan dengan realisasi belanja tahun 2019.

"Proporsi belanja terbesar tahun ini berada pada belanja langsung yaitu Rp. 707.396.036.243,40 atau 57,31% yang diurai dalam belanja pegawai, belanja barang jasa dan belanja modal. Sedangkan belanja tidak langsung yaitu Rp. 526.970.766.849,30 atau 42,69% dari total realisasi belanja TA 2020 yang diuraikan dalam belanja pegawai, belanja bunga, belanja hibah, belanja bantuan sosial, belanja bantuan keuangan kepada partai politik dan belanja bantuan keuangan kepada Provinsi atau Kabupaten dan Pemerintah Desa.beber Taslim 

Taslim mengungkapkan bahwa peningkatan pengelolaan keuangan daerah semakin membaik. Hal ini dapat dilihat melalui peningkatan pendapatan dan belanja Pemerintah Daerah dengan jumlah temuan terhadap penggunaan anggaran yang dilakukan oleh BPK dan BPKP terus mengalami penurunan dan mendapat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 3 tahun berturut-turut.

"Opini BPK merupakan indikator penilaian rill dan akuntabel terhadap keberhasilan pengelolaan keuangan negara oleh Pemda. Adapun TA 2020, prioritas pembangunan yang berdasar pada Rencana Pembangunan Daerah tidak terlepas dari penjabaran visi dan misi kami yaitu terwujudnya masyarakat Kabupaten Morowali yang sejahtera bersama.Cetusya seraya menutup penjelasan ya.

Acara  dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) T.A 2020 Oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali bersama DPRD Morowali. Lalu diakhiri dengan penyerahan LKPJ TA 2020 oleh Bupati Morowali, Taslim kepada Ketua  DPRD Morowali Kuswandi. (Nuryasin)

Editor: Rss.

Tidak ada komentar